21/05/2024

rakyatsumbar.id

Berita Sumbar Terkini

Beranda » Berulang Tahun ke 153, Pematangsiantar Perlu Penguatan Sastra dan Literasi

Berulang Tahun ke 153, Pematangsiantar Perlu Penguatan Sastra dan Literasi

Ubai Dillah Al Anshori

Padang, rakyatsumbar.id–Tanggal 24 April 2024 dinyatakan sebagai Hari Ulang Tahun Kota Pematangsiantar ke-153 tahun. Kota dengan berbagai pencapaian dan proses yang begitu panjang.

Pada momen itu muncul pertanyaan, apakah Kota Pematangsiantar telah mencapai puncak kejayaan dan berhasil memberikan yang terbaik untuk masyarakatnya?

Sejumlah tokoh menyampaikan ucapan selamat dan doa terbaik untuk kota bersejarah ini. Salah satunya tokoh muda yang namanya telah menasional dalam bidang pendidikan dan sastra, yaitu Ubai Dillah Al Anshori.

“Dirgahayu ke-153 tahun Kota Pematangsiantar, kota dengan sejarah panjang. Kota dengan tingkat toleransi tinggi di Indonesia. Sebagai pemuda yang lahir di kota ini tentunya ada rasa bangga, namun ada pula saran dan masukkan dalam beberapa hal yang mudah-mudahan menjadi perbaikan di masa mendatang,” ucap Ubai yang saat ini berprofesi sebagai dosen dan jurnalis, Rabu (24/4).

Pada kesempatan ini, Ubai yang juga menyampaikan beberapa hal yang barangkali harus menjadi prioritas kota tersebut pada tahun-tahun berikutnya, misalnya pada 2018 ada kegiatan Temu Penyair Nusantara yang mencoba menghadirkan sejumlah penulis dari berbagai kota di Indonesia dan kemudian menuliskan puisi tentang Kota Pematangsiantar dan dibukukan.

Kegiatan positif tersebut, harapannya, dapat dilangsungkan kembali. Minimal mencatatkan sejarah Siantar yang begitu panjang.

Kemudian, hal-hal yang berkaitan dengan pendidikan perlu diperbanyak diskusi, workshop, dan peningkatan literasi di berbagai bidang.

“Peningkatan SDM masyarakat perlu dikuatkan melalui berbagai kegiatan diskusi, workshop, terutama dengan fokus di bidang sastra dan literasi,” ujar Ubai.

Di momen HUT ke-153 tahun Pematangsiantar, Ubai berharap kota kelahirannya itu terus berbenah dan sejahtera.

“Semangat kolaborasi dan kolaboraksi perlu ditumbuhkan di Pematangsiantar. Saya selalu siap berbagi ide, pemikiran, juga penguatan-penguatan khususnya di ranah sastra dan literasi,” tambah Ubai. (ned)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.