Padang, Rakyat Sumbar – pelayanan khususnya pusat kota bisa normal kembali. Namun, selama pengerjaan, suplai air tetap kita penuhi meski kualitasnya tidak terlalu bagus,” pungkasnya.
Bantuan Pusat
Direktur Teknik, Andri Satria menambahkan 98 persen produksi air bersih berasal dari lima sungai di Kota Padang. Ia menjelaskan setelah bencana banjir bandang tahun lalu, kualitas air sungai mengalami penurunan.
Kekeruhan yang terjadi di air baku sangat tinggi, 100 hingga 200 NTU dan kualitasnya asam. Perumda AM Padang memerlukan banyak bahan kimia untuk pengolahan. “Kualitas air baku yang berubah harus disikapi dengan perbaikan jaringan pipa,” katanya.
Pihaknya bersyukur, lantaran Kementerian PU telah memperbaiki intalasi pengolahan air di IPA Gunung Pangilun yang melayani mayoritas pelanggan di Kota Padang. Nantinya jika IPA ini selesai, maka pelayanan akan terdongkrak, pelanggan pun bertambah.
“Sat ini, pasca bencana alam, IPA Gunung Pangilun yang awalnya memproduksi 550 liter/detik kini hanya bisa memenuhi 400 liter/detik. Menyangkut keluhan pelanggan terkait kekeruhan air, kami sikapi dengan tiap hari melakukan pencucian pipa dengan harapan kekeruhan air bisa diatasi. Selain itu, kami juga melakukan jemput bola dengan mengantarkan mobil tangki ke pelanggan. Perumda AM Padang telah menyiapkan armada untuk menyalurkan air secara langsung agar pelanggan tidak mengalami krisis air bersih,” jelas Andri Satria. (rif)





