Pelatihan Menulis, Tingkatkan Kompetensi Siswa Menuangkan Fikiran

629
Sejumlah siswa SMKN 2 Padang saat mewancarai Wakil Bidang Manajemen Mutu. Dra. Andriani, M.Pd. Kegiatan ini bagian dari materi pelatihan jurnalistik dasar yang diadakan di sekolah tersebut, Senin (22/11)

SMKN 2 Padang Berharap Pembinaan Lanjutan Rakyat Sumbar

Padang, rakyatsumbar.id— Menulis menjadi salah satu kompetensi yang penting dimiliki seorang siswa. Dengan memiliki kemampuan menulis, para siswa dapat menuangkan  fikiran, gagasan dalam bentuk tulisan. Hal ini disampaikan Kepala SMK Negeri 2 Padang, Drs. Rusmadi,M.Pd. saat tim Harian Umum Rakyat Sumbar mengadakan kegiatan pelatihan menulis, Gebyar Menulis Akhir Tahun Rakyat Sumbar, Senin (22/11) yang diikuti sekitar 30 orang siswa di sekolah tersebut.

“Menulis adalah kecakapan. Dengan bisa menulis, tentunya  anak-anak bisa menuangkan apa yang ada di fikirannya sehingga bermamfaat bagi orang banyak. Kami sangat mendukung sekali kegiatan pelatihan menulis ini dan berharap sekolah kami dapat menjadi binaannya Rakyat Sumbar,” sebut  Rusmadi saat sambutannya.

Pada kegiatan pelatihan menulis yang dilaksanakan Harian Umum Rakyat Sumbar bekerjasama dengan PT Semen Padang, Dinas Pendidikan Sumbar dan Bank Nagari tersebut, Rusmadi menyebutkan  sebagai Agent of Change (agen perubahan), seorang siswa SMK harus mampu meningkatkan kemampuannya melalui Life Skill, diantaranya dalam menulis. Ia berharap pembinaan berliterasi yang dilakukan di SMKN 2 Padang dapat berkelanjutan.

Kepala SMKN 2 Padang Rusmadi, Manager Iklan Harian Rakyat Sumbar Firman Wanipin poto bersama dengan pemateri, peserta dan guru Bahasa Indonesia, usai pembukaan kegiatan pelatihan menulis Gebyar Menulis Akhir Tahun Rakyat Sumbar di labor bahasa Indonesia, Senin (22/11)

“Yang menentukan anak-anaknya sukses adalah keterampilan. Profesional dan mengerjalannya dengan sungguh-sungguh akan mengantarkan kepada keberhasilan. Begitu juga dengan kemampuan menulis dikembangkan secara profesional. Jadikan pelatihan ini sebagai ruang untuk mengasah keterampilannya dalam menulis,” ungkapnya pada kegiatan yang dihadiri para guru Bahasa Indonesia SMKN 2 Padang tersebut.

Sementara itu, Manager Harian Umum Rakyat Sumbar Firman Wanipin saat pembukaan kegiatan menulis di SMKN 2 Padang ini mengatakan, Gebyar Menulis Akhir Tahun Rakyat Sumbar merupakan bentuk keseriusan dari Harian Rakyat Sumbar dalam pengembangan literasi di Sumbar.

“Diantara sekolah yang didatangi tim Rakyat Sumbar adalah SMKN 2 Padang. Pelatihan menulis ini bentuk action dari Harian Umum Rakyat Sumbar dalam memajukan literasi. Ini juga bentuk link and match yang kami lakukan sebagai bagian dari industri dan dunia kerja (Iduka) dengan SMK. Kami ingin membuat dari SMKN 2 Padang lahir penulis-penulis hebat yang bisa mengubah dunia,” ungkapnya.

Ia menyebutkan, kehadiran di SMKN 2 Padang dengan 6 jurusan tersebut upaya Rakyat Sumbar untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis. Dengan keterampilan dalam menulis, banyak informasi keunggulan dari sekolah yang bisa disampaikan ke masyarakat luas, termasuk  prestasi dan potensi siswa.

“Terkait lanjutan pembinaan literasi siswa di SMKN 2 Padang, tentunya akan dilakukan. Rakyat Sumbar selalu siap untuk memberikan pendampingan, saat ini telah banyak sekolah dan kampus yang berada dalam pembinaan Bengkel Literasi  Rakyat Sumbar,”  terangnya.

