Solok, rakyatsumbar.id – Dosen Pembimbing Lapangan bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Tamansiswa (Unitas) Padang menggelar kegiatan penyuluhan bagi kelompok tani Talang Sarumpun di Jorong Atas Masjid, Nagari Batu Banjanjang, Kabupaten Solok pada tanggal 30 hingga 31 Juli 2026.
Kegiatan tersebut diikuti dua dosen pembimbing lapangan dan 13 mahasiswa KKN Unitas. Penyuluhan berlangsung di Sekretariat Kelompok Tani Talang Sarumpun pada pukul 14.00 hingga 16.00 WIB dan turut dihadiri Wali Jorong Atas Masjid, Ermanto bersama anggota kelompok tani.
Penyuluhan pertama disampaikan Henny Sjafitri, SE., M.Si., dosen Program Studi Manajemen, dengan materi mengenai penerapan digital marketing dalam pengolahan bawang merah menjadi bawang goreng.
Materi tersebut menyoroti peluang peningkatan nilai tambah komoditas bawang merah melalui pengolahan produk.
Menurut pemateri, Kabupaten Solok merupakan salah satu sentra produksi bawang merah. Namun, ketika musim panen tiba, harga bawang merah cenderung mengalami penurunan.
Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi petani sehingga diperlukan inovasi pengolahan agar hasil produksi tidak hanya dipasarkan dalam bentuk bawang merah segar.
Dalam kegiatan tersebut, petani juga diberikan pemahaman mengenai proses pengolahan bawang merah menjadi bawang goreng, termasuk teknik pengemasan atau packaging.
Produk olahan tersebut selanjutnya dapat dipasarkan dengan menggunakan label dan nama produk lokal sehingga memiliki daya tarik serta nilai jual yang lebih tinggi.
Materi kedua disampaikan Aslan Sari Thesiwati, SP., M.Si., dosen Program Studi Agroteknologi, mengenai pemanfaatan limbah kulit bawang merah sebagai pupuk organik cair atau mikroorganisme lokal (MOL).
Limbah kulit bawang merah yang selama ini sebagian besar dibuang atau dibakar dapat diolah menjadi bahan yang bermanfaat bagi pertanian.
Pemanfaatan MOL kulit bawang merah diharapkan menjadi solusi sederhana untuk mengurangi limbah pertanian sekaligus mendukung kesuburan tanah.
Kandungan unsur hara serta mikroorganisme hasil fermentasi dapat membantu proses dekomposisi bahan organik dan meningkatkan ketersediaan unsur hara, sehingga petani memiliki alternatif dalam mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia.
Kegiatan penyuluhan ini diharapkan dapat mendorong kelompok tani Talang Sarumpun mengembangkan inovasi pengolahan bawang merah sekaligus memanfaatkan limbah pertanian menjadi produk yang bernilai ekonomi. (ned)





