rakyatsumbar.id

Berita Sumbar Terkini

Beranda » Kesehatan dan Penanganan Stunting jadi Fokus Perhatian

Kesehatan dan Penanganan Stunting jadi Fokus Perhatian

Gubernur Sumbar, Mahyeldi, saat kunjungan kerja di SMA N 2 Sipora, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Kamis (24/8).


Padang, rakyatsumbar.id – Gubernur Sumbar, Mahyeldi, mengatakan, aspek kesehatan masyarakat Kabupaten Kepulauan Mentawai menjadi salah satu fokus perhatian, terutama terkait penurunan angka stunting (kekerdilan), serta peningkatan layanan kesehatan dalam 1.000 hari pertama kelahiran (HPK).

“Ada beberapa kegiatan yang kita lakukan selama di Mentawai, termasuk yang jadi fokus utama itu bidang kesehatan,” kata Mahyeldi, saat kunjungan kerja di SMA N 2 Sipora, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Kamis (24/8).

Ia menyampaikan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) dan OPD terkait lainya ingin memastikan pelayanan kesehatan di Kabupaten Mentawai semakin hari semakin baik.

“Remaja yang sehat adalah cikal bakal ibu yang sehat. Lalu, ibu yang sehat adalah cikal bakal lahirnya anak-anak yang sehat. Sehingga, pencanangan ini bermuara pada penurunan angka stunting serta mengantisipasi angka kematian karena faktor kehamilan,” ucap Mahyeldi.

Ia melanjutkan, anak-anak dan remaja Mentawai adalah generasi yang akan menjadi pemimpin di masa depan, sehingga memastikan terjaganya kualitas kesehatan anak dan remaja, sama halnya dengan memastikan Sumber Daya Manusia (SDM) Mentawai di masa depan adalah SDM yang sehat, andal, unggul, dan siap untuk bersaing.

“Anak-anak adalah investasi yang tidak ternilai. Menjaga kesehatannya berarti menjaga kehidupan, menjaga masa depan bangsa, dan menjaga agar Mentawai turut aktif dalam mewujudkan Indonesia Emas pada tahun 2045, sebagai 1 dari 4 negara terbesar di dunia. Mentawai harus turut andil melalui generasi mudanya,” tuturnya .

Sementara itu, Kepala Dinkes Sumbar, Lila Yanwar, menerangkan bahwa Aksi Bergizi di Sekolah memang merupakan upaya intervensi untuk menurunkan angka stunting.

“Program ini diperlukan karena faktor penanganan hanya berpengaruh 20 persen dalam menurunkan angka stunting, sedangkan faktor pencegahan seperti Aksi Bergizi bisa berpengaruh hingga 80 persen dalam menurunkan angka kekerdilan pada anak,”‘tuturnya.

“Kegiatan ini kita harapkan turut melahirkan generasi cerdas di Mentawai. Sebab, pada 1.000 hari pertama kehidupan, mulai dari masa kehamilan hingga anak berusia 2 tahun, adalah masa-masa paling menentukan dalam membentuk kecerdasan anak,” tambah Lila.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kepulauan Mentawai, Martinus Dahlan, mengucapkan terima kasih dan apresiasinya kepada Pemprov Sumbar, yang telah menggelar berbagai upaya penurunan angka stunting di daerah tersebut. Terlebih, faktanya Mentawai secara sumber daya alam sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat.

“Potensi makanan bergizi di Mentawai sangat besar. Kita mengkonsumsi ikan lebih dari cukup. Tetapi, angka stunting kita masih cukup tinggi di 19,3 persen. Oleh karena itu, kita perlu melihat faktor penyebab lainnya, seperti ketersediaan air bersih dan sanitasi. Tadi, Bapak Gubernur juga menyatakan siap mendukung pemenuhan ketersediaan air bersih di Mentawai,” tutup Martinus. (mul)

About Post Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *