22/04/2024

rakyatsumbar.id

Berita Sumbar Terkini

Beranda » Fasilitas Istano Basa Pagaruyung Ditambah, Satu Nagari Satu Event Tingkatkan Kunjungan Wisatawan

Fasilitas Istano Basa Pagaruyung Ditambah, Satu Nagari Satu Event Tingkatkan Kunjungan Wisatawan

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Tanahdatar Riswandi bersama wartawan di Istana Basa Pagaruyung

Tanahdatar, rakyatsumbar.id–Istano Basa Pagaruyung tak pernah sepi pengunjung. Tidak hanya di akhir pekan, atau hari libur, hampir setiap harinya selalu ada wisatawan domestik dan mancanegara yang berkunjung ke destinasi wisata di Kabupaten Tanahdatar yang sudah dikenal secara internasional tersebut.

“Tahun lalu, kita mencatat sebanyak 344.589 orang pengunjung yang datang ke Pagaruyung. Rinciannya 17.033 kunjungan dari wisatawan mancanegera dan 327.696 dari domestik,” sebut Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tanahdatar Riswandi,S.Pd, M.Pd Dt.Monti Basa, Rabu (06/03/2024).

Ia menyebutkan, jika dirincikan perbulan itu sedikitnya belasan ribu pengunjung yang datang  ke Istano Basa Pagaruyung. Bahkan ketika saat libur sekolah, atau hari libur lebaran kunjungan perbulan yang terjadi bisa diatas 20 ribuan, di Desember 2023 lalu misalnya, kunjungannya sampai 40.589 orang.

“Tentunya kita terus berupaya dalam meningkatkan kenyamanan bagi pengunjung, berbagai fasilitas penunjang terus dibenahi. Bahkan setiap tahunnya, selalu ada sarana prasana baru yang kita tambah di kawasan Istano Basa Pagaruyung ini,” jelasnya.

Ia menambahkan, fasilitas tersebut seperti, pembangunan Pincuran Tujuh, pembangunan atap selasar, pembangunan plaza, kios kuliner, Musholla, toilet dan pembangunan TIC. Untuk ke depan, juga akan dibangun plaza lagi di belakang Istano untuk dijadikan tempat bagi pelaku  ekraf, termasuk produk kriya.

“Di kawasan Istano Basa Pagaruyung juga terdapat permainan anak-anak, kuda tunggangan, mobil wisata (odong-odong), penyewaan baju adat dan fotografer . ini merupakan usaha dari pelaku ekonomi kreatif dan  mereka juga membayar retribusi ke daerah utk menambah capaian target PAD,” jelasnya didampingi Kabid Pariwisata Gusfa Yanti.

Gunakan Tiket Elektronik

Terkait tiket, Riswandi menyebutkan tiket masuk ke istano telah menggunakan sistem elektronik. Tiket masuk Istano Basa Pagaruyung mulai tanggal 5 Januari 2024 mengalami kenaikan tarif.

Untuk pengunjung domestik, anak-anak Rp 5 ribu menjadi Rp 10 ribu dan dewasa Rp 15 ribu menjadi Rp 20 ribu. Sedangkan pengunjung mancanegara, menjadi Rp 30 ribu dari semula Rp 25 ribu.

Kenaikan itu juga berlaku untuk tarif Parkir Kendaraan baik roda dua, minibus, bus/truck roda 4 dan bus/truck roda 6 atau lebih. Untuk kendaraan roda dua tarif masih tetap Rp 3 ribu, minibus Rp 5 ribu, untuk bus/truck roda 4 naik dari Rp 7 ribu menjadi Rp 10 ribu, dan bus /truck roda 6 atau lebih naik dari Rp 25 ribu menjadi 30 ribu.

“Untuk outbound Rp10 ribu perorang, untuk kegiatan pisah sambut dan sejenisnya Rp 2 juta perhari dan iven Rp2,5 juta perhari. Perubahan tarif ini  telah disepakati, dengan dikeluarkannya Perda Nomor 1 Tahun 2024,” bebernya.

Ia menambahkan, dalam meningkatkan kunjungan berwisata ke Pagaruyung dan berbagai destinasi lainnya di Kabupaten Tanahdatar, pada tahun ini juga akan dilaksanakan sebanyak 70 iven pariwisata.

“Jumat ini (8/3) akan dilakukan launching Kalender Iven Tanahdatar 2024. Ada 70 iven yang dilaksanakan selama 171 hari selama tahun 2024,” ujarnya.

Ia menyampaikan dalam kalender pariwisata tersebut juga terdapat iven yang dilaksanalan di beberapa nagari yang menjadi bagian Satu Nagari Satu Event Totalnya ada 36 yang baru, 19 yang berulang kembalu dilaksanakan nagari tersebut pada tahun ini.

“Event  ini ikut berdampak terhadap PAD Tanahdatar. Tahun 2023 dari pariwisata, target PAD sebanyak Rp 6.491.422,400 dan realisasi sebanyak Rp 5.306.403.280. Pada tahun ini kita mendapatkan target PAD Rp 6 miliar,” jelasnya.

Sementara itu,  Fitria (34) salah seorang pengunjung dari Jambi yang berkunjung ke Istano Basa Pagaruyung mengatakan, Istano tersebut menjadi salah satu tujuan favoritnya saat berwisata ke Sumbar.

“Kalau berlibur dengan keluarga ke Sumbar. Pasti selalu mampir kesini. Namun kondisi jalan masuk menuju daerah Tanahdatar yang banyak mengalami kerusakan,” jelasnya.

Ia menyebutkan, seperti jalan dari Ombilin. Banyak jalan yang memiliki lubang besar, sehingga kalau melintas harus ektra hati-hati. Apalagi banyak truk besar yang juga melintas disana

Untuk diketahui, ada 7 pintu masuk perbatasan ke Tanahdatar diantaranya Puncak Alai, Pasar Barulak, Pauh Tinggi Lintau, Setangkai, Padang Ganting, Ombilin dan Batipuh. Kondisinya jalan provinsi tersebut mengalami kerusakan. (mul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.