rakyatsumbar.id

Berita Sumbar Terkini

Beranda » Atlet Tuntut Uang Pembinaan, Dispora Sumbar Diduga “Lepas Tangan”

Atlet Tuntut Uang Pembinaan, Dispora Sumbar Diduga “Lepas Tangan”

Perwakilan atlet peraih medali PON 2021 Papua berfoto dengan Kadispora Sumbar Dedy Dilantolani.
Padang, rakyatsumbar.id – Nasib atlet  Sumbar terkatung-katung. Sewajarnya  capaian prestasi selama ini harus mendapat penuh dari pemerintah.
Sudah tidak terhitung puja-puji yang  kepada atlet yang berprestasi, tetapi masa depan mereka terancam buram.
Lima orang perwakilan atlet PON Sumbar yang mendapatkan medali pada PON XX Papua 2021 lalu meminta kejelasan tentang uang pembinaan dari Pemprov Sumbar.
Perwakilan atlet tersebut mendatangi Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumbar untuk bertemu langsung dengan Kadispora Sumbar Dedy Dilantolani.
Dalam kesempatan tersebut, peraih medali emas PON Papua Cabang Olahraga Kempo Ari Pramanto pada PON Papua tersebut menjelaskan, pihaknya mempertanyakan realisasi pencairan uang pembinaan atlet, yang seharusnya seusai PON telah cair.
“Kita menanyakan di mana tersangkutnya dana pembinaan yang seharusnya menjadi hak kami.”
“Setelah mendengar pernyataan dari Kadis tadi kita seakan-akan menjadi korban atas polemik KONI saat ini. Kita seakan jadi tumbal politik oleh mereka,” ucapnya, saat ditemui di halaman Dispora Sumbar.
Saat ini KONI Sumbar tengah di dera permasalahan mengenai kepengurusan baru terbentuk.
“Kita tidak ingin terlibat tentang   permasalahan mereka, itu kan urusan pemerintah dengan KONI, korbannya kita,” tegasnya.
Ia mengatakan uang pembinaan ini sebenarnya adalah bentuk perhatian pemerintah terhadap atlet yang telah mengharumkan nama daerah.
“Dengan tidak keluarnya dana ini, berarti menunjukkan pemerintah tidak ada perhatian kepada kita,” keluhnya.
Ia mengancam kalau seandainya keadaan masih seperti ini, tidak mendapat perhatikan maka akan ada atlet yang ke luar dari Sumbar untuk membela daerah lain yang lebih memperhatikan mereka.
“Kita ada grup dan kita sudah membicarakannya. Semua yang ada di grup kita adalah para peraih mendali dalam PON kemarin,” lanjutnya.
Kenshi Sumbar itu juga mengatakan, ia telah 3 kali meraih emas di PON namun tidak ada perhatian dari pemerintah.
“Masa depan kita tidak pernah dipikirkan, kita tidak mengharapkan jadi PNS.”
“Tetapi kami bisa bekerja di BUMND milik Pemprov Sumbar,” ucap pegawai kontrak 11 tahun di Pemkab Sijunjung ini.

Anggaran Belum Bisa Cair

Sementara itu Kadispora Sumbar Dedy Diantolani mengatakan, permasalahan terhambatnya pencairan dana pembinaan atlet berawal dari permasalahan yang saat ini tengah di hadapi oleh struktur organisasi KONI.
“Saat ini permasalahan KONI kan masih bergulir di pengadilan.”
“Makanya untuk pencairan dana kan tidak bisa, karena itulah pencairan dana pembinaan tersebut menjadi terhambat,” jelasnya.
Ia menjelaskan, pencairan uang pembinaan oleh KONI lantaran ada permasalahan.
Ia menyebut, pihaknya nanti akan meminta keterangan baik pengurus yang lama atau yang baru.
“Kita akan terus mengupayakan selesai masalah KONI tidak menunggu tahapan dari pengadilan, sehingga kalau sudah selesai nanti pemda bisa merealisasikan pencairan dana tersebut,” jelasnya. (edg)

About Post Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *