27/11/2022
Beranda » IX Koto Kembali Dilanda Banjir dan Longsor

IX Koto Kembali Dilanda Banjir dan Longsor

Dharmasraya, Rakyat Sumbar- Banjir yang disertai tanah longsor kembali melanda wilayah Kecamatan IX Koto, Kabupaten Dharmasraya, hingga menutup jalan penghubung antar nagari/desa dan merendam sejumlah rumah warga.

“Hujan cukup deras terjadi sejak Jumat (7/2) malam hingga dini hari, di kecamatan ini,” kata Camat IX Koto, Saiful Anwar, Sabtu (8/2).

Ia mengatakan, selain banjir, longsor juga melanda empat Nagari. Yakni, Nagari (Desa Adat) Silago, Banai, dan Lubuk Karak. Akibatnya, akses jalan antar nagari hingga kini masih belum bisa dilewati akibat tertutup lumpur, tanah serta pohon.

“Ada juga rumah warga yang diterkena longsoran tanah. Hingga kini untuk korban jiwa belum ada,” katanya.

Dirinya menyebutkan, bahwa pembersihan materil longsor masih menunggu alat berat dari pemerintah daerah yang tertahan karena banjir di Jorong Pulau Anjolai Nagari IV Koto Dibawuah.

“Kita sudah kordinasi dengan BPBD, tapi belum bisa kelokasi karena banjir menutup badan jalan di Pulau Anjolai, sehingga alat tidak bisa masuk,” katanya.

Meski banjir dan Longsor melanda sejumlah pemukiman warga, namun untuk saat ini kondisi banjir di beberapa rumah sudah mulai surut sehingga warga tidak mengungsi.

“Kalau untuk kecamatan IX Koto hanya banjir lewat, bila hujan reda Alhamdulillah banjir juga akan mulai surut,” katanya.

Seorang warga berada di salah satu titik longsor yang menutup badan jalan di Kecamatan IX Koto, Kabupaten Dharmasraya, Sabtu (8/2).

Terpisah, Kepala BPBD Dharmasraya, Eldison, mengatakan bahwa bardasarkan data sementara BPBD Dharmasraya terdapat tujuh titik longsor dan satu titik banjir yang menutup akses jalan di Kecamatan IX Koto.

“Untuk jumlah pasti, kita tunggu tim yang kini tengah mendata, saat ini kita fokus pada pembersihan material longsor dan evakuasi warga,” tegasnya.

Dari pantauan dilapangan, titik banjir bukan hanya di kecamatan IX Koto, namun juga di Jorong Pisang Rebus Nagari Sitiung Kecamatan Sitiung. Dimana, banjir merendam puluhan hektar areal pertanian.(yy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.