22/04/2024

rakyatsumbar.id

Berita Sumbar Terkini

Beranda » 35 Pendaki Gunung Marapi Masih Terjebak

35 Pendaki Gunung Marapi Masih Terjebak

Petugas Basarnas dan Relawan ketika melakukan persiapan pendakian menuju puncak Gunung Marapi

Padangpanjang, rakyatsumbar.id—Erupsi Gunung Marapi yang terjadi sepanjang Minggu (3/12) kemarin, tidak begitu berdampak bagi warga Padangpanjang, Batipuh dan X Koto (Pabasko). Dimana, erupsi yang terjadi sekitar pukul 14.54 WIB dan hujan abu vulkanik hingga pukul 16.00 WIB.

Dari pantauan lapangan, dari awal erupsi yang terlihat jelas dari Padangpanjang dan mendapat perhatian warga itu, karena angin bertiup kencang ke arah timur. Sehingga, gumpalan awan panas terlihat menuju kawasan daerah Sungai Puar dan Baso, Kabupaten Agam.

Baca juga : 

Gunung Merapi Meletus, Letusan Terdengar Hingga Bukittinggi.

Hujan Abu Vulkanik Sampai ke Lubuk Basung

Kepala BPBD Kota Padangpanjang I Putu Venda ketika dihubungi rakyatsumbar.id menyampaikan, hingga Minggu malam, masih ada 35 pendaki yang masih terjebak di Gunung Marapi.

“Personil BPBD bersama Basarnas dan relawan akan melakukan pendakian ke Gunung Marapi untuk menyisir dan mencari pendaki yang masih terjebak saat erupsi terjadi. Malam ini, petugas telah bergerak ke atas (Mendaki-red),” sebutnya.

Meksipun ada kesimpangsiuran terkait kondisi pendaki yang terjebak di puncak Gunung Marapi, I Putu Venda menjelaskan, dari koordinasi di Posko Pendakian Gunung Marapi di Batu Palano, belum ada informasi pasti terkait kondisi korban.

“Kita berharap, tim segara sampai ke puncak dan melakukan evakuasi terhadap para pendaki yang masih terjebak di puncak,” jelasnya.

Sementara itu, terkait awan panas yang terjadi akibat erupsi, I Putu Venda juga mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap adanya erupsi susulan, meskipun informasi dari BMKG tidak ada erupsi susulan, sejak Minggu sore.

“Kita juga mengimbau warga untuk menggunakan masker jika keluar rumah, meskipun awan panas tidak mengarah ke wilayah Padangpanjang dan saat ini juga telah terjadi hujan, semoga material-material erupsi yang terbawa awan panas, terbawa air hujan,” harapnya.

Sementara itu, salah seorang warga Padangpanjang Dasriel menyebutkan, dampak erupsi Gunung Marapi tidak begitu terasa di daerah Padangpanjang, Batipuh dan X Koto (Pabasko), meskipun berada di kaki Gunung Marapi.

“Alhamdulilah, awan panas tidak mengarah ke Padangpanjang. Tetapi, ke arah timur, yakni Sungai Puar dan Baso, tetapi kita tetap waspada,” sebut Dasriel. (ned)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.