22/04/2024

rakyatsumbar.id

Berita Sumbar Terkini

Beranda » Uang Pelicin Ikut Seleksi PPDS Fakultas Kesehatan Unand Capai Ratusan Juta ?

Uang Pelicin Ikut Seleksi PPDS Fakultas Kesehatan Unand Capai Ratusan Juta ?

Foto Ilustrasi

Padang, rakyatsumbar.id—–Saat ini, Indonesia masih kekurangan tenaga dokter spesialis. Apalagi, biaya yang harus dikeluarkan untuk menjadi seorang dokter spesialis tidaklah sedikit.

Sehingga, untuk menempuh pendidikan dokter spesialis hanya dapat di akses oleh orang – orang yang mampu saja.

Oleh karena itu, diperlukan waktu selama enam tahun untuk menjadi seorang dokter dan 4 – 5 tahun untuk menjadi seorang dokter spesialis.

Minimnya kehadiran dokter spesialis dalam layanan kesehatan diberbagai daerah, serta banyaknya peminat untuk menjadi peserta didik (residen) walaupun dengan biaya yang sangat mahal dan dengan kuota penerimaan yang sangat terbatas.

Menjadi celah bagi oknum – oknum tertentu untuk menggaruk keuntungan dengan meminta sejumlah uang kepada calon peserta didik dalam seleksi penerimaan calon peserta didik Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Padang.

Salah seorang dokter senior di Kota Padang yang tidak ingin disebutkan namanya menjelaskan, dugaan permainan uang dari beberapa orang ini terjadi, karena beberapa kali gagal test masuk kemudian mengaku menyetorkan sejumlah uang agar dijamin kelulusan dalam seleksi penerimaan calon PPDS di Fakultas Kesehatan (FK) Unand.

“Diduga ada uang pelicin demi lulus dalam seleksi calon PPDS di FK Unand yang mencapai 400 juta rupiah atau lebih” ujarnya, Minggu (24/03/2024).

“Ada beberapa orang calon peserta seleksi PPDS Obstetri & Ginekologi yang diduga menyetorkan uang 400 juta rupiah kepada kurir agar lulus dalam seleksi penerimaan calon peserta didik program pendidikan ini,” tambahnya.

Menurutnya, isu tentang penyetoran uang agar lulus dalam seleksi calon PPDS FK Unand ini sudah lama tersiar dari periode-periode seleksi sebelumnya tapi tidak ditindaklanjuti.

“Kali ini isu ini cukup kuat, apalagi diduga ada pengakuan dari dokter yang mengikuti seleksi PPDS FK Unand di Unand,” jelas alumni Kedokteran Unand ini.

Oleh karena itu, ia berharap agar tim ad hock yang di bentuk dekan FK Unand bisa menyelidiki kasus ini hingga tuntas.

“Kita berharap, kasus ini di kawal terus hingga menemukan titik kebenaran dan dapat di pertanggungjawabkan secara hukum,” harapnya.

Menanggapi adanya dugaan uang pelicin dalam hal seleksi PPDS FK Unand, Dekan FK Unand Prof. Dr. Afriwardi, SH, SP. KO,. MA menyatakan belum berani memberikan keterangan.

“Tim kami sedang bekerja, kami belum bisa memberikan keterangan pers. Mohon bantu untuk memberantas tikus – tikus yang merongrong proses pendidikan. Ini adalah komitmen kami,” ujarnya via sambungan WhatApp, Minggu (24/3)

Terpisah, Sekretaris Universitas Andalas Dr. Aidinil Zetra, MA saat di hubungi Rakyat Sumbar mengaku, belum mengetahui tentang kasus ini, serta sudah ada tim ad hock untuk menyelidiki kasus ini.

“Saya belum mendengar kasus ini dan tim ad hock nya. Saya akan cari informasi lebih lanjut,” tutupnya. (edg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.