04/12/2022
Beranda » Wagub Minta Pemda Anggarkan Kegiatan Kajian Bencana

Wagub Minta Pemda Anggarkan Kegiatan Kajian Bencana

Tanahdatar Tetapkan Tanggap Darurat Sepekan

Tanahdatar, Rakyat Sumbar—Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit meminta bupati/walikota di Sumbar menganggarkan kegiatan kajian terhadap banjir bandang dan longsor. Menurutnya, kajian tersebut sangat penting dalam memberikan gambaran kekinian alam Sumbar sehingga dapat membantu langkah dalam pengurangan resiko bencana di Sumbar.

Hal ini disampaikannya, saat meninjau lokasi banjir bandang yang terjadi Jorong Tanjuang Sawah, Nagari Padang Laweh Malalo, Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar, Sabtu, 18 Januari 2020. Dimana sehari sebelumnya, bencana tersebut mengakibatkan sebanyak 7 rumah warga, 1 bengkel dan 3 bangunan fasilitas umum berupa Kantor Wali Nagari, Koperasi dan PDAM mengalami kerusakan.

“Pemerintah provinsi akan selalu memberikan perhatian besar terhadap kebencanaan ini. Setiap bencana terjadi, tim penanggulangan bencana akan selalu diturunkan secepatnya, begitu juga dengan BPBD kabupaten/kota terdekat. OPD terkait di lingkup pemerintah provinsi juga diharapkan ikut membantu. Tujuannya agar masyarakat yang tertimpa bencana bisa cepat dibantu,” jelasnya.

Wagub Sumbar Nasrul Abit saat mengunjungi lokasi banjir bandang yang terjadi Jorong Tanjuang Sawah, Nagari Padang Laweh Malalo, Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar, Sabtu, 18 Januari 2020.

Ia menyampaikan keprihatinannya terhada masyarakat di Jorong Tanjung Sawah Nagari Padang Laweh, Kecamatan Batipuh Selatan yang tertimpa musibah banjir bandang atau galodo pada Jumat(17/1) pagi. Ia menyampaikan, meningkatnya curah hujan tinggi perlu diwaspadai masyarakat. Sebab melihat kondisi alam Sumbar yang berbukit-bukit dan dikelilingi banyak sungai, bencana banjir dan longsor rawan terjadi.

“Seperti yang baru saya menimpa masyarakat kita di Jorong Tanjung Sawah Nagari Padang Laweh, Kecamatan Batipuh Selatan. Ini terjadi karena curah hujan yang begitu tinggi yang membawa material batu-batu yang cukup banyak beserta lumpur. Kita tidak dapat menduga apakah karena ada illegal loging atau tidak, itu perlu kajian lebih lanjut,” terangnya.

Ia menambahkan, bencana dahsyat seperti ini dalam beberapa tahun terakhir hampir selalu terjadi di beberapa daerah Sumbar. Untuk itu, perlu kiranya bantuan para peneliti untuk memberikan hasil pemantauan kajian dalam melihat kondisi alam dan proses penyebab bencana yang terjadi.

“Kajian dalam berbagai aspek dari kalangan akademisi tentu akan bermanfaat dalam menetapkan langkah dan kebijakan pembangunan daerah ke depan. Sudah saatnya bupati dan walikota se Sumbar menganggarkan kegiatan kajian oleh para akademisi terhadap setiap bencana yang rawan terjadi di daerahnya,” ungkapnya.

Ia juga meminta Pemkab Tanahdatar segera melakukan dan merencanakan pemindahan warga yang berada di zona merah di Nagari Padang Laweh Malalo. Rumah masyarakat yang rusak akibat banjir diharapkan dapat segera diperbaiki dan dibangun hunian sementara atau tetap.

Wagub Sumbar Nasrul Abit saat salurkan bantuan untuk masyarakat yang menjadi korban banjir bandang di Jorong Tanjuang Sawah, Nagari Padang Laweh Malalo, Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanahdatar, dalam kunjungannya Sabtu, 18 Januari 2020

Dalam kunjungannya Wagub Nasrul Abit bersama Direktur Mitigasi BNPB Medi Herlianto juga menyerahkan bantuan siap pakai dari pusat sejumlah Rp250 juta. Ia juga meminta BPBD Tanahdatar dapat menggunakan uang tersebut tepat sasaran agar korban terdampak banjir segera hidup normal seperti biasa.

“Masa tanggap darurat yang ditetapkan Pemda Tanahdatar selama satu pekan bisa diperpanjang hingga satu bulan jika kondisi masih belum memungkinkan,” terangnya.

Pada kunjungan tersebut secara pribadi Nasrul juga menyumbangkan sejumlah dus mie instan dan beras. Ia mengatakan, dalam waktu dekat Pemprov Sumbar juga akan memberikan bantuan buat warga dan upaya penanganan pasca bencana di Nagari Padang Laweh Malalo.

Pasca bencana yang terjadi pada Jumat (17/1), Pemkab Tanahadatar telah tetapkan masa tanggap darurat selama sepekan terhitung mulai Sabtu(18/1) hingga Jum’at, (24/1). (mul).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.