19/08/2022
Beranda » Sempat Viral, Oknum Anggota Dewan Minta Maaf

Sempat Viral, Oknum Anggota Dewan Minta Maaf

Anggota DPRD Pasaman, Martias (kiri) bersama Ketua DPC Partai Gerindra, Bustomi (tengah) saat menyampaikan permintaan maaf di sekretariat setempat, Rabu (13/5/2020) sore.

Pasaman,  Rakyat Sumbar —Salah seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasaman dari Fraksi Gerindra, Martias mengaku bersalah dan menyampaikan permintaan maaf, terkait videonya yang sempat viral di media sosial yang cekcok dengan petugas posko PSBB Agam, Selasa (12/5/2020) sekitar pukul 10.46 WIB kemarin.

Permintaan maaf tersebut disampaikannya di kantor sekretariat DPC Gerindra Kabupaten Pasaman, Rabu (13/05/2020). Dalam permintaan maaf tersebut, Martias didampingi oleh Ketua DPC Gerindra Pasaman Bustomi, Ketua Fraksi Gerindra Pasaman Karman, serta anggota DPRD Pasaman Rahmi Wahidah dan jajaran pengurus DPC Gerindra Pasaman lainnya.

“Menyangkut persoalan yang terjadi pada,  Selasa (12/5/2020) sekira pukul 10.46 Wib di daerah perbatasan Kabupaten Pasaman – Agam kemarin saya merasa khilaf, untuk itu saya menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Sumbar umumnya dan masyarakat Pasaman khususnya,” ujar Martias.

Kemudian, kata Martias sebagai bukti pertanggung jawaban saya atas partai dan konstituen/masyarakat Pasaman, saya akan menyumbangkan 2.000 paket sembako dan 5.000 masker kepada masyarakat yang diawasi oleh kader Partai Gerindra dan media masa.

“Saya akan bagikan 2.000 paket sembako dan 5.000 buah masker gratis yang diawasi oleh para kader Partai Gerindra Pasaman. Demikianlah permintaan maaf saya dengan setulusnya tanpa ada paksaan dari pihak manapun,” ungkapnya.

Sementara ketua DPC Partai Gerindra Pasaman sekaligus Ketua DPRD Pasaman, Bustomi mengatakan juga meminta maaf kepada petugas PSBB di Kabupaten Agam atas sikap yang tidak sopan dilakukan kadernya.

“Saya atas nama keluarga besar DPC Partai Gerindra Kabupaten Pasaman meminta maaf atas sikap kurang berkenan dari kader kami kepada petugas posko PSBB Agam. Memang diakui kader kami saat kejadian itu kondisinya dalam keadaan sakit sesuai yang direkomendasikan petugas medis di Kecamatan Tigo Nagari untuk cek kesehatan ke Kota Padang,” ungkap Bustomi.

Atas sikap kadernya itu kata Bustomi dari internal Partai Gerindra sudah diberikan Surat Peringatan (SP) 1 dan membagikan ribuan paket sembako serta Masker.

“Semoga kejadian ini tidak terulang lagi dan menjadi pelajaran bersama diantara kader lainnya. Kami selaku kader akan tetap mendukung dan mematuhi aturan pemerintah dalam pelaksanaan PSBB ini,” tutupnya.

Berita sebelumnya, contoh tidak terpuji diperlihatkan salah seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pasaman,  setelah videonya yang viral saat ditegur petugas untuk mematuhi protokol PSBB di daerah itu.

Diketahui, sebuah video yang berdurasi 1 menit 34 detik viral di sejumlah grup WhatsApp. Terlihat terjadi pertengkaran mulut antara petugas perbatasan pos check point Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) perbatasan Kabupaten Agam dan Pasaman dengan salah seorang wakil rakyat Pasaman, Martias sedang berada diatas mobil Mitsubishi Pajero Sport dengan Nomor Polisi BA 1240 DA.

Saat petugas Posko Covid-19 Agam,  memberi arahan kepada pengemudi kendaraan dan penumpang untuk diperiksa suhu tubuh dan disuruh mengenakan masker termasuk mobil wakil rakyat Pasaman yang hendak melintas tersebut.

Namun saat Martias diberhentikan, pihaknya sudah melihat tatapan tidak senang dari sopir dan penumpang mobil saat diminta turun sopirnya. Usai diperiksa sopirnya sudah naik kembali ke atas mobil namun Martias ini masih duduk dan belum mau turun.

Martias akhirnya mau turun juga dan ikut melakukan pemeriksaan suhu tubuh. Usai pemeriksaan petugas kemudian menanyakan maskernya.

Tidak adanya penutup mulut dan hidung tersebut, petugas kemudian menyuruh sopir berbaliak arah dan mencari masker untuk diizinkan melintas.

Bukanya mengikuti instruksi petugas, Martias malah memerintahkan sopir untuk melaju kendaraan dan meninggalkan petugas. Bahkan, saat pergi Martias mengeluarkan kata-kata kotor, sehingga membuat warga yang tingga di dekat pos keluar untuk melihatnya. (zon)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.