27/05/2024

rakyatsumbar.id

Berita Sumbar Terkini

Beranda » Praktisi Public Relation pada Perusahaan Dalam Aktivisme Online

Praktisi Public Relation pada Perusahaan Dalam Aktivisme Online

Aktivisme online merupakan gerakan digital massal yang berpotensi memberikan ancaman kepada citra dan reputasi sebuah perusahaan.

Aktivisme online adalah sebuah wujud dari kesenjangan ekspektasi publik yang tidak sesuai dengan realitas sosial atas suatu perusahaan.

Hal ini merupakan salah satu instrumen yang digunakan publik untuk mengkritisi kebijakan yang di ambil oleh sebuah perusahaan.

Aktivisme online dapat berjalan secara virtual dan juga dapat secara virtual-aktual.

Pelaksanaannya harus bersifat sederhana dan mengikuti agenda publik agar mempermudah untuk mencari dukungan.

Jika tidak, maka aktivisme online akan mudah di alihkan dengan isu yang lebih masif.

Aktivisme online membawa banyak dampak, baik berupa positif maupun negatif bagi kelancaran sebuah perusahaan.

Hal ini dipengaruhi oleh tindakan yang diambil oleh perusahaan dalam mengambil langkah dan memandang konteks aktivisme online tersebut.

Untuk menjalankannya kesadaran sebuah perusahaan untuk memanfaatkan kekuatan media sosial sangat berperan.

Terutama dalam mendongkrak dan meningkatkan engagement dan kepentingan dengan publik.

Sehingga ketika terjadi penurunan kinerja perusahaan ataupun krisis di tengah publik yang menyangkut reputasi dan citra perusahaan. Hal tersebut dapat dengan mudah diketahui dan diatasi oleh perusahaan.

Praktisi Public Relations (PR) pada sebuah perusahaan harus aktif dalam menjalankan instrumen ini.

Era digital yang melahirkan ragam bentuk new media justru menciptakan hal yang dahulunya jauh menjadi dekat.

Sehingga dapat di akses di manapun berada. Jaringan area personal yang biasanya susah digapai sekarang telah digantikan oleh jaringan internet yang bahkan mampu menghubungkan komunikasi interpersonal lintas negara dalam waktu yang cepat dan singkat.

Publik sudah menggunakan media sosial sebagai kebutuhan yang harus untuk berinteraksi langsung dengan sebuah perusahaan terkait outcome dari perusahaan.

Dalam interaksi tersebut muncul beragam konstruksi realitas akan outcome yang di produksi massal oleh sebuah organisasi kepada publik.

Dengan adanya konstruksi realitas ini kemudian memunculkan opini publik yang pada akhirnya akan berujung pada penilaian reputasi perusahaan.

Terkait Konsep PR

Hal ini tentunya berkaitan dengan konsep PR dengan representasi perusahaan dan menghubungkan tujuan perusahaan sebagai visualisasi dari praktik PR.

Visualisasi ini akan semakin konkret ketika publik, menjadi salah satu alasan perusahaan untuk menjalankan fungsi-fungsi PR dalam mencapai tujuan atau gols sebuah perusahaan dalam mewujudkan visi dan misinya.

Dari perspektif perusahaan, konsep PR terikat oleh tujuan komunikasi dan juga sebuah arena di mana komunikasi di interaksikan untuk membangun relasi.

Jika dituangkan melalui konteks perusahaan, praktik PR akan didasarkan pada visi dan misi perusahaan yang direalisasikan untuk membangun relasi dengan publik yang dituju sesuai dengan karakteristik publik agar lebih tepat sasaran.

Konsepsi PR sendiri secara tradisional dipahami sebagai fungsi yang mengedepankan kepentingan publik dan konsensusnya atas sebuah isu.

Sejalan dengan hal tersebut, tujuan komunikasi dari PR yaitu menjadi konstruksi realitas atas representasi organisasi untuk mendapatkan legitimasi sosial dari publik.

Ketika mendapatkan legitimasi sosial, maka perusahaan tersebut telah mendapatkan perhatian penuh dari publik.

Hubungan antara perusahaan dengan publik menjadi sangat penting, karena menjaga hubungan yang saling menguntungkan keduanya. Lantaran merupakan hal yang paling krusial dilakukan oleh PR di era PR 4.0 seperti saat sekarang ini.

Akan tetapi seiring dengan perkembangan teknologi, pola komunikasi dua arah tidak lagi di anggap cukup untuk memelihara hubungan perusahaan dengan publik.

Jika sebelumnya pola yang terbangun masih bersifat one-way communication, kini berubah tidak hanya menjadi two-way communication tetapi juga menjadi multiway communication, yang mana multi-way communication sebagai reaksi bergandengan dari pola komunikasi dua arah. (Arif Rahman Qudri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.