Utama  

Donor Darah tak Sekadar Seremonial, Bank Mandiri Dorong Kepedulian Kemanusiaan Berkelanjutan

Bank Mandiri dorong kepedulian kemanusiaan berkelanjutan, salah satunya melalui donor darah.

Padang, Rakyat Sumbar – Ketersediaan darah bagi pasien yang membutuhkan transfusi tidak bisa hanya mengandalkan kegiatan donor darah sesaat. Diperlukan kepedulian dan partisipasi masyarakat secara berkelanjutan agar kebutuhan darah dapat terpenuhi setiap waktu.

Persoalan inilah yang menjadi salah satu perhatian Bank Mandiri melalui program Mandiri Donor Darah periode VII bertema Wujudkan Sejuta Harapan yang dilaksanakan serentak di 12 wilayah operasional pada Senin (2/11/2026).

Di wilayah Region II/Sumatera 2, kegiatan tersebut berlangsung di Kota Padang dan Bengkulu dengan melibatkan lebih dari 290 pendonor melalui kolaborasi bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Padang dan PMI Kota Bengkulu.

Program ini tidak sekadar menjadi agenda sosial perusahaan, tetapi juga bagian dari upaya membangun kesadaran bahwa donor darah merupakan bentuk kepedulian kemanusiaan yang membutuhkan keterlibatan banyak pihak.

Regional CEO Bank Mandiri Region II/Sumatera 2, Sri Dono Indarto, mengatakan pelaksanaan donor darah secara rutin merupakan bagian dari kontribusi perusahaan untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan kegiatan donor darah tidak terlepas dari keterlibatan berbagai elemen, mulai dari pegawai, nasabah hingga masyarakat umum.

Setiap pendonor memiliki peran penting dalam membantu menyediakan darah bagi pasien yang membutuhkan. Karena itu, partisipasi masyarakat diharapkan tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi tumbuh menjadi kebiasaan sosial yang terus berlangsung.

Secara nasional, sejak pertama kali dilaksanakan pada April 2026, program Mandiri Donor Darah telah menghimpun lebih dari 27.000 kantong darah.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa kolaborasi antara dunia usaha, PMI, fasilitas kesehatan dan masyarakat dapat menjadi kekuatan dalam mendukung kebutuhan darah nasional.

Berdasarkan standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kebutuhan darah ideal suatu negara mencapai sekitar 2 persen dari total populasi. Dengan jumlah penduduk Indonesia lebih dari 280 juta jiwa, kebutuhan darah nasional diperkirakan mencapai 5,6 juta kantong setiap tahun.

Angka tersebut menjadi pengingat bahwa ketersediaan darah merupakan persoalan bersama yang membutuhkan kepedulian berkelanjutan, bukan hanya ketika terjadi keadaan darurat.

Sejalan dengan semangat menuju usia ke-29 Bank Mandiri, program Mandiri Donor Darah menjadi salah satu bentuk tanggung jawab sosial perusahaan dalam memberikan kontribusi di luar aktivitas bisnis dan layanan perbankan.

Sri Dono Indarto mengapresiasi seluruh pendonor, PMI, fasilitas kesehatan serta pihak-pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.

Bank Mandiri berharap sinergi yang telah terbangun dapat terus diperkuat sehingga semakin banyak masyarakat tergerak untuk berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan.

Sebab, di balik setiap kantong darah yang terkumpul, terdapat harapan bagi pasien dan keluarga yang sedang berjuang mendapatkan kesempatan untuk pulih.

Donor darah bukan sekadar kegiatan sosial, melainkan gerakan kemanusiaan yang membutuhkan kepedulian bersama. (fwi)