04/12/2022
Beranda » Spanduk Hari Puisi Dibentang di Puncak Tandikek dan Talang

Spanduk Hari Puisi Dibentang di Puncak Tandikek dan Talang

Rombongan pendaki ketika berada di Puncak Tandikek.

Padangpanjang, rakyatsumbar.id —Spanduk Hari Puisi Indonesia (HPI) 2020 mulai terbentang di mana-mana. Bahkan sampai ke puncak-puncak gunung. Hal ini dilakukan oleh Komunitas Seni Rumah Sunting Pekanbaru, 27-30 Juni 2020 lalu di Sumatera Barat.

Kegiatan ini diberi nama Puisi Para Pendaki, yaitu dimulai dengan pembentangan spanduk di puncak gunung dan dilanjutkan dengan mengajak seluruh pendaki di Indonesia untuk turut merayakan hari puisi dengan cara melahirkan antologi puisi.

Yanda, Koordinator Puisi Para Pendaki, mengatakan, rangkaian kegiatan Puisi Para Pendaki dimulai dengan membentangkan spanduk HPI di puncak-puncak gunung di Sumatera. Kegiatan ini dimulai di puncak Gunung Tandikek 27-28 Juni dan Gunung Talang pada 29-30 Juni.

”Antologi Puisi Para Pendaki untuk seluruh pendaki di Indonesia, kami jemput semua. Karena itu pembentangan spanduk HPI kami laksanakan di puncak-puncak gunung di Sumatera,” kata Yanda.

Pembentangan spanduk di puncak Gunung Tandikek, Rumah Sunting berkerjasama dengan masyarakat setempat atau pengelola pos Gunung Tandikek Desa Gantiang, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar. Sedangkan di Gunung Talang berkerjasama dengan komunitas Doetao Adventure and Rescue yang berdomisili di Desa Jawijawi, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok.

Rombongan pendaki foto bersama di Puncak Talang.

Selain Yanda, pembentangan spanduk HPI ini juga diikuti oleh tim Rumah Sunting. Di antaranya Kunni Masrohanti, Muhammad De Putra, Miftahul Ihsan dan Gampil. Sedangkan dari Gunung Tandikek ada Chandra alias Ican dan dari Gunung Talang ada Alangalang Khatulistiwa alias Yose dan Bancah.

”Selain membentangkan spanduk HPI, kami mensosialisasikan HPI kepada setiap pendaki atau komunitas yang kami jumpai. kami juga menggelar diskusi kecil-kecilan tetkait HPI dan Puisi Para Pendaki,” sambung Yanda yang akrab disapa Onyek.

Ketika ditanya mengapa harus membentangkan spanduk HPI di Sumbar dan bukan di Riau, Yanda menjawab, ”Karena Puisi Para Pendaki ini untuk seluruh pendaki di Indoneaia, maka kami ambil Sumatera. Apalagi di Riau memang tidak ada gunung. Bukan hanya Sumbar, insya Allah kami akan bentangkan spanduk HPI di puncak gunung berapi tertinggi di Indonesia yakni Gunung Kerinci, Provinsi Jambi, sebagai salah satu Seven Summit Indonesia.”

Yanda juga kembali mengajak seluruh pendaki untuk menulis puisi serta mengirimkan ke panitia.

”Info terkait Puisi Para Pendaki bisa dilihat di IG Rumah Sunting. Ada juga nara hubung dan syarat-syaratnya di sana. Pokoknya yang pernah mendaki minimal tiga gunung, boleh ikutan,” tutupnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.