Dua Menteri akan Buka FKI+ XIII, Libatkan Tiga Daerah sebagai Lokasi Pelaksanaan

Rektor ISI Padangpanjang Dr. Febri Yulika, S.Ag., M.Hum didampingi Direktur FKI Dr. Yusril, M.Sn dan Mitra FKI Dr. Susas Rita Loravianti, M.Sn saat Jumpa Pers pelaksanaan FKI+ XIII di Ruang Converence Video ISI Padangpanjang, Senin (19/10/2026).
Rektor ISI Padangpanjang Dr. Febri Yulika, S.Ag., M.Hum didampingi Direktur FKI Dr. Yusril, M.Sn dan Mitra FKI Dr. Susas Rita Loravianti, M.Sn saat Jumpa Pers pelaksanaan FKI+ XIII di Ruang Converence Video ISI Padangpanjang, Senin (19/10/2026).

Padangpanjang, rakyatsumbar.id—Menteri Kebudayaan Dr. H. Fadli Zon, SS., M.Sc dan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) Prof. Brian Yuliarto dijadwalkan akan membuka Festival Kesenian Indonesia (FKI) +XIII di Institut Senin Indonesia (ISI) Padangpanjang yang dilaksanakan dari tanggal 20 sampai 24 Oktober 2026.

Rektor ISI Padangpanjang Dr. Febri Yulika, S.Ag., M.Hum didampingi Direktur FKI Dr. Yusril, M.Sn dan Mitra FKI Dr. Sulas Rita Loravianti, M.Sn dan sejumlah pejabat struktural ISI Padangpanjang, Senin (19/10/2026) menyampaikan, kegiatan rutin dari Badan Kerjasama Perguruan Tinggi Seni Indonesia (BKSPTSI) itu, sempat tertunda karena adanya efesiensi anggaran yang terjadi di Mendiktisaintek.

“Kita siap menggelar FKI XIII. Kegiatan yang melibatkan perguruan tinggi seni di Indonesia tersebut menghadirkan 232 peserta dari sembilan perguruan tinggi seni, sekaligus melibatkan seniman, budayawan, komunitas seni dan masyarakat,” kata Febri Yulika kepada Rakyat Sumbar, Senin (19/10).

Febri juga menyampaikan, meskipun masih dalam tahap menunggu kepastian dari dua orang menteri tersebut. Dimana, Fadli Zon dijadwalkan akan membuka Pameran Seni Rupa Unggulan dan Mendiktisaintek akan menghadiri opening ceremony FKI+ XIII di ISI Padangpanjang.

Ia mengapresiasi dukungan media cetak maupun daring yang turut menyebarluaskan informasi mengenai kegiatan seni dan budaya kepada masyarakat.

Kolaborasi antar Perguruan Tinggi Seni

Menurut Febri, FKI+ XIII menjadi momentum penting untuk memperkuat eksistensi seni dan budaya Indonesia, sekaligus memperluas jejaring akademik dan kolaborasi antarperguruan tinggi seni.

Ia menjelaskan, ISI Padangpanjang ditetapkan sebagai tuan rumah FKI XIII melalui kesepakatan pimpinan perguruan tinggi seni. Dimana, ada 9 perguruan tinggi seni yang akan mengikuti rangkaian kegiatan FKI+ XIII, baik secara hybrid maupun offline.

“Semula kegiatan tersebut direncanakan berlangsung pada 2025, tetapi pelaksanaannya dijadwalkan ulang menyusul kebijakan efisiensi anggaran pemerintah. Alhamdulillah, melalui koordinasi dan kesepakatan bersama sembilan perguruan tinggi seni, FKI+ XIII akhirnya dapat kita laksanakan di Padangpanjang,” ujarnya.

Febri menyebutkan, penyelenggaraan FKI+ XIII melanjutkan pengembangan festival sebelumnya, terutama dalam memperluas keterlibatan peserta internasional.

Sejumlah peserta dari negara lain, di antaranya Malaysia, Singapura, Korea Selatan, Amerika Serikat, dan Australia, disebut akan terlibat dalam berbagai agenda, baik berupa pertunjukan, seminar, maupun pameran karya seni.

Tampilkan Karya Unggulan Peserta

Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam FKI+ XIII adalah kembalinya presentasi karya unggulan dari masing-masing perguruan tinggi seni. Karya-karya tersebut akan ditampilkan sebagai representasi kreativitas dan pencapaian artistik setiap institusi peserta.

Selain pertunjukan dan pameran seni rupa, festival ini juga menghadirkan berbagai tangkai lomba seni. Kompetisi tersebut akan memperebutkan piala bergilir Menteri Kebudayaan Republik Indonesia sebagai bentuk apresiasi terhadap prestasi dan kreativitas peserta.

