Didorong Andre Rosiade, Pembangunan Tol Sicincin-Bukittinggi Dimatangkan

Wakil Komisi VI DPR-RI Andre Rosiade didampingi Bupati Padangpariaman John Kenedy Azis Dorong percepatan pembangunan ruas tol Sicincin-Bukittinggi.
Wakil Komisi VI DPR-RI Andre Rosiade didampingi Bupati Padangpariaman John Kenedy Azis Dorong percepatan pembangunan ruas tol Sicincin-Bukittinggi.

Padangpariaman, rakyatsumbar.id — Persiapan pembangunan Jalan Tol Pekanbaru–Padang Seksi Bukittinggi–Sicincin terus dimatangkan. Baik itu melalui pra sosialisasi dan dialog bersama pemerintah daerah, pihak pelaksana pembangunan serta masyarakat.

Seperti terlihat saat pertemuan dan dialog yang digelar Pemerintah Kabupaten Padangpariaman bersama Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, berlangsung di Hall IKK Padangpariaman, Senin (26/10/2026).

‎Kegiatan ini antara lain dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Padangpariaman, Andre Rosiade, Direktur Utama PT Hutama Karya Koentjoro beserta jajaran, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan Provinsi Sumatera Barat Ahdiyarsyah, Kepala Balai Jalan beserta jajaran, Sekretaris Daerah Hendra Aswara, unsur Forkopimda, kepala perangkat daerah, serta wali nagari, wali korong, niniak mamak dan masyarakat Kecamatan 2 × 11 Kayu Tanam.

Seperti terungkap Senin kemarin, ‎pembangunan jalan tol ini diharapkan menjadi langkah strategis untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah, memperlancar mobilitas masyarakat, serta membuka peluang ekonomi baru bagi Kabupaten Padang Pariaman dan Sumatera Barat secara umum.

Seperti ditegaskan.Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade, pembangunan Jalan Tol Bukittinggi–Sicincin merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat.

Untuk itu ‎falam paparannya, Andre mengajak seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, Forkopimda, niniak mamak, hingga tokoh masyarakat, untuk bersama-sama mendukung persiapan pembangunan melalui komunikasi dan dialog yang terbuka.

‎Andre menyampaikan, pembangunan jalan tol tersebut direncanakan mulai dilaksanakan pada Januari 2027. Ia juga menegaskan bahwa tanah, bangunan, maupun tanaman milik masyarakat yang terdampak akan melalui proses penggantian sesuai ketentuan yang berlaku, dengan mengedepankan transparansi.

‎Ia meminta dukungan Bupati Padangpariaman, Forkopimda, serta para niniak mamak dan tokoh masyarakat agar proses persiapan pembangunan dapat berjalan dengan baik. Menurutnya, sinergi seluruh pihak sangat diperlukan agar pembangunan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

‎Berdasarkan paparan rencana pembangunan, trase Jalan Tol Bukittinggi–Sicincin direncanakan melintasi wilayah Kabupaten Padangpariaman sepanjang sekitar 10,48 kilometer, khususnya di Kecamatan 2 × 11 Kayu Tanam, yang mencakup Nagari Guguak dan Kapalo Hilalang. Kebutuhan lahan atau Right of Way (ROW) untuk pembangunan jalan tol di wilayah Kabupaten Padangpariaman diperkirakan mencapai sekitar 99,36 hektare.

‎Perencanaan tersebut juga mencakup sejumlah bangunan perlintasan, seperti jembatan, underpass, box underpass, dan overpass. Penentuan trase turut mempertimbangkan kondisi kawasan sekitar, termasuk kawasan hutan, mata air wisata, area pemakaman, jalan nasional Padang–Bukittinggi, bekas rel kereta api, serta jaringan listrik tegangan tinggi 150 kV.

‎kegiatan juga dilanjutkan pemaparan teknis oleh Direktur Utama PT Hutama Karya, Koentjoro mengenai rencana pembangunan jalan tol. Selanjutnya, sesi diskusi dan dialog dibuka bagi masyarakat, wali nagari, serta wali korong di Kecamatan 2 × 11 Kayu Tanam untuk menyampaikan pertanyaan, masukan, dan aspirasi terkait rencana pembangunan tersebut.

‎Melalui dialog ini, diharapkan masyarakat memperoleh informasi yang jelas mengenai rencana pembangunan, tahapan pelaksanaan, serta hak-hak yang perlu diperhatikan dalam proses pengadaan tanah. Keterlibatan masyarakat sejak tahap persiapan menjadi bagian penting untuk membangun pemahaman bersama dan meminimalkan kesalahpahaman selama proses pembangunan berlangsung.

Sementara itu, Bupati ‎Padangpariaman John Kenedy Azis menegaskan, pembangunan infrastruktur merupakan salah satu instrumen penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan konektivitas, membuka peluang investasi serta menciptakan lapangan kerja.

‎Menurutnya, keberadaan Jalan Tol Bukittinggi–Sicincin memiliki arti penting bagi pengembangan wilayah Padang Pariaman. Infrastruktur tersebut diharapkan dapat mempercepat pergerakan orang dan barang, meningkatkan efisiensi distribusi hasil pertanian dan produk usaha masyarakat, serta mendorong perkembangan sektor perdagangan, pertanian, pariwisata dan jasa.

‎Bupati juga menegaskan, pembangunan infrastruktur merupakan salah satu instrumen penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan konektivitas, membuka peluang investasi, serta menciptakan lapangan kerja.

‎Menurutnya, keberadaan Jalan Tol Bukittinggi–Sicincin memiliki arti penting bagi pengembangan wilayah Padang Pariaman. Infrastruktur tersebut diharapkan dapat mempercepat pergerakan orang dan barang, meningkatkan efisiensi distribusi hasil pertanian dan produk usaha masyarakat, serta mendorong perkembangan sektor perdagangan, pertanian, pariwisata dan jasa.

‎Karena itu tegasnya, pembangunan infrastruktur merupakan salah satu instrumen penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan konektivitas, membuka peluang investasi, serta menciptakan lapangan kerja.

‎Menurutnya, keberadaan Jalan Tol Bukittinggi–Sicincin memiliki arti penting bagi pengembangan wilayah Padangpariaman. Infrastruktur tersebut diharapkan dapat mempercepat pergerakan orang dan barang, meningkatkan efisiensi distribusi hasil pertanian dan produk usaha masyarakat, serta mendorong perkembangan sektor perdagangan, pertanian, pariwisata dan sektor jasa. (ris)