20 Januari 2022

Beranda » Sepaket, Harga Telur dan Ayam Potong Melambung

Sepaket, Harga Telur dan Ayam Potong Melambung

harga telur ayam melambung

Harga telur ayam dan ayam potong di Pasar Raya Padang melambung.

Padang, rakyatsumbar.id- Pedagang telur dan ayam potong di Pasar Raya mengeluh, karena harganya mulai melambung.

“Semuanya naik, tapi yang paling naik telur. Saya saja sebagai penjual telur, mengurangi pembelian karena terlalu mahal.

“Pembeli yang biasanya beli 10 butir, sekarang jadi lima butir,” ucap Tedy, penjual telur di Pasar Raya Padang, Blok IV, Kamis (13/1).

Ia menduga kenaikan harga telur dan Sembako disebabkan, banyaknya pebisnis yang langsung terjun memborong pasokan telur dari peternak atau petani.

Hal ini ditenggarai sebagai  menyebabkan telur ataupun Sembako lainnya sulit dicari.

“Saya tidak tahu pasti. Apakah pebisnis ini menimbun pasokan Sembako, khususnya telur atau cuma sekedar kabar burung saja” jelasnya.

Terkait harga telur ayam dijual berdasarkan besar kecilnya, tetapi untuk telur ayam kampung  harganya Rp3500 perbutir.

“Sebelumnya, rata rata harga perbutir telur ayam itu Rp1500, tapi sekarang yang kecil saja harganya bisa sampai Rp 1700  dan yang besar  Rp 2.000,” kata Tedy.

“Bukan hanya telur ayam ayam, tapi telur itik dan telur puyuh juga naik. Kalau telur puyuh biasanya Rp 10 ribu bisa 35 butir, sekarang hanya 25 butir.”

“Kalau telur itik yang biasa harga Rp 2500, sekarang harganya bisa sampai kurang lebih Rp 3000,- ya tergantung besarnya saja,” tambahnya.

Ia mengatakan biasanya harga telur ayam perpapan dijual Rp 54 ribu, sekarang harganya bisa harga Rp 60.000 ribu.

Harga Ayam Potong Juga Ikut Naik

Di tempat yang sama, Aci seorang toke ayam mengatakan bahwa harga ayam potong juga semakin naik.

“ Harga ayam potong yang kecil biasanya itu Rp 54 ribu, tapi sekarang yang kecil saja Rp 60 ribu. Semakin besar ayam semakin mahal harganya” ucapnya.

Ia mengatakan,  persediaan ayam potong  dikandangnya tinggal sedikit, itupun sisanya ayam potong  merah.

“Ayam merah itu kurang diminati, karena dagingnya lebih keras dari pada ayam potong yang putih” jelasnya.

Ia mengungkapkan, walau harga ayam naik, tetapi peminat orang untuk membeli ayam tetap banyak.

“Naik atau tidak, Alhamdulillah pemesanan ayam tetap banyak.”

“Mungkin karena tingginya minat orang dalam mengkonsumsi daging ayam” tutupnya.

(nadyah permata sukma)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *