24/04/2024

rakyatsumbar.id

Berita Sumbar Terkini

Beranda » NIS Tidak Sinkron, Robi Binur Bantah Gunakan Ijazah Palsu

NIS Tidak Sinkron, Robi Binur Bantah Gunakan Ijazah Palsu

Robi Binur pada saat memperlihatkan ijazahnya dihadapan beberapa wak media di ruangan Wakil Ketua DPRD setempat

Painan, rakyatsumbar.id — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pesisir Selatan dari Fraksi Partai Demokrat Robi Binur,bantah gunakan ijazah palsu dalam proses Pemilu.

Bantahannya, tersebut disampaikan dihadapan beberapa awak media di wilayah itu, Rabu (06/03/2024), saat melakukan pertemuan di ruangan Wakil Ketua DPRD setempat.

Menurutnya, ia mengetahui Nomor Induks Siswa (NIS) tidak singkron dengan namanya setelah diberitakan oleh beberapa waktu lalu oleh media online wilayah setempat.

Dikarenakan ia sebagai pemegang ijazah SMP N tersebut tidak pernah mengecek secara langsung atas ijazah yanh dimiliknya.

“Saya tidak pernah men cek nya, setelah ijazah saya terima, saya langsung mendaftar saja ke SMAN 11 Bungus,” ucapnya.

“Disana (SMAN 11-red) saya tidak tamat dan akhirnya pindah sekolah ke STM 2 Padang,” tambahnya.

Ia menjelaskan, ia tamat SMP N 5 Tarusan 1996/1997 berikut disertakan dengan banyaknya rekan-rekan seperjuangan waktu mengenyam pendidikan ditingkat SMP dan tenaga pengajarnya.

“Soal NIS itu urusan sekolah, bukan urusan saya. Tapi saya ada bukti fisik kalau saya tamatan SMPN 5 koto XI Tarusan,” terangnya.

Selanjutnya, setelah tidak tamat di STM 2 Padang, ia menganggur alias tidak bersekolah, seiring dengan proses perjalanan waktu, beberapa orang rekannya menyarankan agar melanjutkan pendidikan melalui non formal.

“Tahun 2011 saya melanjutkan sekolah paket C dan tamat serta ada ijazahnya, itu dari yayasan Al-Qasaf, “ulasnya.

Robi juga menyebutkan, persoalan kepemilikan ijazah tersebut sudah bergulir semenjak tahun 2020 silam dan digoreng sampai sekarang.

“Supaya tidak ada lagi keraguan, makanya sekarang saya bawakan langsung ijazah saya, silahkan cek, supaya clear,” tuturnya.

Dan kedepannya, ia berinisiatif bakal menyelesaikan adanya ketidak singkronan data administrasi atas NIS yang tertera pada ijazahnya itu.

“Nanti bakal saya perbaiki, kita lewati prosedurnya supaya tidak diisukan lagi,” tutupnya. (fdr)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.