27/05/2024

rakyatsumbar.id

Berita Sumbar Terkini

Beranda » Wako Bukittinggi Gelar Klarifikasi Terkait Dugaan Kasus Inses di Daerahnya

Wako Bukittinggi Gelar Klarifikasi Terkait Dugaan Kasus Inses di Daerahnya

Wako Bukittinggi Erman Safar menggelar klarifikasi terkait dugaan kasus Inses di Bukittinggi.


Bukittinggi, rakyatsumbar.id -Heboh soal penyebaran berita hoaks terkait adanya kasus dugaan Inses di Kota Bukittinggi, mendapat tanggapan dari Walikota Bukittinggi Erman Safar, Selasa (27/6).

Sebelumnya, Parik Paga Nagari Kurai bersama Niniak Mamak Kurai V Jorong melaporkan Walikota Bukittinggi ke Polresta Bukittinggi tentang penyebaran berita hoaks kasus dugaan Inses (hubungan seksual sedarah) di Bukittinggi.

Kemudian, Parik Paga Nagari dan Niniak Mamak menyampaikan pernyataan sikap ke DPRD Bukittinggi.

Walikota Bukittinggi Erman Safar menyampaikan klarifikasi bahwa awalnya, ia mendapat informasi dari lembaga resmi yang mendapat izin dari Kementerian Sosial Republik Indonesia.

“Informasinya adalah ada warga Bukittinggi yang sedang direhabilitasi di lembaga tersebut.

“Lalu, saya berkunjung ke sana dan pengelolanya menyampaikan di duga ada perbuatan salah satu anak di dalam lembaga itu, yang melakukan hubungan dengan ibunya.”

“Saya tanya ke anak tersebut dan ia menyampaikan hal yang sama,” ungkap Erman Safar dalam akun FB kababukittinggi dan instagram.

Wako Erman menambahkan pengakuan anak tersebut sangat mengagetkan dirinya.

Perbuatan ini seharusnya tidak terjadi lagi di tengah warga Bukittinggi. Itu sekitar 3 bulan yang lalu.

“Beberapa hari lalu, ada sosialisasi yang diadakan Pemko Bukittinggi. Acara terbatas dan hanya 7 orang per kelurahan.”

“Acara digelar di tempat tertutup. Dalam acara itu, kita menyampaikan info penyimpangan seksual. Tapi, kita tidak menyebut nama bahwa di Bukittinggi ada anak yang berhubungan dengan orang tuanya. Kita juga menyampaikan secara lebih umum,” jelas Erman.

Lebih lanjut Wako menambahkan ia juga menyampaikan tentang LGBT, kasus pelecehan seks dan sebagainya.

“Namun, informasi ini viral di luar sepengetahuan kita. Pemerintah kota juga tidak pernah meminta wartawan dari awal kita dapat info perbuatan menyimpang ini, untuk diberitakan. Kita menyampaikan keadaan sosial yang sudah mengkuatirkan ini, semata-mata untuk kewaspadaan sosial di tingkat masyarakat. Kita mengajak partisipasi rakyat bersama-sama menanggulangi keadaan penyimpangan yang sudah terjadi di Bukittinggi,”tambahnya.

Walikota sudah menghubungi Polresta Bukittinggi beberapa waktu kemudian, agar hal ini ditindaklanjuti secara hukum.

“Sampai sekarang, kasus ini masih dalam penyelidikan. Belum ada keterangan dari Polresta Bukittinggi yang menyatakan ini hoaks, ini bohong. Jadi, belum pernah ada sampai saat ini. Saya juga sudah berjumpa dengan Polresta Bukittinggi,” pungkas Erman Safar. (edw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.