rakyatsumbar.id

Berita Sumbar Terkini

Beranda » Transmisi Lokal Covid-19 Kota Padang Sudah Generasi ke 4

Transmisi Lokal Covid-19 Kota Padang Sudah Generasi ke 4

Kadis Kesehatan Kota Padang, dr.Ferimulyani Hamid, M.Biomed (memegang mic) saat rapat bersama Anggota DPRD dan Wakil Walikota Padang, Jumat (1/5).

Total 14 Cluster, Baru 2 Terputus, Warga Pasar Raya Bakal Diswab Massal

Padang, Rakyat Sumbar—Pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Padang menyimpulkan, penularan lokal (lokal transmisi) virus Korona (Covid-19) di Kota Padang terus berkembang, dan bahkan sudah ada yang memasuki generasi ke 4.

Kepala Dinkes Kota Padang, dr.Ferimulyani Hamid, M.Biomed memaparkan, bahwa dari total 14 cluster (area) penularan Covid-19 di Padang, baru dua cluster yang belum berhasil diputus penyebarannya.

“Dua cluster ini terus berkembang, yaitu cluster Pasarraya dan cluster Pengambiran. Di cluster Pasar Raya, Covid-19 nya sudah memasuki generasi ke- 4, sedangkan Marapalam telah memasuki generasi ke-3,” ucapnya saat rapat bersama Anggota DPRD dan Wakil Walikota Padang, Jumat (1/5).

Untuk diketahui, generasi ke 2 merupakan penularan lokal pertama. Generasi ke 2 dapat dikatakan sebagai penularan lokal terbatas. Lalu dari penularan lokal terbatas ini, kasus baru disebut generasi ke 3, hingga seterusnya.

Untuk mengurangi perkembangan Covid di Cluster Pasarraya Padang, Dinkes Padang berencana akan melakukan pemeriksaan Swab (cairan dahak) secara massal kepada masyarakat yang berada di lingkungan Pasar tersebut.

“Dengan menggandeng dinas terkait, kami berencana melakukan Swab massal kepada masyarakat yang berada di Pasarraya Padang. Kami telah melakukan screening awal sehingga di Pasarraya terdapat 36 kasus dan telah memasuki generasi ke-4,” tegasnya.

Pihak Dinskes berharap, untuk memutus mata rantai virus Korona di Kota Padang, masyarakat harus mentaati anjuran pemerintah untuk melakukan social distancing, cuci tangan, dan selalu memakai masker.

“Dalam dua minggu ke depan, Covid-19 di Kota Padang akan bisa ditanggulangi jika masyarakat konsisten dalam hal social distancing, cuci tangan, dan selalu memakai masker,” tutupnya.

Pada rapat tersebut, lebih jauh dr. Ferimulyani menjelaskan, berhasilnya ditemukan banyak kasus baru Korona di Padang tidak terlepas dari usaha tim medis yang bergerak cepat, dalam men-tracking kontak positif dari pasien yang terjangkit.

“Di Kota Padang mayoritas pasien Covid-19 berasal dari orang tanpa gejala,” beber dr. Ferimulyani.

Pihak Dinkes lanjut dia, terus memeriksa orang tanpa gejala ini. Dia menambahkan, kondisi di Padang berbeda di daerah lain, yang lebih banyak menunggu pasien yang berobat ke rumah sakit.

Ferimulyani juga menjelaskan, peningkatan jumlah pasien Korona juga dikarenakan, Swab dari pasien, baru diperiksa. Oleh karena itu, angka Covid-19 di Padang terus naik. Sebelumnya, karena banyaknya orang yang diperiksa, Dinas Kesehatan Kota Padang juga kehabisan stock Reagen.

“Reagen merupakan cairan untuk menguji tes Covid-19 dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR). peningkatan  jumlah disebabkan akumulasi dari semua hasil swab Ketika telah ada Reagen,” tutupnya. (edg)

About Post Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *