Terbatas, Tapi Memiliki Kemampuan tak Terbatas

212
Khairul Rizki satu dari tiga peserta tuna netra dari Provinsi Sumatera Barat di Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-XXVIII tahun 2020.

Khairul Rizki, Peserta Tahfiz 10 Juz Putra dari Sumbar

Oleh : Muharman—Padang

Khairul Rizki,(18) menjadi satu dari tiga peserta tuna netra dari Provinsi Sumatera Barat di Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-XXVIII tahun 2020.  Meskipun dengan keterbatasan yang dimiliki pada penglihatanya sejak mulai lahir, namun anak bungsu dari 4 bersaudara ini memiliki kemampuan yang luar biasa dalam hafalan Alquran.

Rizki, begitu sapaan pemuda asal Padangpariaman yang menjadi Qari Sumbar untuk MTQ Nasional pada cabang hafalan Alquran untuk 10 juz putra ini. Menjelang tampil pada pada Selasa (17/11/2020) di Auditorium Universitas Baiturahmah yang menjadi venue perlombaan tersebut, Rizki terus berlatih, mengulang-ngulang hafalannya.

“Persiapannya jelang tampil, ya mengulang sendiri hafalannya, mengikuti pelatihan setiap hari, dan menjaga kesehatan, agar di MTQ Nasional tahun ini bisa meraih hasil yang maksimal,” sebutnya ditemui  Rakyat Sumbar  di penginapan kafilah Sumbar, Jumat (13/11/2020) siang.

Rizki akan berusaha maksimal untuk meraih prestasi terbaiknya di MTQ  Nasional tXXVIII. Peraih juara di MTQ Nasional Tingkat Sumbar ke XXXVIII di Kota Solok pada tahun 2019 ingin tambil membanggakan, apalagi Sumbar sebagai tuan rumah MTQ Nasional tersebut.

“Terpenting berusaha maksimal saja. Kalau target tentu juara, tapi kalau itu difikirkan malah nanti jadi kepikiran,” kata Rizki di dalam kamar penginapannya di Hotel Pangeran Beach, didampinginya neneknya, Nurmani (78) yang senantiasa menemani selama kegiatan menjadi kafilah Sumbar.

Nurmani nenek Khairul Rizki yang senantiasa menemani selama kegiatan menjadi kafilah Sumbar.

Pada MTQ Nasional XXVII Tahun 2018 lalu di Pontianak, Rizki mendapatkan peringkat 10. Ia telah berupaya tampil maksimal, meskipun saat itu kondisinya demam berdarah. Para pelatihnya yakin ia bisa tampil menjadi yang terbaik,  untuk itu peserta nomor urut 40 tersebut akan berusaha untuk meraih medali dalam cabang hafalan Alquran untuk 10 juz putra.

“Semoga saat tampil besok dilancarkan Allah, begitu juga peserta Sumbar lainnya, kita semua diberikan kesehatan sehingga seluruh perlombaan yang dilaksanakan berjalan lancar,” ungkap Rizki yang sudah hafal 30 juz  tersebut.

Rizki sejak usia 6 tahun sudah ikut berbagai lomba, meskipun saat itu ia masih menjadi murid TPA di Musalla yang berada tak jauh di belakang rumahnya di Ampalu, Sungai Sarik, Padangpariaman.

Meskipun memiliki keterbatasan dalam penglihatan matanya sejak bayi, namun  tak menyulutkan semangatnya untuk belajar baca Alquran. Untuk menghafal bacaan Alquran walaupun hanya bisa mendengar sebentar, tapi itu bisa dilafazkannya kembali dengan benar.

Saat ini ia belajar Quran digital, namun setor sama ustad untuk mengetahui benar atau salah bacaannya. Di kamarnya terlihat sebuah speaker kecil yang warna merah yang digunakan untuk belajar hafalannya.

“Rizki dari kecil di usia 5 tahun sudah ikut sama kakeknya ke Musalla, ia maunya hanya belajar Alquran, belajar ilmu tahfiz dan bahasa arab, kalau pelajaran umum ia tidak mau. Kata gurunya di TPA kemampuannya Rizki untuk mengingat luar biasa, kadang Rizki yang dipercaya mengajari teman-temannya yang normal,” kata Nurmani menceritakan tentang cucu kesayangannya itu.

Selain Rizki, juga ada dua peserta tuna netra lainnya yang tergabung dalam 54 qari dan qariah Sumbar di MTQ Nasional XXVIII. Suherman, dan Putri Jusmiarti peserta pada cabang Hafalan, Tilawah Cacat Netra putra dan putri.

Saat ini seluruh peserta Sumbar sudah mengantongi nomor urutnya untuk tampil setelah sejak Kamis (12/11/2020) malam, kafilah Provinsi Sumatera Barat telah melakukan pendaftaran ulang .
MTQ Nasional yang akan dibuka pada Sabtu (14/11/2020) malam secara virtual oleh Presiden Joko Widodo dan dihadiri langsung Menteri Agama Menteri Agama (Menag) Fahcrul Razi.

Di 8 cabang dan 23 golongan yang dilombakan di MTQ Nasional kali ini terdapat qari dan qariah Sumbar, di cabang seni baca Alquran, qira’atal Quran, hafalan Alquran, tafsir Alquran, fahmil Alquran, seni kaligrafi Alquran, syarhil Alquran, dan cabang karya tulis ilmiah Alquran. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here