15 Pendaftar Ikuti Seleksi Baznas, Tiga Pendaftar Berasal dari Luar Dharmasraya

Dharmasraya, rakyatsumbar.id — Berhembus angin tak sedap. Perebutan lima kursi komisioner Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Dharmasraya, mulai menarik perhatian, karena dinilai penuh syarat kepentingan. Sebanyak 15 orang tercatat mendaftar dalam proses seleksi calon pimpinan Baznas periode 2026-2031 mendatang.

Bahkan, dari 15 orang yang telah lulus seleksi administrasi, beberapa di antaranya merupakan orang-orang dekat penguasa. Menariknya, gaji komisioner Baznas yang tak sedikit, semakin menggiurkan untuk perebutan lima kursi.

Pendaftaran dibuka sejak 15 Juli hingga 4 Agustus 2026. Menariknya, kesempatan tersebut tidak hanya terbuka bagi warga yang berdomisili di Dharmasraya. Pendaftar dari luar daerah juga diperbolehkan mengikuti seleksi.

Sejumlah peserta diketahui menggunakan domisili karena memiliki KTP dari daerah lain, seperti Solok, Tanahdatar. Salah satu nama yang ikut dalam proses tersebut adalah Muklis M, yang berdomisili luar Dharmasraya.

Informasi yang berkembang menyebutkan, dari 15 pendaftar terdapat sejumlah figur dari luar Dharmasraya yang dinilai memiliki peluang cukup besar untuk menduduki kursi komisioner. Beberapa di antaranya disebut memiliki kedekatan dengan lingkaran penguasa daerah.

Bahkan, salah seorang peserta disebut pernah dipercaya sebagai ketua tim transisi bupati. Keterlibatan figur-figur yang memiliki hubungan dekat dengan penguasa ini pun mulai menjadi perhatian publik.

Tak hanya itu, minat terhadap posisi komisioner Baznas juga terlihat dari keikutsertaan sejumlah orang yang selama ini dikenal dekat dengan lingkungan pemerintahan, termasuk pegawai negeri sipil (PNS) yang memasuki masa pensiun.

Besarnya minat tersebut tidak terlepas dari posisi komisioner Baznas yang dinilai cukup strategis, termasuk dari sisi penghasilan dan kewenangan dalam pengelolaan zakat di daerah.

“Ada sebanyak 15 orang yang ikut mendaftar, dan tiga diantaranya berasal dari luar Dharmasraya dengan menggunakan surat keterangan Domisili,” kata Panitia Natra Hendri yang juga kabag Kesra, Rabu (12/8).

Ia mengatakan, semua Pendaftar Lolos Administrasi Berdasarkan tahapan yang telah disusun, seleksi administrasi berlangsung pada 5-10 Agustus 2026. Dari 15 orang yang mendaftar, seluruhnya dinyatakan lolos administrasi dan berhak mengikuti tahapan berikutnya.

Selanjutnya, para peserta akan mengikuti tes Computer Assisted Test (CAT) pada 13-15 Agustus 2026. Hasil tes CAT dijadwalkan diumumkan pada 20 Agustus 2026.

Dari hasil CAT tersebut, nantinya akan ditentukan 10 nama yang akan diusulkan ke Baznas pusat untuk mengikuti tahapan berikutnya.

Proses seleksi kemudian berlanjut dengan wawancara pada 24-25 Agustus. Wawancara tersebut dilakukan di Baznas pusat.

Hasil akhir seleksi dijadwalkan diumumkan pada 29 Agustus 2026. Keputusan mengenai siapa yang akan menduduki kursi komisioner Baznas Dharmasraya nantinya berada di tangan Baznas pusat.

“Setelah keputusan tersebut ditetapkan, Surat Keputusan (SK) pengangkatan akan diterbitkan oleh Bupati Dharmasraya,” tutupnya.

Masuknya sejumlah figur yang disebut memiliki kedekatan dengan penguasa membuat proses seleksi ini diprediksi akan menjadi perhatian masyarakat. Masyarakat berharap seluruh tahapan berlangsung terbuka, objektif dan berdasarkan kemampuan calon.

Terlebih, Baznas memiliki peran penting dalam menghimpun dan menyalurkan zakat masyarakat. Karena itu, sosok yang nantinya dipercaya menjadi pimpinan diharapkan benar-benar memiliki integritas, kemampuan mengelola lembaga serta keberpihakan kepada kepentingan masyarakat, bukan semata-mata karena kedekatan politik maupun kekuasaan.

Kini, 15 nama telah masuk arena. Sepuluh akan melaju ke tahap berikutnya dan keputusan akhir berada ditangan Baznas pusat.(yy)