DAERAH  

Datangkan Redpel Harian Rakyat Sumbar, Kuflet Bahas Teknik Penulisan Siaran Pers 

Redaktur Pelaksana Harian Umum Rakyat Sumbar Jon Kenedi saat menjadi narasumer diskusi mingguan Komunitas Seni Kuflet, Sabtu (02/05/2026).
Redaktur Pelaksana Harian Umum Rakyat Sumbar Jon Kenedi saat menjadi narasumer diskusi mingguan Komunitas Seni Kuflet, Sabtu (02/05/2026).

Padangpanjang, rakyatsumbar.id– Komunitas Seni Kuflet hadirkan Redaktur Pelaksana (Redpel) Harian Umum Rakyat Sumbar, Jon Kenedi, S.Sos dalam diskusi tentang Teknik Penulisan Siaran Pers, Sabtu (02/05/2026).

Ketua Harian Komunitas Seni Kuflet Nofal menyebutkan, kegiatan diskusi yang menjadi agenda rutin dari Komunitas Kuflet dengan mendatangkan beragam narasumber setiap minggunya.

“Banyak hal yang kita diskusikan, kali ini tentang teknik penulisan siaran pers yang menjadi bekal bagi anggota Kuflet dalam menyebarluaskan informasi kegiatan organisasi,” sebutnya.

Dalam paparannya, Redpel Harian Umum Rakyat Sumbar Jon Kenedi mengatakan,  pers realease atau yang biasa disebut siaran pers merupakan pemberitahuan oleh sebuah lembaga melalui Humas organisasi atau kelompok sebagai jembatan kepada media.

“Biasanya siaran pers disebarluaskan Humas ke wartawan atau redaksi untuk menyampaikan kegiatan yang akan dilaksanakan atau telah dilaksanakan oleh organisasi atau kelompok,” ucapnya.

Jon Kenedi juga menjelaskan perbedaan siaran pers dengan berita. Kalau pers realease merupakan informasi dasar dari suatu lembaga yang perlu diolah terlebih dahulu oleh redaktur, sedangkan berita merupakan informasi yang ditulis oleh wartawan dan disebarluaskan melalui media.

“Biasanya siaran pers berbentuk pemberitahuan dan promosi tentang suatu kegiatan atau produk,” tuturnya.

Alur terbit siaran pers sendiri, lanjutnya, ketika siara pers dikirim ke wartawan, maka wartawan mengolah informasi dari siaran pers tersebut menjadi berita yang akan diseleksi oleh Redaktur.

“Kemudian Redaktur Pelaksana akan melakukan seleksi lanjutan dan Pemimpin Redaksi akan memutuskan apakah suatu berita sudah layak terbit atau tidak. Pengawasan berjenjang ini berfungsi untuk melakukan seleksi terhadap berita yang layak terbit,” ungkapnya.

Jon Kenedi menuturkan, perihal berita Investigasi biasanya berhubungan dengan kasus yang perlu diungkap secara mendalam. Dalam media cetak harian, beritanya biasa dibuat bersambung hingga suatu kasus berhasil diselidiki.

“Kesulitan dalam investigasi adalah menemui narasumber karena narasumber tidak bersedia memberikan informasi atas namanya. Namun hal ini dapat disiasati dengan menggunakan nama samaran. Selain itu, kejelian wartawan dalam menganalisis informasi merupakan kunci keberhasilan suatu investigasi,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Jon Kenedi juga membahas tentang penulisan feature, bentuk gaya penulisannya dapat dibuat lebih ringan dari hard news.

“Dalam menulis future, isinya harus fokus pada satu tema,” paparnya.

Sementara itu, Pembina Komunitas Kuflet Sulaiman Juned menyampaikan, ketrampilan menulis merupakan bekal utama bagi seluruh anggota Komunitas Kuflet.

“Jangan harap adik-adik akan bisa berkembang dalam berkarya, jika tidak memiliki kemampuan menulis. Manfaatkanlah momen ini untuk mengasah kemampuan adik-adik,” pesannya.

Sulaiman Juned juga mengisahkan perjalanan hidupnya, yang mengawali karier sebagai penulis waktu masih berkuliah di Universitas Syah Kuala Bandar Aceh sebagai tenaga Humas.

“Selain belajar teater, saya juga aktif dalam kegiatan pemberitaan di kampus, hingga menjadi Redaktur di Media Indonesia. Semuanya butuh proses, tidak ada yang instan,” pesannya. (rel/fadhil)