rakyatsumbar.id

Berita Sumbar Terkini

Beranda » Diduga Tertipu, Beberapa Musala Batal Potong Hewan Kurban

Diduga Tertipu, Beberapa Musala Batal Potong Hewan Kurban

Salah satu panitia kurban di salah satu  musala yang sapi kurbannya tidak sampai ke lokasi. 

Bukittinggi, rakyatsumbar.id – Puluhan peserta kurban di beberapa titik  di Kota  Bukittinggi gelisah dan resah. Hal itu lantaran sampai hari H pemotongan,  hewan kurban tidak kunjung datang.

Hewan kurban baik sapi atau  kambing yang di pesan kepada pihak penjual tiba-tiba hilang kontak dan tidak bisa dihubungi.

Sampai Minggu (10/7), hewan kurban tidak kunjung datang dari pihak pembeli dan nomor handphone penjual tidak aktif lagi.

Berdasarkan informasi di lokasi yang melaksanakan pemotongan hewan kurban Sabtu (9/7/2022), ada beberapa tempat yang hewan kurbannya tidak datang ke lokasi. Bahkan nomor kontak penjual  juga  tidak aktif.

Kemudian, Minggu (10/7/2022) juga terjadi hal yang serupa  seperti di salah satu Musala di Bukik  Apik yang memesan sapi kepada penjual juga tidak kunjung datang. Beberapa tempat juga mengalami hal yang sama.

Salah seorang peserta kurban yang sapinya tidak kunjung datang yang  juga tokoh masyarakat di Bukittinggi menyatakan sudah dua tahun  selalu berurusan dengan agen pengadaan hewan kurban.

“Tidak pernah ada masalah. Tapi, kali ini malang tidak dapat dielakkan. Musibah ini terjadi, hewan kurban kami tak kunjung sampai ke pantia qurban di sini,” ujarnya,  Minggu (10/7/2022).

Pihak Babinsa setempat sudah turun tangan dan telah berkoordinasi dengan Polsek Kota Bukittinggi untuk melacak keberadaan agen tersebut.

Polisi Dalami Kasus

Kapolsek Kota Bukittinggi  Kompol Hj, Rita Suryanti membenarkan hal tersebut.

Memang ada beberapa lokasi baik musala maupun masjid yang hewan kurbannya tidak kunjung datang sampai saat pemotongan.

“Saat ini, pihak kepolisian  masih mendalami kasus tersebut,”tukasnya.

Sementara itu, Musala Baitul Jannah  di RT 007/RW 001 Kelurahan Campago Ipuah Kecamatan Mandiangin Koto Selayan juga gagal menyembelih hewan kurban. Lantaran penyedia tidak kunjung datang membawa sapi.

Ketua Panitia Kurban Musala Baitul Jannah M.Zadry mengatakan, hingga  Minggu (10/7) siang, sapi kurban belum datang.

“Sapi kurban yang kami pesan tidak datang. Jadi kita gagal menyembelih hewan kurban,” ungkap Zadry.

Menurutnya, seharusnya ada 5 ekor sapi dan 1 ekor kambing yang didatangkan penyedia.

“Penyedia ini  berinisial “ ADA”. Sudah kita hubungi, tapi nomor HP-nya tidak aktif, Sampai kini tak jelas keberadaannya,” kata Zadri.

Ia  mengatakan, 5 sapi dan 1 kambing ini memiliki harga sebesar Rp 100 juta lebih.

Jumlah itu hasil kurban dari 36 orang warga. Bahkan, pihaknya  sudah menyiapkan sebanyak 350 kupon.

“Semalam kita sudah bahas hal ini bersama warga. Kita belum tahu kapan akan melaporkan kasus ini ke polisi,” terang Zadry.

Zadry mengatakan hewan kurban tersebut di pesan kepada penyedia, sejak 3 minggu silam. Penyedia menyanggupi biaya kurban 1 peserta sebesar Rp 2,8 juta.

Panitia kurban pun telah melakukan pelunasan biaya sejak 3 hari silam.

“Tentu kita sangat kecewa. Informasinya, di tempat lain juga seperti ini kejadiannya,” ujarnya.

Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Bukittinggi Heru Tri Astanawa mengungkapkan pihaknya memang telah mendapat informasi tersebut

“Uangnya sudah diberikan tapi sapinya tidak datang.”

“Peristiwa ini pertama kali terjadi di Bukittinggi. Namun, kita akan konfimasi lagi dan mencari kejelasannya. Kita cukup prihatin mendengar kejadian ini,”ungkap Heru.(rn)

About Post Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *