Dukungan untuk Mahyeldi-Audy Terus Mengalir

107
Pasangan Calon Gubernur-Wakil Gubernur nomor urut 4, Mahyeldi-Audy.

Dampak Debat Putaran Pertama

Padang, Rakyat Sumbar — Debat putaran pertama Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar yang diipandu Imam Priyono, yang pernah menjadi moderator debat Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, Senin (23/11/2020) malam, berdampak positif kepada pasangan calon Mahyeldi-Audy. Dukungan terus mengalir bagi Paslon nomor urut 4 itu.

Mahyeldi-Audy disebut unggul dalam banyak hal pada debat tersebut. Bahkan, saat debat berlangsung, publik yang menyaksikan lewat akun medsos, memberikan respon positif kepada Paslon yang diusung PKS dan PPP ini. Setiap pertanyaan yang ditujukan kepada Paslon ini, selalu dijawab dengan saling melengkapi dan sempurna. Baik Buya Mahyeldi maupun Audy tampak menguasai tema debat terkait ekonomi, pengelolaan Sumber Daya Alam, dan lingkungan hidup itu.

Dalam menjawab setiap pertanyaan Mahyeldi terlihat tenang dan memberikan argumentasi yang tepat. Sementara Audy menjawab dengan cerdas dan solutif. Mengenai sub tema memulihkan perekonomian Sumbar saat pandemic, Audy Joinaldy memberi tanggapan bahwa saat ini Sumbar memiliki dua kurva yang perlu diperhatikan. Kurva ekonomi yang terus menurun dan kurva Covid-19 yang terus naik.

“Setiap negara memiliki caranya sendiri untuk penanganan ekonominya. Tidak ada satu solusi yang pas semua wilayah. Sumbar adalah provinsi yang berbasis UMKM. Jika industri besar akan sulit recovery dari ekonomi,” jelas Audy yang dikenal sebagai pengusaha pertanian nasional di Indonesia bagian timur ini.

Kemudian berbicara terkait pariwisata, Audy  terlihat lebih menguasai dan mengeluarkan argumentasi yang tepat untuk diterapkan di Sumbar. Audy  menyebutkan, pengembangan pariwisata ada empat kuncinya. Clean, Health, Safety, and Anveronmental.

“Infrastruktur penting, namun ada pariwisata yang meski aksesnya sulit tapi wisatawan tetap datang. Kuncinya itu ekspos yang bagus,” tegas Cawagub dengan slogan Milenial Manang itu.

Pasangan Mahyeldi-Audy menegaskan, dalam membangun Sumbar ke depan dibutuhkan persatuan dan kekompakan, sehingga apa yang dicita-citakan masyarakat bisa terwujud.

“Kita ini 4 paket lengkap, Buya (Mahyeldi) birokrat, saya pengusaha dan akademisi. Silakan dinilai dari programnya, mari sukseskan pemilu badunsanak,” tukas Audy.

Tokoh Millenial yang merupakan alumni Universtas Andalas (Unand) Padang, Reido Deskumar mengatakan, pasangan Mahyeldi-Audy  dianggap paling mantap dibandingkan pasangan lain. Pasangan ini menyampaikan visi misi dengan jelas. Keduanya menjaga ritme kekompakan satu sama lain. Saat menyampaikan pertanyaan maupun menjawab pertanyaan dari panelis atau kandidat lain, Mahyeldi- Audy selalu berbagi.

“Terkadang Buya Mahyeldi yang bicara diawal, lalu ditambahkan oleh Bang Audy. Atau sebaliknya, Audy yang bicara diawal, setelah itu Buya Mahyeldi menambahkan,” ungkapnya, kemarin.

Mantan Ketua BEM Unand Padang ini mengatakan, kekompakan itu terjadi dari awal debat sampai selesai. Tidak ada kesan menguasai atau yang mendominasi. Atau salah satu kandidat seperti tak dianggap. Hanya berdiri di podium akan tetapi tidak diberikan kesempatan dan ruang untuk berbicara. Tentu sangat disayangkan.

“Apa gunanya berpasangan tapi tidak diberdayakan,” jelas putra Maninjau, Agam ini.

Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Politik Universitas Andalas ini juga menyebut, dalam debat tersebut Mahyeldi-Audy memberikan pesan kepada semua yang menyaksikan. Selain visi misi yang jelas, terstruktur dan terukur. Diperlukan kerjasama pasangan calon. Saling mengisi, saling berbagi dan mengoptimalkan potensi yang dimiliki bersama.

Selain itu Mahyeldi-Audy tampil sangat tenang tanpa beban. Dapat dilihat, walaupun kandidat menyerang dengan mengkritisi visi misi dan apa yang sudah dilakukan Buya Mahyeldi selama memimpin Kota Padang, akan tetapi Buya Mahyeldi tetap menjawab dengan tutur kata lemah lembut, santun, dan yang pasti jawaban sangat relevan dengan pertanyaan yang disampaikan.

“Begitu pula Audy. Walaupun kandidat paling muda, Audy mampu menjaga ketajaman pikiran dan narasinya,” jelas Reido.

Di akhir sesi, lanjut Reido, closing statement Mahyeldi-Audy sangat sejuk dan menyejukkan. Mengajak semua elemen untuk membangun Sumatera Barat dengan semangat persatuan dan kekompakkan. Agar pembangunan Sumatra Barat bisa disinergikan di semua daerah.

Apa yang diperlihatkan Mahyeldi-Audy pada debat semalam merupakan cerminan kepemimpinanya saat diamanahkan menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar. Buya Mahyeldi sebagai legislatif dan birokrat dan Audy sebagai akademisi dan pengusaha mampu berkolaborasi dengan santun, saling mengisi, saling berbagi dan memerdayakan.

“Yang terpenting Mahyeldi-Audy bertekat merangkul semua kalangan dengan semangat persatuan dan kekompakkan sehingga pembangunan Sumbar bisa direalisasikan dengan baik,” tandasnya. (rel/edg)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here