21/05/2024

rakyatsumbar.id

Berita Sumbar Terkini

Beranda » Transaksi Tunai Tinggi di Mentawai, BI Pasok Rp3 Miliar Uang Layak Edar

Transaksi Tunai Tinggi di Mentawai, BI Pasok Rp3 Miliar Uang Layak Edar

Kepala BI Sumbar, Endang Kurnia Saputra, memasangkan rompi kepada salah seorang prajurit TNI AL, saat melepas tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat.

Padang, rakyatsumbar.idBank Indonesia (BI) mengedarkan Rp3 miliar uang rupiah layak edar pada sejumlah pulau di Kabupaten Kapulauan Mentawai. Peredaran uang itu melalui Ekspedisi Rupiah Berdaulat, 19-25 April 2024, bekerja-sama dengan TNI AL, menggunakan KRI Cakalang.

“Nomimal yang kami edarkan untuk 5 pulau (Pulau Pagai Selatan, Pagai Utara, Sipora, Siberut (Maileppet) Muara Sikabaluan), di Kabupaten Kepulauan Mentawai Rp3 miliar,” kata Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sumbar, Endang Kurnia Saputra, setelah melepas tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat, di Dermaga Pelabuhan Teluk Bayur Padang, Jumat, (19/4) pagi.

Ia melanjutkan, tujuan Ekspedisi Rupiah Berdaulat ini jangka pendeknya adalah mengedarkan uang, sedangkan jangka panjangnya  menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Kami drop uang-uang baru, kami tarik uang yang masih layak edar atau uang yang lusuh yang sudah rusak. Kerja-sama dengan Bank Nagari di situ,” ucap Adang, panggilan akrab Endang.

Menurut Adang, kegiatan Ekspedisi Rupiah Berdaulat dilakukan pada seluruh daerah di Indonesia, dalam kurun waktu setahun dilakukan hanya sekali.

“Pprosesnya sebenarnya kita menarik uang yang memang layak edar, makanya kita lama, kita ke kampung-kampung, narik narik uang ke masyarakat yang langsung menukar uang ke BI,” ungkapnya.

Ia menerangkan, ekspedisi ini dilakukan di Kabupaten Kepulauan Mentawai, lantaran daerah tersebut transaksi tunainya masih tinggi, sehingga Bank Indonesia perlu melayani.

“Mentawai itu, transaksi tunainya masih besar dan itu perlu kami layani agar masyarakat di sana bisa melakukan transaksi dengan lancar.  Transaksi tunainya kurang lebih 98 persen,” tuturnya.

Ia menegaskan, siapapun yang berada di NKRI, termasuk turis asing harus bertransaksi menggunakan rupiah, tidak boleh menggunakan mata uang asing.

“Bank Indonesia harus hadir di Mentawai. Jangan sampai masyarakat butuh rupiah, kita tidak ada di situ. Kami pun mendorong bank-bank yang memang bisa hadir di setiap pulau di situ,” sebut Adang.

Ia mengakhiri, ekspedisi ini bekerja sama dengan TNI AL, sebab TNI AL merupakan garda terdepan mengedarkan uang rupiah di daerah 3 T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar).

“TNI AL garda terdepan kami. Kami sangat berterima kasih dengan TNI AL, sudah hampir 5 dekade kami berkerja-sama di seluruh Indonesia, karena tanpa dukungan TNI AL masyarakat di pulau 3 T itu tidak bisa dilayani dengan baik, tidak ada kapal-kapal yang memang kita bisa nyaman dan aman selain dengan TNI AL, peranya cukup besar,” pungkas Adang. (byr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.