15/06/2024

rakyatsumbar.id

Berita Sumbar Terkini

Beranda » Bayi Kembar Akhirnya Ditebus Pemkab Pessel

Bayi Kembar Akhirnya Ditebus Pemkab Pessel

Bayi Kembar warga Kampung Ladang Tinggi, Nagari Limau Gadang Lumpo bersama ibunya dipindahkan ke RSUD M Zein Painan.


Painan, rakyatsumbar.id  – Zarvianto, warga Kampung Ladang Tinggi, Nagari Limau Gadang Lumpo, Kecamatan IV Jurai, Pessel, ayah bayi kembar yang bermasalah  biaya persalinan di RS BKM Painan, akhirnya bisa bernapas lega, setelah pemerintah daerah Kabupaten Pesisir Selatan ikut serta membantu menyelesaikan masalahnya dengan pihak manajemen.

Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Dinas Kesehatan serta pihak terkait lainnya turun langsung ke RS BKM untuk menyelesaikan masalah pasien ini, dengan membayar seluruh biaya persalinan atau perawatan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Pesisir Selatan, Mawardi Roska, S.I.P, menjelaskan, penangan pasien bermasalah memang jadi tanggung pemerintah daerah, karena sesuai instruksi Bupati Rusma Yul Anwar supaya dapat memberikan bantuan, fasilitasi dan layanan kesehatan bagi keluarga kurang mampu.

Ibu dan bayi tersebut sudah kita pindahkan ke RSUD M.Zein Painan. Karena bayinya kembar dan berat badan kurang maka perlu tindakan yang serius, ucapnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pesisir Selatan, dr. H. Syahrizal Antoni, M.P.H, turun langsung ke BKM untuk memberikan konseling terhadap keluarga pasien agar bersedia dipindahkan ke RSUD M.Zein Painan, dan menyelesaikan kewajiban keluarga pasien dengan pihak rumah sakit.

“Setelah semua selesai, bayi kembar dan ibunya langsung kita pindahkan ke RSUD M Zein Painan, untuk mendapatkan pelayanan medis selanjutnya, hingga pasien benar-benar sudah bisa pulang,” ucapnya.

Sebelumnya diberitakan Sisri, ibu dari bayi kembar di Nagari Limau Gadang Lumpo, Kecamatan IV Jurai hanya bisa menangis, saat bayi kembarnya ditahan pihak RSU BKM karena tak mampu membayar biaya persalinan.

Ia mengaku sudah 15 hari ditahan pihak rumah sakit BKM Sago, karena tidak mampu membayar biaya persalinan Rp 36.657.800, bahkan suaminya sudah berupaya membuat surat keterangan miskin, namun tidak ada hasil. (rik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.