05/03/2024
Beranda » Motivator Rp35 Juta Perjam Bekali Ribuan Guru di Sumbar

Motivator Rp35 Juta Perjam Bekali Ribuan Guru di Sumbar

Motivator Nasional Aqua Dwipayana bersama Rektor UNP dan Kadis Pendidikan Sumbar dan Direktur Utama Padang Ekspres

Padang, rakyatsumbar.id—Memperingati Hari Guru Nasional, Harian Padang Ekspres (Group Harian Rakyat Sumbar/ rakyatsumbar.id) mengadakan Workshop Literasi Guru se-Sumatera Barat.

Dengan menghadirkan narasumber utama pakar komunikasi dan motivator nasional Aqua Dwipayana dan anaknya Savero Dwipayana. Kegiatan ini berlangsung di Auditorium Universitas Negeri Padang (UNP), Sabtu (02/12/2023).

Kegiatan dalam memperingati hari guru ini, yang dihadiri oleh seribu orang guru dan bertemakan  Literasi: Strategi Membangun Mental Millenial di Era Digital.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama Padang Ekspres M. Nazir Fahmi menjelaskan, kegiatan ini sebagai bentuk apresiasi Padang Ekspres kepada guru-guru yang ada di Sumatera Barat.

Apalagi, menurut Nazir Fahmi, Harian Padang Ekspres selalu memberikan ruang halaman bagi guru untuk berkontribusi dalam hal mendukung literasi.

“Dengan menghadirkan motivator nasional Dr. Aqua Dwipayana dan anaknya Savero Dwipayana, merupakan bentuk penghargaan dari Padang Ekspres kepada guru – guru yang ada di Sumbar. Selain itu, kami juga mempunyai halaman ruang bagi guru untuk menulis di Harian Padang Ekspres,” ucapnya.

Rektor UNP Prof. Ganefri, Ph.D mengapresiasikan Harian Padang Ekspres yang telah menghadirkan motivator nasional Dr. Aqua Dwipayana dan anaknya Savero Dwipayana dalam memperingati hari guru.

“Kami sangat mengapresiasikan Padang Ekpres dengan menghadirkan motivator nasional Dr. Aqua Dwipayana dan anaknya Savero Dwipayana. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Padang Ekspres terhadap dunia literasi. Oleh karena itu, setiap departemen yang ada di UNP wajib berlangganan Padang Ekspres,” ucapnya.

Ganefri menambahkan, pada saat ini di tingkat nasional, literasi masyarakat Sumbar berada di nomer urut 14. Peningkatan lebih baik ketimbang tahun 2021 yang menempatkan Sumbar berada di rangking 18 secara nasional.

“Dengan banyak nya tokoh – tokoh pendiri bangsa dari Sumbar, seharunya Sumbar berada di no urut lima secara nasional. Oleh karena itu, langkah yang harus dilakukan adalah mengembalikan marwah Sumbar sebagai daerah pusat pendidikan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ganefri mengakui pendidikan di Sumbar jauh tertinggal dari pulau Jawa. Selain itu, Sumbar mulai di tinggalkan oleh provinsi-provinsi yang berada di sampingnya.

“Ini yang harus kita pacu dan kembangkan lebih lanjut. Bagaimana menjadikan Sumbar tersebut sebagai daerah destinasi pendidikan,” paparnya.

Ganefri juga menjelaskan, UNP pada saat ini sedang membangun gedung kedokteran di Bukittinggi dengan konsep digital.

“Artinya, ke Bukittinggi belum lengkap rasanya jika belum mengunjungi fakultas kedokteran UNP di Bukittinggi,” jelasnya.

Ganefri mengakui juga, dari 50 orang mahasiswa kedokteran UNP, hanya 13 orang yang berasal dari Sumbar.

“Mahasiswa kedokteran kami 13 orang dari Sumbar, sisanya dari Pulau Jawa, dan provinsi tetangga. Ini menjadi catatan kita di Sumbar,” ungkapnya.

Kepala Dinas Pendidikan Sumbar Barlius dalam kesempatan tersebut menegaskan, guru hebat akan melahirkan siswa yang hebat. Hal ini di karenakan guru hebat bisa memberikan motivasi dan menyajikan metode pendidikan yang mudah di cerna oleh siswa di sekolah.

“Jangan mem frame siswa itu bodoh. Jika seorang guru telah mem frame siswa itu bodoh, maka siswa itu akan bodoh,” jelasnya.

Imbasnya, menurut Barlius, siswa tersebut akan tersisih keluar dan menjadi pelaku tawuran.

“Jika siswa terlah tersisih, maka ia akan menjadi pelaku tawuran. Tugas berat kita para guru adalah merangkul mereka untuk menjadikan nya siswa hebat,” ujarnya.

Aqua Dwipayana dalam kesempatan tersebut berpesan kepada seribu guru yang hadir untuk menjadi guru yang berkarakter.

“Jadilah guru yang berkarakter dan totalitas dalam memberikan bahan ajar,” jelasnya.

Motivator yang mengklaim bertarif Rp30 juta perjam ini mengingatkan agar para guru harus mencintai pekerjaannya dengan sepenuh hati.

“Profesi guru sangatlah mulia, jika pekerjaan ini dlakukan dengan totalitas, maka tidak akan menjadi beban dalam menjalaninya,” tutupnya.(edg)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.