Padangpanjang, rakyatsumbar.id–Kecelakaan maut terjadi di Jembatan Air Putih Kelurahan Silaing Bawah, Kota Padangpanjang, Sabtu (26/09/2026) sekitar pukul 14.45 WIB. Dimana, sepeda motor jenis Yamaha Aerox BA 5368 NQ yang dikendarai Rahmad Dzaky (17) bersama Fathan Khairisy Shahfi (17) bertabrakan dengan mobil Toyota Camry BA 1128 N yang dikendarai Ruri (31).
Dari peristiwa tersebut, pengendara sepeda motor Dzaky yang berboncengan dengan Fathan terpental setelah kendaraannya yang datang dari arah Sungai Andok, Tanah Hitam, meregang nyawa sesampai di RSUD Kota Padangpanjang.
Sementara, Fathan meninggal dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Otak Bukittinggi, setelah dirujuk dari RSUD Kota Padangpanjang.
Pengendara Toyota Camry Ruri, saat ini telah diamankan Polres Padangpanjang untuk kebutuhan penyelidikan.
Kapolres Padangpanjang AKBP Wisnu Hadi melalui Kasat Lantas Polres AKP. Fitzen Finot menyebutkan, kecelakaan tersebut mengakibatkan dua orang pelajar, pengendara dan penumpang Yamaha Aerox meninggal dunia.
“Kecelakaan bermula ketika Toyota Camry yang dikemudikan Ruri melaju dari arah Mifan menuju Kampung Manggis. Setibanya di pertigaan Jembatan Putih, sepeda motor Yamaha Aerox yang dikendarai Rahmad Dzaky bersama temannya Fathan Khairisy Shahfi, datang dari arah Sungai Andok menuju Mifan,” sebutnya saat dihubungi Minggu (27/09/2026) malam.
Disampaikannya, sepeda motor tersebut menabrak bagian depan kendaraan sedan Toyota Camry yang dikemudikan Ruri. Selain menimbulkan korban jiwa, kecelakaan tersebut juga menyebabkan kerusakan kendaraan yang terlibat dengan kerugian mencapai Rp1,5 juta.
Pifzen mengatakan, pengemudi Toyota Camry saat ini telah diamankan di Polres Padangpanjang untuk kepentingan penanganan lebih lanjut.
“Untuk sementara pengemudi diamankan di Polres,” jelasnya.
Polisi masih melakukan penanganan dan pemeriksaan untuk mengungkap secara lengkap kronologi serta penyebab kecelakaan tersebut.
Duka Selimuti Keluarga
Peristiwa kecelakaan yang terjadi di jembatan air putih tersebut, menyisakan duka mendalam bagi keluarga kedua korban. Apalagi, kedua korban yang masih berusia 17 tahun tersebut, diketahui masih bersekolah di SMAN 3 Padangpanjang.
“Kami baru mengetahui kejadian tersebut, setelah adanya postingan di media sosial,” sebut Yuni Prasyanti, orang tua siswa, yang sama-sama bersekolah di SMAN 3 Padangpanjang dan mengenal kedua korban.
Disampaikannya, orang tua kedua korban, terlihat sangat terpukul dengan kejadian yang menimpa anak-anak mereka. Apalagi, korban yang selama ini juga dikenal aktif di lingkungan sekolah.
“Kami masih di rumah duka, korban akan dikebumikan di pemakaman keluarga,” sebut Yuni, Sabtu (26/09/2026) sore.
Libatkan Mobnas Pemko
Kecelakaan antara Yamah Aerox dengan mobil Toyota Camry di Jembatan Air Putih, juga menyisakan tanda tanya bagi masyarakat. Dimana, dari postingan media sosial banyak beredar mobil yang terlibat kecelakaan tersebut merupakan mobil dinas (Mobnas) milik Pemko Padangpanjang.
“Meski menggunakan plat hitam, kita yakin ini mirip dengan mobil dinas Pemko Padangpanjang,” sebut salah seorang saksi mata di lokasi kejadian yang meminta namanya tidak dituliskan, Sabtu (26/09/2026) siang.
Menurutnya, mobil tersebut dikendarai oleh Ruri, yang diketahui sebagai Ajudan Wakil Wali Kota Padangpanjang dan masih berstatus sebagai Anggota Polri Aktif.
“Kita berharap, penanganan kasus ini, tidak berhenti di lokasi kejadian saja. Apalagi, informasinya, salah seorang korban juga merupakan anak anggota Polri,”sebutnya.
Terpisah, Kasat Lantas Polres Padangpanjang AKP. Fitzen Finot, menyampaikan, pihaknya masih melakukan penyidikan untuk kasus kecelakaan tersebut.
“Pengemudi Toyota Camry untuk sementara diamankan di Polres Padangpanjang, sambil menunggu hasil penyelidikan,” sebutnya. (ned)





