Padang, Rakyat Sumbar — Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Psikologi dan Kesehatan Keluarga Mahasiswa Universitas Negeri Padang (BEM FPK KM UNP) menggelar NADI 2026 “Nyalakan Asa, Tumbuhkan Empati” di Yayasan Rumah Sunnah Lansia Indonesia, Sabtu (3/10/2026).
Kegiatan tersebut merupakan temu ramah mahasiswa BEM FPK UNP bersama para penghuni yayasan yang dirangkai dengan pemeriksaan kesehatan, psikoedukasi dan permainan interaktif.
Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB dan diikuti mahasiswa Fakultas Psikologi dan Kesehatan UNP. Pemeriksaan kesehatan meliputi pengecekan tekanan darah, gula darah serta pemeriksaan kesehatan dasar lainnya.
Selain itu, mahasiswa memberikan psikoedukasi melalui metode butterfly hug dan menggelar sesi permainan bersama para lansia.
Ketua BEM FPK KM UNP 6.7, Hafidz Oktavian Irawan, mengatakan NADI 2026 merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat, khususnya kelompok lanjut usia.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada aspek kesehatan, tetapi juga membangun kedekatan dan interaksi antara mahasiswa dengan para lansia.
Sementara itu, Ketua Pelaksana NADI 2026, Zakhia Adilia, mengatakan rangkaian kegiatan dirancang untuk memberikan pengalaman interaksi yang positif sekaligus menghadirkan perhatian kepada para penghuni Yayasan Rumah Sunnah Lansia Indonesia.
Pimpinan sekaligus pengasuh Yayasan Rumah Sunnah Lansia Indonesia, Ramlan Tuangku Guru, menyampaikan apresiasi kepada UNP, khususnya FPK dan mahasiswa BEM FPK KM UNP.
Ramlan juga menyampaikan terima kasih kepada Rektor UNP, Ir. Krismadinata, Ph.D., atas dukungan terhadap kegiatan sosial yang dilaksanakan mahasiswa FPK UNP.
“Kami atas nama seluruh pengurus dan warga Rumah Sunnah Lansia Indonesia mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kepedulian yang luar biasa dari Universitas Negeri Padang. Dukungan dari Bapak Rektor serta kehadiran mahasiswa Fakultas Psikologi dan Kesehatan sangat berarti,” ujar Ramlan.
Ia mengatakan kehadiran mahasiswa memberikan kebahagiaan bagi para penghuni yayasan. Menurutnya, perhatian kepada lansia tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan fisik, tetapi juga membutuhkan interaksi sosial dan dukungan psikologis.
“Lansia juga membutuhkan perhatian, interaksi dan kasih sayang. Kegiatan seperti ini memberikan kebahagiaan dan semangat bagi mereka,” katanya.
Ramlan berharap kegiatan NADI 2026 menjadi awal dari kerja sama berkelanjutan antara Yayasan Rumah Sunnah Lansia Indonesia dan FPK UNP dalam mendukung peningkatan kualitas hidup serta kesejahteraan para lansia.
Kegiatan NADI 2026 ditutup dengan interaksi dan permainan bersama antara mahasiswa dan para penghuni yayasan. (fwi)





