DAERAH  

Zikir dan Doa Kebangsaan Meriahkan Peringatan Maulid Nabi di Sawahlunto

Ribuan jamaah memadati Masjid Al-Falah, Muaro Kalaban, Kota Sawahlunto, Kamis (20/08/2026).
Ribuan jamaah memadati Masjid Al-Falah, Muaro Kalaban, Kota Sawahlunto, Kamis (20/08/2026).

Sawahlunto, rakyatsumbar.id— Ribuan jamaah memadati Masjid Al-Falah, Muaro Kalaban, Kota Sawahlunto, Kamis (20/08/2026), untuk mengikuti zikir dan doa kebangsaan serta tabligh akbar dalam rangka menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW tingkat Kota Sawahlunto.

Kegiatan itu dihadiri Wakil Wali Kota Sawahlunto H.Jeffry Hibatullah, unsur Forkopimda, Forkopimcam Silungkang serta jajaran Kantor Kemenag Kota Sawahlunto yang dipimpin Kepala Kantor Kemenag Sawahlunto, Dr. H. Zulkifli D.S., S.Ag., MM.

Dalam tausiyahnya, Zulkifli mengajak umat Islam memaknai kemerdekaan Indonesia tidak sekadar sebagai peristiwa sejarah, tetapi juga sebagai momentum untuk memperkuat rasa syukur dan mendekatkan diri kepada Allah.

Menurut dia, kemerdekaan Indonesia bukan pemberian dari bangsa lain. Kemerdekaan lahir dari perjuangan panjang, pengorbanan dan keringat para pejuang.

“Para pendiri dan pejuang bangsa menyadari bahwa kemerdekaan itu tidak mungkin kita miliki kecuali dengan berkat rahmat Allah Tuhan Yang Maha Kuasa,” ujar Zulkifli.

Karena itu, kata dia, kemerdekaan perlu diisi dengan kegiatan yang memperkuat keimanan sekaligus mengenang jasa para pejuang bangsa. Doa untuk para pahlawan, menurut Zulkifli, menjadi salah satu bentuk penghargaan atas pengorbanan mereka.

“Sudah sewajarnya kita mengisi kemerdekaan ini dengan mendekatkan diri kepada Allah dan mendoakan para pejuang kita,” katanya.

Wakil Wali Kota Sawahlunto juga mengajak masyarakat melanjutkan perjuangan para pendahulu melalui pembangunan daerah.

Menurut dia, kemerdekaan tidak berhenti pada terbebasnya bangsa dari penjajahan, tetapi harus diwujudkan melalui peningkatan kualitas kehidupan masyarakat.

Ia menekankan pentingnya pembangunan sumber daya manusia sebagai bagian dari upaya mengisi kemerdekaan.

“Mari bersama-sama mengisi dan melanjutkan perjuangan kemerdekaan ini dengan membangun sumber daya manusia,” ujarnya.

Zikir dan doa kebangsaan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan kemerdekaan sekaligus penyambutan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kota Sawahlunto.

Kegiatan itu mempertemukan pesan keagamaan dan kebangsaan dalam satu ruang: mengenang perjuangan masa lalu sembari menyiapkan generasi untuk meneruskan pembangunan. (iyd)