Padang, Rakyat Sunbar — Komitmen masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan terus diperlihatkan melalui aktivitas Bank Sampah Unit Panca Daya RW 011 Tarok Indah 2, Kelurahan Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji, Kota Padang. Secara konsisten, bank sampah unit ini melaksanakan kegiatan penimbangan sampah nasabah setiap bulan sebagai bagian dari upaya membangun budaya memilah dan mengelola sampah rumah tangga.
Kegiatan penimbangan rutin tersebut menjadi bukti bahwa gerakan pengelolaan sampah berbasis masyarakat di lingkungan Tarok Indah 2 terus berjalan dan semakin berkembang.
Menariknya, Bank Sampah Unit Panca Daya RW 011 Tarok Indah 2 kini telah mampu melaksanakan kegiatan penimbangan secara mandiri. Sebelumnya, operasional dan kegiatan bank sampah unit ini mendapatkan pendampingan dari Bank Sampah Induk Panca Daya.
Direktur Bank Sampah Unit Panca Daya RW 011 Tarok Indah 2, Yelva Juita Eka Putri, menyampaikan bahwa kemandirian dalam melaksanakan penimbangan bulanan merupakan perkembangan positif bagi keberlangsungan aktivitas bank sampah di lingkungan tersebut.
Hal itu disampaikannya saat menerima kunjungan media RakyatSumbar.id yang hadir menyaksikan langsung kegiatan penimbangan sampah milik para nasabah.
“Alhamdulillah, saat ini Bank Sampah Unit Panca Daya RW 011 Tarok Indah 2 sudah bisa melaksanakan penimbangan secara mandiri setiap bulannya. Sebelumnya, kami masih mendapatkan pendampingan dari Bank Sampah Induk Panca Daya. Tentu ini menjadi semangat tersendiri bagi kami untuk terus mengembangkan kegiatan bank sampah di lingkungan RW 011,” ungkap Yelva.
Ia menjelaskan, kegiatan penimbangan bukan sekadar mengumpulkan dan menimbang sampah yang dibawa nasabah, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat agar terbiasa memilah sampah sejak dari rumah masing-masing.
Menurutnya, keberhasilan bank sampah tidak hanya diukur dari banyaknya sampah yang berhasil dikumpulkan, tetapi juga dari meningkatnya kesadaran masyarakat untuk mengurangi sampah rumah tangga dan menjaga kebersihan lingkungan.
“Tentunya kami berharap jumlah nasabah Bank Sampah Unit Panca Daya RW 011 Tarok Indah 2 terus bertambah. Kami juga ingin kesadaran masyarakat semakin meningkat, terutama bagaimana mengurai dan memilah sampah dari rumah tangga masing-masing. Sampah yang masih memiliki nilai ekonomis jangan langsung dibuang, tetapi bisa dikumpulkan dan dikelola melalui bank sampah,” harapnya.
Rio Putra: Bank Sampah Butuh Dukungan dan Partisipasi Warga
Sementara itu, Ketua RT 03 Tarok Indah 2, Rio Putra, yang juga bertindak sebagai Pembina Bank Sampah Unit Panca Daya RW 011 Tarok Indah 2, mengatakan bahwa keberadaan bank sampah merupakan bagian dari upaya membangun kepedulian dan tanggung jawab bersama terhadap lingkungan.
Menurut Rio, persoalan sampah tidak bisa diselesaikan hanya dengan mengandalkan petugas kebersihan maupun pemerintah. Diperlukan keterlibatan masyarakat mulai dari lingkungan rumah tangga dengan membiasakan diri memilah sampah organik dan anorganik.
“Bank sampah ini bukan hanya tempat mengumpulkan sampah, tetapi juga wadah untuk membangun kesadaran masyarakat. Kita ingin warga mulai membiasakan diri memilah sampah dari rumah. Jika dilakukan secara bersama-sama dan konsisten, tentu akan memberikan dampak positif bagi kebersihan lingkungan,” ujarnya.
Ia mengapresiasi pengurus Bank Sampah Unit Panca Daya yang terus menjaga keberlangsungan kegiatan penimbangan setiap bulan hingga mampu melaksanakannya secara mandiri.
Rio berharap seluruh warga Tarok Indah 2 dapat memberikan dukungan dengan menjadi nasabah aktif serta ikut menyosialisasikan pentingnya pengelolaan sampah kepada keluarga dan lingkungan sekitar.
“Harapan kita, semakin banyak warga yang bergabung. Jangan sampai kita hanya berbicara tentang kebersihan, tetapi belum memulai dari rumah sendiri. Bank sampah ini harus menjadi gerakan bersama, bukan hanya tanggung jawab pengurus,” tambahnya.
Ketua RW 011: Kemandirian Bank Sampah Jadi Semangat Gotong Royong
Ketua RW 011 Tarok Indah 2, Kelurahan Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji, turut menyampaikan apresiasi atas konsistensi pengurus Bank Sampah Unit Panca Daya dalam menjalankan kegiatan penimbangan secara rutin setiap bulan.
Menurutnya, keberadaan bank sampah merupakan salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat yang sejalan dengan semangat gotong royong dan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.
Ia menilai, kemampuan bank sampah unit melaksanakan penimbangan secara mandiri setelah sebelumnya mendapatkan pendampingan dari Bank Sampah Induk Panca Daya merupakan perkembangan yang patut dipertahankan.
“Sebagai Ketua RW, kami tentu mendukung penuh kegiatan Bank Sampah Unit Panca Daya ini. Kami berharap kegiatan yang sudah berjalan secara rutin setiap bulan dapat terus dipertahankan dan semakin berkembang. Kemandirian pengurus merupakan modal penting untuk menjaga keberlangsungan bank sampah,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh warga RW 011 Tarok Indah 2 agar tidak memandang sampah sebagai sesuatu yang tidak berguna. Melalui pemilahan dan pengelolaan yang tepat, sampah rumah tangga dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus membantu mengurangi beban persoalan persampahan.
“Kami mengajak seluruh warga untuk ikut menjadi nasabah dan mendukung program ini. Kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama. Mari mulai dari rumah sendiri, memilah sampah, mengurangi sampah yang dibuang, serta menjaga lingkungan agar tetap bersih dan sehat,” tambahnya.
Gerakan Kecil, Dampak Besar bagi Lingkungan
Keberadaan Bank Sampah Unit Panca Daya RW 011 Tarok Indah 2 menjadi gambaran bahwa pengelolaan sampah dapat dimulai dari lingkungan terkecil, yakni rumah tangga dan komunitas RW.
Penimbangan rutin setiap bulan bukan sekadar aktivitas administratif, melainkan bagian dari proses membangun kebiasaan baru di tengah masyarakat. Sampah yang sebelumnya dianggap tidak bernilai kini memiliki peluang untuk memberikan manfaat ekonomi apabila dipilah dan dikelola dengan baik.
Dengan dukungan pengurus, pembina, RT, RW, serta partisipasi aktif masyarakat, Bank Sampah Unit Panca Daya diharapkan terus menggeliat dan menjadi salah satu penggerak terciptanya lingkungan Tarok Indah 2 yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Sebab, menjaga lingkungan tidak harus menunggu program besar. Perubahan dapat dimulai dari satu rumah, satu keluarga, dan satu kebiasaan sederhana: memilah sampah sebelum membuangnya. (fwi)





