09/02/2023
Beranda » UPT Rusunawa Kota Padang Tingkatkan Capaian PAD

UPT Rusunawa Kota Padang Tingkatkan Capaian PAD

Kepala UPT Rusunawa dan Rumah Khusus, Angga Liberdo, dan tim saat pemutusan listrik di Rusunawa Purus, beberapa waktu lalu. ISTIMEWA

Padang, rakyatsumbar.id — UPT Rusunawa dan Rumah Khusus, Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Padang, memfokuskan realisasi pencapaian target pendapatan asli daerah (PAD).

“Target PAD tahun ini Rp977.300 juta, realisasi capaian target sementar Rp344.983 juta. Oleh karena itu, kami fokus mengejar sisa target tersebut,” kata Kepala UPT Rusunawa dan Rumah Khusus, Angga Liberdo, Jumat, (14/10) siang.

Ia melanjutkan, dalam kurun waktu sekitar 14 hari, realisasi capaian target sementara PAD bertambah sekitar Rp200 juta. Oleh karena itu, pihaknya terus meningkatkan PAD hingga Desember 2022.

“Saya baru berdinas di sini, kurang lebih dua minggu, saat itu realisasi capaian sementara masih di angka sekitar Rp100 juta lebih, setelah saya masuk jumlahnya meningkat,” ucapnya.

Menurut Angga, untuk meningkatkan capaian PAD, penyewa rumah susun sewa (Rusunawa) harus membayar tunggakan. Pihaknya pun melakukan pendekatan persuasif agar masyarakat bersedia membayar sewa.

“Pembayaran tunggakan di cicil secara bertahap, sebulan bayar dua angsuran, masyarakat yang menghuni Rusunawa itu rata-rata berpenghasilan rendah, kalau kita paksakan bayar sekaligus susah juga,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, Rusunawa dan rumah khusus terdapat di Pasia Nan Tigo, Purus dan Lubukbuaya. Penyewanya adalah masyarakat berpenghasiln rendah (MBR) seperti buruh, nelayan, dan lainnya.

“Mayoritas pada tiga lokasi itu tertunggak sewanya sekitar 12-60 bulan. Keluhan masyarakat karena terdampak pandemi Covid -19. Tunggakan itu ratusan juta. Kami fokus di Rusunawa Purus,” sebut Angga.

Ia menjelaskan, telah memberikan tenggat waktu pelunasan terhadap  penyewa Rusunawa bagi masyarakat yang mampu, hingga 15 Desember 2022.

“Yang tinggal di sini (Rusunawa Purus), 85 persen masyarakat tak mampu. Sewanya berkisar Rp245 ribu-hingga Rp325 ribu, tergantung lantainya, kalau tidak di cicil akan ada pemutusan listrik,” beber Angga. (byr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.