rakyatsumbar.id

Berita Sumbar Terkini

Beranda » 1 Warga Koto Baru yang Meninggal, Alami Gejala Covid-19

1 Warga Koto Baru yang Meninggal, Alami Gejala Covid-19

Dharmasraya, Rakyat Sumbar- Diduga, salah seorang warga Nagari Koto Baru Kabupaten Dharmasraya,  yang meninggal pada Jumat (3/4/2020) sore, terpapar oleh Virus Corona COVID-19. Hal itu terlihat dari cara penanganan jenazah yang dilakukan sesuai standar prosedur tetap COVID-19.

“Informasi sebelum meninggal, korban sempat menujukkan gejala COVID-19, seperti mengalami batuk dan demam,” kata Juru Bicara Penanganan COVID-19 Dharmasraya Rahmadian, Sabtu (4/4/2020).

Saat ditanya, apakah korban meninggal akibat terpapar COVID-19. Pihaknya masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut yang dilakukan oleh tim medis.

“Secara pasti, apa karena terpapar oleh virus Corona atau tidak, kita masih menunggu hasil swap labor” ungkapnya.

Namun, dari hasil koordinasi dengan dokter spesialis paru, penanganan korban memang dilakukan sesuai standar Corona Virus Diseallse 2019 (COVID-19), jelasnya.

“Ada juga informasinya korban meninggal karena mengalami keluhan sesak jantung,” katanya.

Ia mengatakan identitas korban yakni berinisial “N” umur 57 tahun, asal Kota Pariaman. Informasi sementara korban bekerja sebagi penjual ikan di Koto Baru.

“Sebelum meninggal, almarhum juga sempat melakukan perjalanan ke Kecamatan Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hllilir, Riau,”ungkapnya.

Sementara itu, Wali Nagari Koto Baru, Kecamatan Koto Baru, M Lubis menjelaskan, bahwa dalam keseharian korban bekerja sebagai penjual ikan, sedangkan keluarga menetap di Kota Jambi.

“Korban tinggal di rumah persinggahan di Koto Baru, bekerja sebagai penjual ikan, istri korban menetap di Kota Jambi,” kata M.Lubis, kepada awak media singkat.

Sementara dari rilis Humas Pemkab Dharmasraya, hingga Jumat (03/04/2020), melaporkan jumlah warga Dharmasraya yang masuk dalam daftar Pelaku Perjalanan daerah Terjangkit (PPT) yang saat ini berada dalam pengamatan petugas kesehatan telah mencapai angka 2.322 orang. Untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) turun 10 orang menjadi  41 orang. Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Nihil dengan hasil Negatif. (yy)

About Post Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *