Plang Parkir Bikin Gaduh

67
Anggota DPRD Padang, Amran Tono (kiri) meninjau langsung plang parkir yang dikeluhkan sejumlah pedagang di Pasar Raya.

Padang Barat, Rakyat Sumbar– Sejatinya, Perumda Padang Sejahtera Mandiri (PSM) bertujuan memaksimalkan PAD dan memberikan keuntungan bagi Pemko Padang. Hanya saja, upaya itu diduga justru bertentangan dengan aplikasi di lapangan. Hal ini terjadi ketika keberadaan plang parkir yang di pasang PSM di gerbang Blok II, III dan IV Pasar Raya Padang dianggap pedagang merugikan mereka.

“Kenapa tidak rugi, pembeli yang berbelanja kena pungut parkir dua kali, lebih baik pindahkan saja ke tempat lain. Kembalikan saja pengelolaan parkir seperti biasa ke Dishub,”  ujar Awal,45, yang merupakan ketua pedagang ikan Blok 4 Pasar Raya Padang, baru-baru ini.

Hal senada juga disampaikan Nasrul, salah seorang pedagang Blok II. Baginya, plang parkir itu tidak memberikan rasa keadilan karena posisinya hanya ada di gerbang menuju Blok II, III dan IV. Sementara bagian Pasar Raya lainnya tidak ada.

“Pembeli sepi berbelanja ke tempat kami yang disebabkan dikenakan parkir dua kali.  Sudah dipungut di gerbang, di dalam ada lagi tukang parkir yang memungut. Itu sama saja menzalimi kami sebagai pedagang dengan cara memeras pengunjung Pasar Raya,” kecamnya, kemarin.

Menyikapi hal tersebut, Anggota DPRD Kota Padang, Amran Tono meminta agar Perumda PSM segera mencarikan solusi agar plang parkir itu tidak bikin gaduh. Sebab pada kenyataanya, sejak keberadaan plang itu, pedagang jadi ribut karena pembeli mereka sepi. Mereka juga dipungut dua kali masuk pasar.

“Ini namanya tak benar. Berarti PSM tak becus mengurus masalah parkir di pasar ini. Buktinya keberadaan plang parkir, pedagang jadi susah. Pembeli dipungut dua kali. Kalau tak becus masalah parkir pasar ini, angkat kaki saja,” sebut Amran berapi-api.

Amran menjelaskan keberadaan perusahaan daerah tidak merugikan masyarakat karena milik pemerintah.

“Sudah ada Perumda PSM pula pedagang teraniaya. Buat apa?” tandasnya.

Sampai saat ini kata Amran, anggota Pansus Perumda PSM sudah turun ke lapangan. Dalam waktu dekat akan didiskusikan lagi bersama pihak terkait. Nantinya DPRD akan mengeluarkan rekomendasi terkait permasalahan tersebut.

Menanggapi keluhan pedagang, Direktur Utama Perumda PSM Poppy Irawan saat di hubungi  Rakyat Sumbar mengaku akan mempelajari sistem evaluasi perparkiran di Pasar Raya.

“Kita masih tahap evaluasi sistem secara menyeluruh dan bertahap sembari mempelajari pola prilaku perparkiran di gedung tersebut,” ucapnya.

Sebelumnya, PSM diharapkan dapat meningkatkan pendapatan daerah melalui sektor perparkiran. Hal ini dilakukan karena pengelolaan perparkiran yang dilakukan UPTD Parkir dirasa tidak memberikan hasil yang maksimal.

Saat pertemuan dengaan Komisi II DPRD Kota Padang pada Agustus yang lalu di Rocky Hotel, PSM berjanji memberikan kontribusi PAD dari sektor perparkiran sebesar Rp2,5 milyar pertahun.

“Kita akan memberikan kontribusi PAD disektor parkir sebesar Rp2,5 milyar pertahun untuk meningkatkan PAD Kota Padang,” ucap Poppy pada saat itu. (edg)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here