Dinilai Kurang Efektif, Penerapan One Way Tahap II akan Dievaluasi

Wali Kota Padangpanjang Hendri Aarnis bersama jajaran OPD terkait saat meninjau penerapan One Way di kawasan Pasar Pusat Padangpanjang.
Wali Kota Padangpanjang Hendri Aarnis bersama jajaran OPD terkait saat meninjau penerapan One Way di kawasan Pasar Pusat Padangpanjang.

Padangpanjang, rakyatsumbar.id–Sejak diberlakukannya kebijakan One Way Tahap II di kawasan Pasar Pusat Padangpanjang sejak 06 Juni lalu, Pemerintah Kota (Pemko) Padangpanjang terus mematangkan rekayasa menuju akses Pasar Pusat, termasuk dengan melakukan evaluasi terhadap kebijakan yang dinilai kurang efektif.

Wali Kota Padangpanjang Hendri Arnis saat rapat dengan tim teknis di ruangan VIP balai kota, Senin (13/07/2026) menyampaikan, akan mengevaluasi kembali penerapan one way tahap II.

“Dari berbagai masukan yang disampaikan ke pihak Dinas Perhubungan dan langsung kepada saya, baik oleh pedagang, tokoh masyarakat maupun pengguna jalan. Kita akan evaluasi kembali penerapannya,” sebut Hendri Arnis dalam rapat yang juga dihadiri Pj Sekdako Kuartini Detti Putri, kepala OPD, camat dan lurah terkait.

Menurut Hendri Arnis, tujuan rekayasa lalu lintas untuk meningkatkan perputaran roda perekonomian, khsususnya di kawasan Pasar Pusat. Sehingga, perlu pembenahan-pembenahan, khususnya dalam akses lalu lintas.

“Setelah satu bulan lebih dilakukan rekayasa, ternyata tidak efektif dan juga berimbas terhadap kondisi pasar itu sendiri. Sehingga, kebijakan ini akan kita evaluasi kembali, termasuk dengan menerapkan kebijakan one way tahap 1,” jelasnya.

Salah satu titik yang menjadi perhatian adalah, dipindahkannya jalan M Syafei yang berada di samping Koramil 01, sebagai akses masuk ke kawasan pasar menjadi arah keluar.

Tentunya, kebijakan itu mengganggu aktivitas pedagang yang sebelumnya berada di pintu masuk kawasan pasar, termasuk pengunjung yang datang dari luar daerah, untuk berkunjung ke Bofet dan Rumah Gumarang harus berputar lebih jauh.

Menurut Hendri Arnis, setelah mencermati seluruh perkembangan di lapangan, pihaknya akan mencari formulasi baru yang lebih efektif dan berpihak kepada masyarakat.

“Kalau ada yang belum efektif, kita evaluasi. Kalau manfaatnya belum maksimal, kita cari jalan yang lebih baik. Yang paling penting adalah masyarakat merasakan manfaatnya,” urai Hendri.

Selain mengevaluasi kebijakan one way tahap II, Hendri Arnis juga mengarahkan jajarannya untuk membenahi Pasar Pusat secara menyeluruh, termasuk akan mengembalikan Pasar Sayur ke lokasi lama agar aktivitas perdagangan menjadi lebih tertata.

Tak hanya itu, Pemerintah Kota juga menyiapkan penambahan kantong-kantong parkir baru melalui kerja sama dengan pihak ketiga.

Langkah ini diharapkan dapat mengurangi parkir di badan jalan yang selama ini menjadi salah satu pemicu utama kemacetan. (ned)