rakyatsumbar.id

Berita Sumbar Terkini

Beranda » Pemulihan Ekonomi Sumbar Bisa Lebih Cepat dari Nasional, Ini Kata Pakar Ekonomi Unand

Pemulihan Ekonomi Sumbar Bisa Lebih Cepat dari Nasional, Ini Kata Pakar Ekonomi Unand

Prof. Werry Darta Taifur, Pakar Ekonomi Universitas Andalas.

Padang, rakyatsumbar.idPemerintah saat ini tengah berupaya membangkitkan kembali berbagai sektor untuk mendorong perekonomian masyarakat kembali membaik. Prof. Werry Darta Taifur, Pakar Ekonomi Universitas Andalas berpendapat dalam mengembangkan semua kegiatan ekonomi ini harus disesuaikan dengan kondisi Covid-19.

“Secara umum bisa dinyatakan dampak ekonomi Covid 19 di Sumatera Barat belum seburuk nasional. Artinya pemulihan ekonomi Sumbar bisa lebih cepat dibandingkan nasional dengan catatan kurva penyebaran covid 19 semakin melandai,” sebutnya, Rabu (29/07/2020).

Dikatakannya, berbagai sektor ekonomi sudah merasakan dampak covid-19. Tetapi penyebaran dampak covid 19 tidak sama untuk Kabupaten/ Kota di Sumbar. Yang relatif berat dampaknya adalah daerah Kota Padang dan Bukitinggi.

“Yang berat dampak adalah sektor pariwisata, transportasi, industri makanan dan kegiatan yang terkait dengan pendidikan seperti rumah kost,” ungkap mantan Rektor Unand tersebut.

Disampaikannya, Sumbar sangat tergantung di bidang pariwisata, sehingga perlu dicarikan bagaimana model mengembangkan pariwisata ke depan agar sektor di bidang pariwisata ini tidak terus terpuruk, sehingga dapat kembali tumbuh semakin membaik.

Saat ini anggaran Pemda di APBD 2020 rata-rata terserap baru terserap sekitar 30  persen. Prof Werry mengatakan  untuk mempercepat pemulihan ekonomi seluruh pemda segera memaksimalkan dan secepat mungkin penyerapan anggaran agar berdampak terhadap ekonomi Sumbar.

“Pemda perlu meningkatkan peran sebagai motor penggerak ekonomi distribusi produksi ke Provinsi tetangga, karena permintaan produksi Sumbar mengalami penurunan dan harus disalurkan ke luar daerah,” jelas Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Sumatera Barat ini.

Selain itu, peran perantau juga perlu ditingkatkan untuk menggunakan atau mengkomsumsi produksi UMKM yang ada di daerah melalui online atau jalur keluarga serta yang lainnya juga sangat penting dalam menggerakkan perekonomian dari sekitar 586.930 UMKM yang sebelumnya tidak bisa bergerak karena wabah.

Khusus untuk Kota Padang, dalam pemulihan ekonomi di pusat ibukota provinsi Sumbar, Werry Dharta Taifur menjelaskan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan Pemko Padang.

Diantaranya dalam memberikan bantuan untuk pembenahan objek wisata dengan memenuhi standar kesehatan agar orang tidak ragu mengunjungi daerah wisata.

“Dalam masa adaptasi kebiasaan baru ini, untuk petugas usaha kuliner dan pedagang atau usaha lainnya yang masih belum dapat melaksanakan aktifitas jual beli secara online, mereka perlu mendapatkan bantuan kelengkapan standar kesehatan,” jelasnya.

Untuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) diharapkan dapat diberikan kepada  keluarga yang sangat rentan seperti penjualan makanan di sekolah, pusat keramaian, pedagang keliling dan lainnya. Bantuan modal kerja untuk usaha yang terbukti bangkrut selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) juga perlu disalurkan tapi ini perlu pendataan yang benar agar tidak terjadi keributan.

“Dalam menyalurkan bantuan modal usaha rumah tangga yang terdampak Covid-19 perlu dilakukan kajian lebih lanjut. Diharapkan dengan begitu dapat meningkatkan perekonomian masyarakat di masa tatanan hidup normal aman covid-19,” pungkasnya.(mul)

About Post Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *