08/08/2022
Beranda » Belajar Daring agar Corona Mati Merinding

Belajar Daring agar Corona Mati Merinding

Ade Rimelda Sibuea Mahasiswa PGSD Universitas Negeri Padang.

Oleh: Ade Rimelda Sibuea — Mahasiswa PGSD Universitas Negeri Padang

Dunia sedang digemparkan oleh pandemi corona. Hananti (dalam Ardita Syalwa, 2020) menyebutkan bahwa corona yang juga sebangsa dengan SARS dan MERS merupakan penyakit yang berakibat fatal serta disebabkan oleh infeksi virus. Wabah ini marak diperbincangkan cara pengentasannya lantaran banyaknya aktivitas yang hampir tidak terkendali akibat tidak beroperasi ataupun dioperasikan seperti biasanya. Begitupun dengan proses pendidikan. Pendidikan menjadi salah satu item yang mengalami benturan akibat kemunculan corona.Pendidikan tidak lagi dilakukan lewat tatap muka (konvensional).

Terhitung sejak dikeluarkannya surat edaran nomor 4 tahun 2020 yang diterbitkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, proses pembelajaran dilakukan dari rumah. Kesiapan guru dan siswa untuk menjalani home learning sangat bervariasi. Ada yang benar-benar siap, setengah siap, bahkan tidak siap sama sekali terutama untuk daerah yang minim fasilitas, baik peranti maupun jaringannya. Sistem belajar berubah dari tatap muka menjadi daring yang didominasi oleh pemanfaatan teknologi.

Penggunaan sistem belajar daring (dalam jaringan)  atau e-learning sebenarnya sudah tidak asing lagi bagi kita terutama bagi generasi milenial. Belajar daring merupakan belajar yang dilakukan tanpa bertatap muka secara langsung serta difasilitasi oleh platform digital:Rumah Belajar, Icando, Indonesiax, Kelas Pintar, Ruang Guru, dan lain-lain.

I Made Putra (2020) melalui artikelnya menyebutkan ada keuntungan serta kekurangan dari sistem belajar daring. Keuntungannya antara lain hemat waktu, fleksibel, mengurangi biaya perjalanan, mengurangi biaya pendidikan secara keseluruhan (buku-buku, peralatan, infrastruktur), dan menjangkau wilayah geografis yang lebih luas. Kekurangan yang tampak dan dirasakan ialah pembelajaran cenderung dalam bentuk pelatihan bukan pendidikan, minimnya interaksi secara tatap muka antara pengajar dan peserta didik. Tak hanya sampai di situ, lemahnya koneksi internet menjadi keluhan umum saat belajar daring sedang berlangsung.

Saat ini, belajar daring menjadi solusi terbaik untuk melanjutkan proses pendidikan. Kita harus perbanyak berpikir positif agar belajar daring tidak membuat kita merasa terbebani. Ingat tujuan dari belajar, yaitu karena kita tercipta sebagai pemenang yang tidak mudah menyerah pada keadaan.Kita berharap dalam waktu dekat dapat ditemukan vaksin melalui berbagai penelitian maupun temuan.

Kita tentunya ingin corona segera lenyap dari permukaan bumi. Dengan begitu, kehidupan yang seperti semula serta proses pendidikan yang membuat murid dapat belajar dan dididik secara langsung oleh gurunya bisa kita rasakan kembali.Corona selalu mencari inang untuk tempat barunya. Ia semakin mudah mendapatkan inang baru ketika orang-orang berkumpul tanpa menghiraukan dekatnya jarak. Sekali lagi, belajar daring yang dilakukan melalui jarak jauh akan mempersempit kesempatan bagi corona untuk terus berkembang. Dalam hal ini, corona akan mati merinding melihat tidak lagi ada tempat yang tersisa untuknya bertahan hidup. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.