Animo dan Kepercayaan Masyarakat Terus Meningkat, MAN I Padangpariaman Komit Dorong Siswa dan Guru Cerdas Digital

Kepala MAN 1 Padangpariaman Amrizon, S.Pd., M.Pd.I
Kepala MAN 1 Padangpariaman Amrizon, S.Pd., M.Pd.I

Padangpariaman, rakyatsumbar.id—Pesatnya perkembangan era informasi digital yang terjadi dewasa ini tak ayal bisa saja menjadi ancaman serius serta berdampak negatif terhadap perkembangan kepribadian dan psikologi anak didik.

Dengan alasan itulah, belakangan ini, para orangtua semakin menyadari akan pentingnya penanaman nilai-nilai karakter bagi anak-anak mereka, salah satunya dengan mempercayakan pendidikan anak-anaknya ke lembaga pendidikan agama berbasis pendidikan Islam, seperti halnya Madrasah Aliyah.

Kenyataan itu diakui Kepala MAN I Padangpariaman yang berada di Kecamatan Lubuk Alung, Amrizon,S.Pd, M.Pd.I saat berbincang di ruang kerjanya.

Menurutnya, memang tidak dinafikan, bahwa animo masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di lembaga pendidikan agama atau madrasah, seperti halnya di MAN I Padangpariaman agaknya terus menunjukkan tren meningkat setiap tahunnya.

Seperti terlihat dari membeludaknya para pendaftar di MAN I Padangpariaman yang berlokasi di Lubukalung, yang mencapai 400 orang lebih.

Hanya saja, mengingat ketersediaan ruang kelas yang ada, untuk tahun ajaran baru ini, MAN I Padangpariaman hanya menerima sebanyak tujuh kelas atau 252 orang. “Alhamdulillah animo masyarakat menyekolahkan anak mereka di MAN I ini terus meningkat dari tahun ke tahun, dan tahun ini kita kembali menerima sebanyak tujuh kelas atau 252 siswa, dari jumlah pendaftar keseluruhan mencapai 400 orang lebih,” ungkap Amrizon,S.Pd., M.Pd.I.

Diakui, meningkatnya animo dan kepercayaan masyarakat akhir-akhir ini tentunya bukan tanpa alasan, hal itu terutama dilatarbelakangi adanya kekhawatiran para orangtua terhadap masa depan anak-anak mereka, khususnya berkaitan berbagai pengaruh negatif seiring semakin massifnya pengaruh globalisasi dan perembangan informasi, digitalisasi.

“Jadi, itulah alasan utamanya kenapa orangtua akhirnya lebih mempercayakan pendidikan anak-anak mereka ke lembaga pendidikan agama, seperti di MAN I Padangpariaman ini,” terangnya.

Selaku kepala madrasah, Amrizon mengakui, tingginya animo masyarakat menyekolahkan anak-anaknya ke Madrasah Aliyah, tentunya menjadi tantangan tersendiri sekaligus bentuk kepercayaan yang akan dijawab dengan sebaik mungkin.

“Jadi inginnya orangtua mereka itukan bagaimana anak-anak nantinya bisa lahir dan berkembang menjadi pribadi berkarakter, atau berbudi pekerti luhur, makanya, kita telah berkomitmen, melalui berbagai mata pelajaran agama yang diajarkan di madrasah ini, ditambah adanya Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), kita optimis harapan lahirnya anak didik yang berkarakter dan berakhlakul Karimah akan terwujud  seperti diharapkan semua pihak,” imbuhnya.

Demikian pula, guna mengatasi dampak dari berbagai pengaruh perkembangan media informasi atau media digitalisasi yang begitu cepat, juga perlu dijawab dan disikapi secara bijak.

“Jadi dalam hal ini anak didik perlu didorong untuk berfikir lebih kritis lagi, yaitu dengan memberikan penjelasan secara gamblang tentang nilai-nilai yang positif dan mengandung nilai kebaikan, dengan hal negatif yang mereka yeukam di ruang digital yang ada,” terangnya.

Hal itu penting dilakukan, agar mereka tidak mudah terpengaruh atau terjerumus pada hal-hal negatif yang mereka konsumsi di ruang digital, baik itu berupa paham yang bersifat ekstrim, perilaku amoral seperti tayana berbau pornografi dan sejenisnya.

Intinya, selain dibekali dengan pengetahuan agama, para siswa juga diarahkan lebih cerdas digital, begitu pula tenaga pendidik atau guru-guru juga diarahkan agar terus meningkatkan kompetensi diri, tidak terkecuali dalam hal kemampuan digital yang kuat dan memadai.

“Artinya, kita menginginkan agar perkembangan era digitalisasi yang ada jangan sampai berdampak destruktif atau berdampak negatif terhadap pengetahuan anak didik, namun justru sebaliknya, perkembangan digitalisasi mestinya dimanfaatkan untuk lebih memperkuat serta bahan pengayaan bagi penguatan perkembangan ilmu dan pengetahuan,” ujar Amrizon mengakhiri. (ris)