Redaktur Pelaksana Harian Umum Rakyat Sumbar Arief Kamil saat memantau kegiatan wawancara yang dilaksanakan para peserta pelatihan menulis di SMKN 2 Padang, Senin (22/11)

Kegiatan pelatihan menulis Gebyar Menulis Akhir Tahun Rakyat Sumbar yang diberikan Redaktur Pelaksana Harian Umum Rakyat Sumbar, Arief Kamil dan Koordinator Liputan Harian Umum Rakyat Sumbar, Muharman disambut antusias puluhan siswa SMKN 2 Padang dari berbagai tingkatan dan perwakilan dari 6 jurusan yang memenuhi Labor Bahasa di sekolah tersebut.

Pelatihan menulis  dengan materi jurnalistik dasar yang dilaksanakan sedikit berbeda dibandingkan biasanya. Setelah materi singkat yang diberikan tentang menulis, berita,  termasuk juga teknik wawancara, setelah melakukan persiapan, para siswa langsung praktek wawancara.

“Persiapan terlebih dahulu kisi-kisi pertanyaannya. Wawancara adalah salah satu sumber berita.  Jangan lupa merekam dan mencatat keterangan dari narasumbernya. Setelah itu nanti dibuat beritanya, kemudin kita bahas bersama,” sebut Arief Kamil saat memberikan arahannya kepada peserta pelatihan.

Saat pelatihan hampir semua guru Bahasa Indonesia di SMKN 2 Padang yang hadir mendampingi siswanya selama mengikuti pelatihan. Diantaranya Marneti, Nurhamidah, Putri Nia, dan Meriska. Pada kegiatan praktek wawancara tersebut, Guru bernama Nurhamidah, dan Meriska Afrina menjadi narasumber siswanya dalam sesi wawancara tersebut. Bahkan dua orang wakil kepala sekolah juga dijadikan narasumber. Wakil Bidang Manajemen Mutu. Dra. Andriani, M.Pd, dan Wakil Bidang Hubungan Masyarakat dan Industri Muharti Rosa Putri.

“Awalnya sempat bingung mau menulisnya setelah wawancara, tapi setelah mendapatkan pengarahan dari pemateri kita paham bagaimana memulainya. Ternyata membuat berita tak sesulit yang kita fikirkan sebelumnya,” sebut Sabila Eka Wisra, siswa kelas XI BDP 4 yang mewakili kelompok A membacakan berita hasil wawancaranya dengan Wakil Bidang Hubungan Masyarakat dan Industri Muharti Rosa Putri.

Begitu juga dengan Imelda Yustin usai membacakan berita hasil wawancaranya dengan Dra.AndrianiM.Pd, Wakil Bidang Manajemen Mutu, ia menyebutkan dengan wawancara yang sudah tersusun menggunakan 5W1H ternyata banyak informasi penting yang bisa diperoleh, bahkan itu sebelumnya tak banyak yang mengetahuinya.

“Menyenangkan juga kalau bisa buat berita, selain bisa tambah ilmu juga bisa menjadikan seseorang bisa dikenal secara luas dari berita yang dibuat,” singkatnya.

Hal yang sama juga disampaikan para peserta pada kelompok D yang mewawancai, Guru Bahasa Indonesia MeriskaAfrina,  begitu juga kelompok C yang mewancarai Guru Bahasa Indonesia, Nurhamidah. Mereka banyak mendapatkan banyak informasi yang bisa diangkat menjadi hal menarik, sisi lain dari guru yang mereka wawancarai.

Muharman, Koordinator Liputan Harian Umum Rakyat Sumbar menyebutkan, teknik wawancara dan menjadikan narasumber dari orang terdekat dengan siswa di SMKN 2 Padang akan menjadi kebiasaan jika siswa yang diberikan pelatihan punya kemauan untuk menulis. Sebab syarat terpenting dari menulis adalah kemauan, sebab untuk terlatih itu hanya faktor membiasakan.

“Dengan pelatihan yang berlangsung singkat ini diharapkan memotivasi siswa untuk kedepannya giat berlatih menulis, agar nantinya lahirnya penulis-penulis hebat dari SMKN 2 Padang,” pungkasnya. (mul)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here