17/04/2024

rakyatsumbar.id

Berita Sumbar Terkini

Beranda » Kelangkaan Solar Akibat Lemahnya Pengawasan Hukum

Kelangkaan Solar Akibat Lemahnya Pengawasan Hukum

Padang, rakyatsumbar.id– Anggota DPR RI Andre Rosiade menyatakan kelangkaan BBM bersubsidi jenis solar di Sumatera Bart lantaran lemahnya pengawasan dan penegakan hukum.
Pemprov Sumbar harusnya tegas terhadap oknum-oknum yang memperuntukkan solar subsidi untuk kebutuhan solar industri.
Andre Rosiade menegaskan hal ini saat di sela-sela pengukuhan Pimpinan Daerah Perempuan Indonesia Raya (PD PIRA) dan Pimpinan Cabang (PC) PIRA di Hot Truntum, Padang, Jumat (25/3/2022)
“Pertamina telah memberikan kuota BBM solar bersubsidi di Sumbar sebesar 107 persen.”
“Kenapa masih ada penumpukan kendaraan untuk mengisi BBM solar bersubsidi di SPBU?”
“Itu karena lemahnya penegakan hukum oleh Pemprov Sumbar terhadap oknum-oknum yang memanfaatkan solar subsidi untuk kebutuhan industri,” ucapnya.
Lebih lanjut, Andre Rosiade meminta penertiban oknum yang memanfaatkan solar bersubsidi untuk keperluan industri ini harus menjadi pekerjaan rumah (PR) oleh Pemprov Sumbar.
“Wajar saja terjadi antrian panjang truk yang ingin mengisi solar bersubsidi di banyak SPBU di Sumbar.”
“Kita harapkan Pemrov Sumbar dapat menyelesaikannya. Bukan Pertamina saja,” tegasnya.
Setidaknya sudah sebulan terjadi kelangkaan solar bersubsidi di Sumbar.
Akibatnya, antrian panjang kendaraan yang berbahan bakar solar tidak terelakan lagi yang mengakibatkan penyempitan bahu jalan akibat banyaknya truk yang mengantri.
Yang terkena imbasnya tentu para pemilik toko yang dan kantor yang berada di sekitar SPBU.
“Toko saya terhalangi oleh truk yang mengantri mengisi BBM jenis solar di Bypass ini,” ucap Eni, seorang pedagang makanan di dekat SPBU bypass.
Eni berharap, kelangkaan BBM jenis solar dapat teratasi sehingga dagangannya tidak tertutup oleh truk yang parkir di samping kiri dan kanan tokonya.
“Dahulu BBM jenis premium yang langka. Sejak premium tidak ada lagi di SPBU, kemacetan tidak ada lagi. Sekarang solar. Tolonglah kami pedagang ini,” tutupnya. (endang pribadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.