02/12/2022
Beranda » Anggaran Berbasis Nagari, Prioritas Epyardi Asda Membangun Kabupaten Solok

Anggaran Berbasis Nagari, Prioritas Epyardi Asda Membangun Kabupaten Solok

Epyardi Asda foto bersama tim tari pasambahan usai acara silaturrahmi di kediaman Junaidi Dt. Bagindo Nan Intan Batu Gadang Jorong Bawah Duku, Selasa (04/08/2020) malam.

Solok, rakyatsumbar.id Bersilaturahmi dengan masyarakat Nagari Koto Baru di kediaman Junaidi Dt. Bagindo Nan Intan Batu Gadang Jorong Bawah Duku, Selasa (04/08/2020) malam, Epyardi Asda menyinggung keterbatasan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Solok yang tak sanggup melengkapi seluruh sektor yang ada.

Katanya, Kabupaten Solok memiliki potensi yang besar. Terutama di bidang pertanian dan pariwisata. Untuk menunjang semua itu, sangat diperlukan dukungan APBD Provinsi dan Anggaran dari pusat.

“Semuanya bisa tercapai jika anggaran mencukupi. Karena, kita ketahui bersama bahwa anggaran APBD Kabupaten Solok hanya kisaran 1,1 triliun. Sebagian besarnya sudah terserap untuk belanja rutin daerah. Sementara, pendapat asli daerah sangat minim sekali,” ungkap Epyardi Asda.

Dihadapan masyarakat Nagari Koto Baru, Epyardi Asda optimis bisa mewujudkan semua itu, jika dirinya nanti dipercaya masyarakat Kabupaten Solok menjadi Bupati Solok untuk lima tahun kedepan. Dirinya siap membawa perubahan untuk daerah.

“Berbekal pengalaman selama lima belas tahun menjadi anggota DPR RI dan estafet yang diberikan kepada anaknya Athari Gauthi Ardi di DPR RI, saya optimis bisa mengupayakan untuk merangkul dana dari pusat dalam membangun daerah lebih baik lagi, ” jelasnya.

Epyardi Asda kembali menegaskan, maju sebagai Bupati Solok tidak untuk mencari uang atau kekayaan. Semua tak terlepas untuk pengabdian kepada daerah.

“Saya ingin menghibahkan sisa hidupnya untuk berbuat di kampung halaman,” sebutnya yang diamini oleh ratusan masyarakat.

Lalu, terkait isu negatif tentang dirinya, bagi Epyardi Asda itu adalah hal biasa. “Dalam dunia politik itu biasa, biarlah orang berkata lain, tak usah gubris, karena hanya membuang-buang energi. Mari kita fokus berpikir untuk membangun daerah lebih maju lagi. Ihklas dan teruslah berbuat baik. Dihina tidak akan membuat kita hancur, disanjung tidak akan membuat kita di awan-awan,” tuturnya.

Epyardi Asda mengisahkan,  kesuksesan yang diperolehnya saat ini tidaklah kebetulan semata. Tetapi, didapatkannya atas izin Allah. Dihina dan dilecehkan oleh orang sudah pernah dilewatinya. Tetapi, justru itu menjadi motivasi baginya untuk lebih teguh dalam berusaha dan yang penting baginya adalah tetap ikhlas dalam berbuat.

“Saya dulu juga orang susah, waktu SD saya pernah berjualan pinukuik dan bika. Siang harinya, saya juga berjualan lauak (ikan). Bulan Ramadan, saya berjualan roti manis dan roti tawar yang biasa dicampur orang untuk kolak. Sedangkan, orang tua saya berjualan beras. Untuk diketahui saja, dari 12 orang bersaudara, empat dari saudara meninggal karena busung lapar. Dengan semangat dan motivasi mengangkat harkat dan martabat ibu, saya pergi merantau dan bertekad berhasil, baru kembali ke kampung halaman,” ungkap Epyardi.

Beranjak dari pengalaman pahit yang pernah dialaminya itu, ia bertekad tidak terulang lagi bagi  masyarakat Kabupaten Solok. Epyardi yakin dengan potensi daerah yang sangat menjanjikan ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat setiap Nagari.

“Jika Allah mengizinkan saya dan didukung masyarakat sebagai Bupati Solok, seluruh anggaran nantinya berbasis kebutuhan rakyat. Karena masyarakatlah yang lebih tahu apa yang dibutuhkan. Kedepannya, pembangunan dinagari-nagari akan difokuskan sesuai dengan geografis dan potensi nagari masing-masing. Jadi tidak ada lagi yang namanya proyek naik di jalan,” jelasnya.

Lalu, menjawab pertanyaan masyarakat terkait apa rencananya untuk pembangunannya di Nagari Koto Baru, Epyardi berjanji akan menjadikan nagari bekas ibu kota itu menjadi pusat perekonomian Kabupaten Solok. Jika dirinya dipercaya menjadi Bupati Solok, Nagari Koto Baru akan dibangun pusat sayuran dan produk pertanian Kabupaten Solok.

“Sejauh yang saya ketahui, pusat pasar sayur selama ini adalah Bukitinggi dan Padangpanjang. Padahal, kebanyakan produk yang beredar di sana adalah hasil produksi pertanian daerah kita. Jadi sudah sepantasnya kita mengelola hasil produk pertaniannya kita sendiri,” tegas Epyardi.

Sementara itu,  terkait keluhan pupuk bersubsidi yang sering dimainkan oleh distributor atau hilang ditengah jalan, Epyardi Asda berjanji akan membasmi itu. Termasuk nantinya, dirinya juga akan menyediakan bibit padi unggul supaya kualitas beras Solok selalu terjaga.

“Jika perlu seluruh distributor di daerah, kita tata ulang kembali. Intinya saya akan menjamin tersalurnya pupuk bersubsidi kepada petani di kabupaten Solok dengan baik,” tutupnya.

Silahturahmi yang dikemas sederhana itu juga turut dihadiri oleh Indra Dt. Rajo Lelo Wakil Ketua DPRD Sumbar, Anggota DPRD Kabupaten Solok dari fraksi PAN, Ivoni Munir dan Wali Nagari Koto Baru Afrizal K, serta ratusan masyarakat setempat.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Nagari Koto Baru Afrizal K mengucapkan terimakasih atas kehadiran Epyardi Asda  di tengah-tengah masyarakat Nagari Koto Baru. Ia juga mengingatkan kepada seluruh masyarakat Nagari Koto Baru untuk ikut serta menyukseskan Pilkada serentak pada bulan November mendatang, dengan ikut terdaftar sebagai pemilih pada pesta demokrasi pemilihan kepala daerah (Pilkada).

“Saat ini petugas KPU sedang bekerja, pastikan warga Nagari Koto Baru yang telah wajib pilih terdaftar di Daftar Pemilih Sementara (DPS), kalau ada yang tidak terdata silahkan melapor, agar secepat diproses, ” sebutnya.

Karena jabatannya, Afrizal K menyampaikan, kehadirannya tidak untuk berkampanye, hanya menghadiri karena acara diselenggarakan di Nagari Koto Baru.

“Siapapun calon kepala daerah yang terlibat pada Pilkada mendatang, silahkan pilih sesuai dengan kata hati masing-masing,” tutupnya. (wel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.