Solok, rakyatsumbar.id — Setelah lima hari menyisir kawasan terdampak banjir bandang, tim SAR gabungan akhirnya menemukan seluruh korban yang sebelumnya dilaporkan hilang di Arosuka, Kabupaten Solok.
Korban terakhir, Agusra (69), ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di belakang Kantor Bupati Solok, Jumat (25/09/2026), sekitar pukul 11.00 WIB.
Agusra ditemukan di sektor pencarian A, dengan lokasi sekitar 713,73 meter dari lokasi kejadian (LKP). Setelah ditemukan, korban langsung dievakuasi tim SAR gabungan dan dibawa ke RSUD Arosuka.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang, Abdul Malik, mengatakan penemuan Agusra merupakan hasil penyisiran terarah yang dilakukan tim SAR dengan membagi wilayah pencarian menjadi empat sektor.
“Pencarian hari kelima kita bagi menjadi empat SRU. Masing-masing tim menyisir sektor yang telah ditentukan untuk memperluas cakupan pencarian,” ujar Abdul Malik.
Menurutnya, pencarian dimulai sejak pukul 07.00 WIB dengan total area sekitar 14 kilometer. Tim menyisir kawasan mulai dari sekitar lokasi kejadian hingga wilayah terdampak yang menjadi sasaran pencarian.
“Alhamdulillah, pada pukul 11.00 WIB tim berhasil menemukan korban atas nama Agusra di sektor satu, tepatnya di belakang Kantor Bupati Solok,” katanya.
Dalam pencarian tersebut, SRU 1 menyisir sektor A di sekitar LKP dengan luas sekitar 2,5 kilometer. SRU 2 bergerak di sektor B dengan luas sekitar 3,5 kilometer.
Sementara SRU 3 melakukan penyisiran di sektor C sepanjang sekitar 5 kilometer dan SRU 4 menyisir sektor D dengan panjang sekitar 5 kilometer.
Sebelum Agusra ditemukan, satu korban lainnya, Daffi Arrahman (21), telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada hari pertama operasi pencarian.
Direktur Kesiapsiagaan Basarnas, Noer Isrodin Muchlisin, mengatakan dengan ditemukannya dua korban tersebut, tidak ada lagi target pencarian yang harus dicari dalam operasi SAR khusus bencana banjir bandang Arosuka.
“Dari hasil operasi SAR semenjak hari pertama adanya bencana banjir bandang ini, ada dua orang yang hilang. Alhamdulillah, pada hari pertama operasi pencarian telah ditemukan satu orang meninggal bernama Daffi Arrahman (21) dan baru saja pada Jumat (25/9) pukul 11.00 WIB, korban kedua bernama Agusra sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia,” kata Noer.
Karena seluruh korban yang dilaporkan hilang telah ditemukan, Basarnas kemudian menghentikan operasi SAR khusus.
“Sehingga, kegiatan operasi SAR dengan sudah tidak adanya target ataupun korban yang harus kami lakukan pencarian ataupun penyelamatan, maka operasi SAR secara khusus sudah selesai,” sambungnya.
Meski operasi SAR khusus dihentikan, Noer menegaskan Basarnas tidak meninggalkan lokasi bencana. Basarnas bersama potensi SAR dan Tim SAR Gabungan tetap siaga untuk memberikan respons apabila sewaktu-waktu muncul kebutuhan mendesak di wilayah terdampak.
“Namun, karena ini dalam situasi bencana, Basarnas beserta potensi SAR dan Tim SAR Gabungan senantiasa standby mengantisipasi seandainya ada kebutuhan yang bersifat urgent atau mendesak terhadap hal-hal yang lain, sekiranya Basarnas bisa membantu untuk memberikan pelayanan terhadap masyarakat yang utama,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan, penghentian operasi SAR khusus bukan berarti Basarnas menutup kemungkinan pencarian kembali. Apabila kemudian terdapat laporan baru mengenai warga yang hilang, operasi SAR dapat dibuka kembali sesuai kebutuhan.
“Jika seandainya nanti ada warga yang melapor kehilangan anggota keluarganya, Basarnas mengikuti dinamika dan perkembangan yang ada. Pada intinya Basarnas akan membuka kembali operasi SAR, karena operasi SAR itu kan berdasarkan laporan,” tegas Noer.
Banjir bandang menerjang wilayah Nagari Batang Barus dan Nagari Koto Gaek Guguk, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Senin (21/9), setelah hujan lebat mengguyur kawasan tersebut sejak sore hari.
Operasi SAR melibatkan 1.407 personel gabungan dari berbagai unsur, termasuk Basarnas, TNI, Polri, BNPB, BPBD, Damkar, PMI, pemerintah daerah, organisasi kemanusiaan dan relawan.
Berbagai peralatan juga dikerahkan selama operasi, di antaranya excavator, drone termal, peralatan SAR air, evakuasi, ekstrikasi, medis dan komunikasi serta kendaraan penyelamatan.
Abdul Malik mengatakan kondisi cuaca cerah pada hari kelima turut mendukung proses pencarian.
“Cuaca hari ini cerah. Kita manfaatkan kondisi ini semaksimal mungkin untuk memperluas pencarian dan memastikan seluruh area yang menjadi sasaran dapat disisir,” katanya.
Dengan ditemukannya Agusra, pencarian terhadap dua korban yang dilaporkan hilang sejak bencana terjadi telah selesai. Namun, seluruh unsur SAR tetap bersiaga di kawasan terdampak untuk merespons apabila masyarakat membutuhkan pertolongan. (mul)





