30/05/2024

rakyatsumbar.id

Berita Sumbar Terkini

Beranda » Si Jago Merah Mengamuk, 18 Jiwa Kehilangan Rumah

Si Jago Merah Mengamuk, 18 Jiwa Kehilangan Rumah

Mobil Damkar terlihat sibuk memadamkan api yang melalap bangunan pabrik tahu di Koto Dalam Tarok Dipo Bukittinggi.

Bukittinggi, Rakyat Sumbar– Sebuah pabrik tahu dan 5 (lima) rumah hangus terbakar di  RT 03/RW 05 Koto Dalam, Kelurahan Tarok Dipo, Kecamatan Guguakpanjang, Selasa (29/09/2020) pagi sekitar pukul 08.00 WIB. Kebakaran cukup besar tersebut menggegerkan warga setempat.

Menurut keterangan pemilik pabrik tahu Heri, kebakaran terjadi sekitar pukul 08.00 WIB. Ia sendiri tidak mengetahui asal titik percikan api. Akibat peristiwa kebakaran tersebut, satu unit sepeda motor yang berada di dalam pabrik tidak bisa diselamatkan.

“Saya sedang di dapur dan mendengar teman saya berteriak karena tangannya terbakar. Saya langsung lari dan teman saya itu dilarikan ke Puskesmas Nilam Sari,” ujar Heri.

Sementara itu, Lurah Tarok Dipo, Yelrizon saat dikonfirmasi menjelaskan sumber api diduga berasal dari rumah warga atau pabrik tahu. Sebanyak 4 kepala keluarga dan 18 jiwa menjadi korban kebakaran ini.

“Lokasi kebakaran ini masuk ke dalam wilayah Tarok Dipo. Korban kebakaran salah satunya produsen tahu. Disamping itu, tenda darurat  sudah ada termasuk bantuan Dinas Sosial. Kami dari kelurahan akan membantu warga mengurus surat-surat berharga, yang terimbas kebakaran,”ungkap Yelrizon.

Pantauan Rakyat Sumbar di lokasi kebakaran, sebanyak 5 unit Damkar Kota Bukittinggi dibantu unit Damkar Agam dan Padangpanjang langsung bekerja keras memadamkan api.

“Kami dari Damkar cukup kesulitan juga memadamkan api ke lokasi, karena terkendala jalan sempit. Mobil tidak
bisa berputar. Akhirnya, pemadaman bisa selesai selama setengah jam. Selain mobil Damkar yang datang ke lokasi, juga ada satu mobil yang stand by. Kita juga fokus ke titik api. Dalam pemadaman, kita dari Dinas Kebakaran Bukittinggi menerjunkan dua regu. Jumlah personil 50 orang dari Bukittinggi, Padangpanjang dan Agam,” ungkap Susilo, Kabid Operasional Dinas Kebakaran Bukittinggi saat di lokasi kebakaran.

Kepala Dinas Kebakaran Kota Bukittinggi Martius Bayu menyebutkan objek yang terbakar dua unit rumah semi permanen milik Sunarni dan Joni Candra. Kerugian sementara berupa dua unit rumah semi permanen, 1 unit sepeda motor, 3 drum minyak, 50 karung kacang, 1 unit mobil tidak dipakai, 2 unit TV  24 in, 1 set kursi sofa. Kerugian ditaksir sekitar Rp 350 juta. Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwajib, sementara korban jiwa tidak ada.

Martius Bayu kembali mengimbau warga  selalu berhati-hati. Dalam kondisi cuaca yang sedikit ekstrim ini agar selalu tetap waspada.

“Jangan mencolok listrik bertumpuk-tumpuk, jangan lupa mencabut sterika dan jangan tinggalkan kompor dalam keadaan menyala untuk menghindari hal-hal yang tak diingini
terjadi,” himbau Bayu.

Untuk membantu korban kebakaran ini, didirikan tenda Tagana. Tenda ini dapat menampung warga yang terkena musibah. Mereka juga dibantu makanan dan sudah didata Dinas Sosial.

Kepala Dinas Sosial Kota Bukittinggi Linda Faroza juga menerangkan, Dinas Sosial memberikan bantuan makan tiga kali sehari selama tiga hari atau sampai Hari Kamis.

“Warga yang menjadi korban juga diberikan logistik, makanan siap saji, alat masak, alat makan, makanan kaleng, minyak, roti, alat dapur, alat mandi, selimut, matras dan 2 unit tenda,” pungkas Linda. (edw/rn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.