Mantan Wawako Padangpanjang Positif Korona

56
Petugas kesehatan melakukan penyemprotan desinfektan di kediaman mantan Wakil Walikota Padangpanjang periode 2013-2018 dr.Mawardi Samah,MKM.

Padangpanjang, rakyatsumbar.co.id–Setelah sempat “hijau” selama 2 bulan, Selasa (23/06/2020), kembali Padangpanjang menjadi zona merah setelah dua warganya dinyatakan positif terpapar Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Tidak tanggung-tanggung, dua orang yang terjangkit adalah mantan Wakil Walikota Padangpanjang periode 2013-2018 dr.Mawardi Samah,MKM Bersama istri Agusnilra.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Padangpanjang Nuryanuar Ketika ditemui Rakyat Sumbar mengatakan, kabar duka yang sempat membuat heboh masyarakat Padangpanjang itu, berawal dari keluarnya hasil tes Swab dari Laboratorium Diagnostik dan Riset Terpadu Oenyakit Infeksi Unand, Selasa pagi.

“Benar, kita telah dapat informasinya kalua pak Mawardi dan bu Agusnilra dinyatakan positif terpapar virus Korona. Keduanya telah menjalani isolasi di RSUD Kota Padangpanjang,” kata Nuryanuar ketika ditemui usai melaksanakan rapat bersama Kepala BPBD Marwilis dan Kepala Dinas Kominfo Ampera Salim, Selasa (23/06/2020).

Menurut Nuryanuar, kabar positifnya dr. Mawardi terpapa virus Korona membuat masyarakat di Padangpanjang, Batipuh dan X Koto (Pabasko) cukup kuwatir. Pasalnya, mantan Kepala Dinas Kesehatan Kota Padangpanjang itu juga membuka praktek umum setiap hari dikediamannya di Kelurahan Guguk Malintang Kecamatan Padangpanjang Timur.

“Awal mulanya diketahui terinfeksi dari bu Agusnilra yang menjalani perawatan di RSUD Kota Padangpanjang sejak Sabtu lalu, sementara dr. Mawardi masuk dalam kategori OTG karena tidak mengalami sakit ataupun tanda-tanda ainnya. Karena ada gejala, makanya dilakukan tes  Swab dan hasilnya positif dan hasilnya baru keluar hari ini (kemarin-red). Sehingga, sekarang kita akan melakukan tracking terhadap masyarakat yang pernah kontak langsung dengan dr. Mawardi dan istri sejak 14 hari belakangan,” sebut Nuryanuar.

Meskipun belum mengetahui jumlah warga yang akan dilakukan tracking, tetapi Nuryanuar sudah hampir memastikan jumlah tracking tersebut akan mencapai ratusan orang, itu melihat kondisi praktek dr.Mawardi yang selalui ramai setiap harinya dan adanya kegiatan sunatan masal di lokasi prakteknya.

“Kepada masyarakat yang pernah kontak langsung atau pernah berobat ke lokasi praktek dr.Mawardi, kita minta untuk melaporkan diri ke Puskesmas terdekat atau langsung ke Dinas Kesehatan. Nanti petugas akan melakukan pendataan dan pengambilan sampel untuk diuji di laboratorium Unand,” urainya.

Sementara itu, Kepala BPBD Kota Padangpanjang Marwilis menyampaikan, dengan adanya dua warga Padangpanjang yang positif terpapar virus Korona, setidaknya sudah 27 warga Padangpanjang yang positif dengan 25 orang sudah dinyatakan sembuh.

“Selain melakukan tracking oleh Dinas Kesehatan dan penyemprotan disinfektan ke lokasi-lokasi yang menjadi lokasi penyebaran virus Korona. Kita dari BPBD juga terus melakukan pemantauan-pemantauan serta kembali menyiapkan lokasi karantina di BBI dan BLK,” kata Marwilis.

Untuk saat ini, lanjutnya, pihaknya masih menunggu instruksi dari pimpinan terkait penanganan dampak Covid-19 di Kota Padangpanjang. Apalagi, Kota Padangpanjang telah menerapkan new normal sejak tanggal 8 Juni lalu. (ned)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here