18/04/2024

rakyatsumbar.id

Berita Sumbar Terkini

Beranda » Sungai Jujuhan Diduga Tercemar Limbah

Sungai Jujuhan Diduga Tercemar Limbah

Dharmasraya Rakyatsumbar.id Sungai Jujuhan, Nagari Sinamar, Kecamatan Asam Jujuhan, tercemar limbah dari aktivitas industri. Bahkan, Sungai tersebut kini mulai mengeluarkan bau tidak sedap.

Akibatnya, Sungai yang selama ini digunakan oleh Masyarakat untuk mandi dan mencuci, kini Sungai itu tidak lagi dapat digunakan, karena warnanya sudah berubah menjadi hitam pekat.

Wali Nagari Sinamar, Marzuki menyebutkan, tercemarnya Sungai Jujuhan itu, diketahui pada Rabu (16/12/21) pagi, saat masyarakat memberi tahu kondisi air yang berubah menjadi hitam.

“Dari Berita yang kita dapat, ada dugaan kebocoran limbah pabrik PT KSI, wilayah Solok Selatan,” kata Marzuki, Rabu (16/12/21).

Dikatakannya, informasi tersebut didapat, setelah tiga orang Masyarakatnya yang bekerja tak jauh dari pabrik tersebut memberi tahukan, bahwa air sungai jujuhan tercemar akibat adanya dugaan kebocoran limbah pabrik PT KSI.

“Setelah kita mendapat informasi itu, kita lihat Sungai, ternyata benar, air sungai sudah menghitam,” jelasnya.

Selainnya Masyarakat tidak dapat menggunakan sungai sebagai tempat mandi dan mencuci, limbah tersebut juga berdampak buruk pada ikan yang ada di lubuk larangan milik warga.

“Saat ini banyak ikan lubuk larangan milik masyarakat juga mati, akibat limbah tersebut,” ungkapnya.

Kini, masyarakat Sinamar bersama-sama mengumpulkan ikan yang mati akibat limbah pabrik tersebut.

Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Dharmasraya, Erina, membenarkan tercemarnya Sungai Jujuhan.

“Kita sudah mendapat laporan dari masyarakat, bahwa Sungai Jujuhan diduga tercemar limbah,” kata Erina.

Ia menyebutkan, bahwa hari ini pihaknya akan meninjau langsung lokasi sungai jujuhan yang dikabarkan tercemar limbah pabrik itu.

“Insya Allah, siang ini kita akan turunkan anggota untuk melihat langsung kondisi air sungai itu,” ungkapnya.(yahya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.