Kehadiran Pustaka harus Dirasakan Masyarakat

1758
General Manager Harian Umum Rakyat Sumbar Firdaus Abie bersama peserta pelatihan menulis artikel yang dilaksanakan Dinas Perpustakaan dan Kearsiapan Sumbar

Padang, rakyatsumbar.id—Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat Wardarusmen SE, MM, mengingatkan, pengelola perpustakaan harus terus mengembangkan diri dan melakukan inovasi agar kehadiran perpustakaan benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Ukuran baiknya sebuah perpustakaan, kehadirannya benar-benar dirasakan masyarakat dan memberikan dampak langsung kepada masyarakat di lingkungannya,” kata Wardarusmen, pada momentum peringatan Hari Kunjung Perpustakaan, tingkat Provinsi Sumatera Barat, di aula Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Prov Sumbar, Padang, Selasa (14/09/2021).

Langkah agar memberikan dampak tersebut, menurutnya, harus dilandasi dengan pilar yang kokoh. Pilar Perpustakaan tersebut di antara koleksi bacaan yang dimiliki, layanan, sarana dan prasarana, tenaga pengelola, kreativitas dan inovasi.

Pada kesempatan tersebut, Wardarusmen juga mengabarkan, SMA Negeri 4 Bukittinggi yang menjadi wakil Sumbar ke penilaian perpustakaan terbaik di tingkat Nasional, menempati peringkat ke lima.

“Ini patut disyukuri, ternyata perpustakaan sekolah dari Sumbar bisa bersaing di tingkat Nasional,” katanya.

Hari Kunjung Perpustakaan, diperingati setiap 14 September. Peringatan Hari Kunjung Perpustakaan berawal dari Ketetapan Presiden Soeharto kepada Kepala Perpustakaan Nasional RI dengan surat nomor 020/A1/VIII/1995 pada tanggal 11 Agustus 1995. Berisi usulan pencanangan Hari Kunjung Perpustakaan, tanggal 14 September 1995.

Pada peringatan Hari Kunjung Perpustakaan tersebut, selain diserahkan hadiah berbagai lomba, juga menghadirkan General Manager dan Pemimpin Redaksi Harian Umum Rakyat Sumbar Firdaus Abie untuk memberikan motivasi terkait Kreativitas dan Motivasi dalam Pengembangan Perpustakaan dan Minat Baca serta Tetap Produktif Disaat Pandemi.

Firdaus Abie membeberkan sejumlah masalah dan tantangan yang membaluti Perpustakaan, serta menawarkan sejumlah langkah produktif untuk persoalan yang dihadapi.

“Kita harus berani keluar dari kebiasaan yang selama ini terjadi,” katanya.

Opsi menarik yang ditawarkan, salah satunya, jika ada pelajar yang bermasalah (misalnya terlambat, tidak mengerjakan tugas), maka hukumannya “paksa” mereka “setor bacaan” atau “setor isi buku” seperti halnya tahfiz “setor ayat”.

Sesaat setelah penyerahan hadiah yang dihadiri Kepala Perpustakaan dan Kearsipan dari Kota dan Kabupaten se-Sumbar, sejumlah kepala sekolah, dan undangan lainnya, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bukittinggi Johni menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada dunia pendidikan di Kota Bukittinggi.

“Tiga tahun terakhir, tiga sekolah di Bukittinggi menjadi wakil Sumbar di tingkat Nasional,” katanya sembari menyebutkan, secara berturut, katanya, SMA Negeri 5 (tahun 2019), SMA Negeri 1 (tahun 2020) dan SMA Negeri 4, tahun 2021.

Pelatihan Menulis

Sehari sebelumnya, terkait dengan upaya meningkatkan minat baca dan tulis, sejalan dengan momentum peringatan Hari Kunjung Pustaka, dilakukan pelatihan menulis. Menghadirkan dua orang jurnalis dari pegiat literasi dari Harian Umum Rakyat Sumbar, Jon Kenedi dan Firdaus Abie.
Pelatihan berlangsung selama dua hari. Peserta diberi bekal dan kiat praktis menulis, setelah itu dibimbing hingga praktek menulis.

“Senang dan bahagia. Awalnya, saya sulit dan ragu untuk menulis, namun setelah mengikuti petunjuk dan panduan praktis yang diberikan, alhamdulillah, ternyata bisa. Motivasi yang diberikan narasumber dapat membangun jiwa dan semangat menulis para peserta,” kata Doris Fitria, salah seorang peserta yang juga Pustakawan Berprestasi Terbaik tingkat Sumbar. (cr4)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here