FKI+ XIII juga menghadirkan program pemutaran film yang menampilkan karya-karya terbaik mahasiswa dari tujuh perguruan tinggi seni. Program tersebut diharapkan menjadi ruang apresiasi bagi karya film sekaligus membuka akses masyarakat untuk menikmati kreativitas generasi muda di bidang perfilman.

Dari sisi pendanaan, penyelenggaraan festival didukung oleh anggaran yang diprogramkan perguruan tinggi serta bantuan hibah dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui Dana Indonesiana.

Sebagai tuan rumah, ISI Padangpanjang turut mengangkat kekayaan seni dan budaya Minangkabau dalam sejumlah agenda festival.

Kegiatan tersebut mencakup lokakarya seni tradisional, termasuk randai, serta pengenalan berbagai potensi budaya lokal kepada peserta dari perguruan tinggi seni di Indonesia.

Penyelenggaraan FKI+ XIII juga melibatkan mitra dari komunitas dan sanggar seni di Sumatera Barat. Salah satu mitra yang disebut dalam sambutan Rektor adalah Sanggar Seni Kambang Manih yang berada di Kota Padangpanjang.

Keterlibatan komunitas seni tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat, sekaligus memastikan kegiatan festival memberikan manfaat yang lebih luas bagi ekosistem seni dan budaya daerah.

Febri memaparkan tujuh tujuan utama penyelenggaraan FKI+ XIII. Tujuan tersebut meliputi penyediaan ruang presentasi karya unggulan dan pameran seni rupa, penguatan keilmuan melalui seminar internasional, peningkatan kompetensi melalui lokakarya, pengembangan kreativitas dan inovasi artistik,

Keterlibatan komunitas seni tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat, sekaligus memastikan kegiatan festival memberikan manfaat yang lebih luas bagi ekosistem seni dan budaya daerah.

Febri memaparkan tujuh tujuan utama penyelenggaraan FKI XIII. Tujuan tersebut meliputi penyediaan ruang presentasi karya unggulan dan pameran seni rupa, penguatan keilmuan melalui seminar internasional, peningkatan kompetensi melalui lokakarya, pengembangan kreativitas dan inovasi artistik,
penguatan jejaring akademik antarperguruan tinggi seni, pewarisan pengetahuan dan pengalaman artistik kepada generasi muda, serta peningkatan apresiasi publik terhadap seni dan budaya.

Seminar internasional juga menjadi salah satu agenda penting dalam festival ini. Kegiatan tersebut dirancang untuk menghadirkan narasumber dari dalam dan luar negeri serta dilaksanakan secara hibrida, sehingga dapat menjangkau peserta secara langsung maupun daring.

Sementara itu, sembilan maestro yang dipilih oleh perguruan tinggi peserta akan berbagi pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman berkarya. Program ini diharapkan menjadi sarana pewarisan nilai-nilai seni dan budaya kepada mahasiswa, pelajar, serta generasi muda.

Tidak hanya berorientasi pada kegiatan akademik dan pertunjukan, FKI+ XIII juga diarahkan untuk memberikan dampak kepada masyarakat melalui pelibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Selama festival berlangsung, pelaku UMKM akan mendapat ruang untuk memperkenalkan dan memasarkan produk mereka kepada pengunjung. Kehadiran UMKM diharapkan turut menggerakkan perekonomian lokal serta memperkuat keterkaitan antara kegiatan seni, budaya, dan ekonomi kreatif.

Febri menegaskan bahwa festival ini bukan sekadar ajang pertunjukan, tetapi juga ruang pertemuan berbagai gagasan, tradisi, dan inovasi seni yang dapat memperkuat identitas budaya Indonesia.

Dengan mengusung tema yang menitikberatkan pada penggalian kembali nilai-nilai kearifan lokal, FKI+ XIII diharapkan mampu mempertemukan seniman, akademisi, budayawan, dan masyarakat dalam upaya menjaga sekaligus mengembangkan kebudayaan Nusantara.

Libatkan Tiga Daerah

Selain di Kota Padangpanjang, pelaksanaan FKI+ XIII juga akan dilaksanakan di Kota Bukittinggi berupa Lomba Fotografi dan Lomba Sketsa Arsitektur yang dilaksanakan di Istano Pagaruyung, Kabupaten Tanahdatar.

“Wali Kota Bukittinggi dan Bupati Tanahdatar juga sangat mendukung pelaksanaan kegiatan ini dengan menyiapkan fasilitas pariwisata sebagai lokasi lomba dan jamuan makan malam di Padangpanjang, Bukittinggidan Tanahdatar,” sebut Febri.

Rektor juga menyampaikan, selama kegiatan FKI+ XIII, juga akan disediakan lapak-lapak UMKM bagi pelaku usaha di Kota Padangpanjang dan masyarakat bisa mengakses seluruh rangkaian kegiatan secara gratis. (ned)