PADANG  

Komisi III DPRD Padang Turun ke Lapangan, Progres Basement Capai 97 Persen, Air Mancur Terkendala Listrik

Ketua Komisi III DPRD Kota Padang, Helmi Moesim bersama sejumlah anggota komisi dan jajaran OPD teknis terkait itu menyasar beberapa lokasi di Kota Padang.
Ketua Komisi III DPRD Kota Padang, Helmi Moesim bersama sejumlah anggota komisi dan jajaran OPD teknis terkait itu menyasar beberapa lokasi di Kota Padang.

Padang, rakyatsumbar.id — Menjelang akhir tahun anggaran, Komisi III DPRD Kota Padang memperketat pengawasan terhadap sejumlah proyek pembangunan strategis.

Turun langsung ke lapangan, dewan mengevaluasi progres pekerjaan sekaligus mengidentifikasi kendala yang berpotensi menghambat penyelesaian proyek sesuai target.

Peninjauan yang dipimpin Ketua Komisi III DPRD Kota Padang, Helmi Moesim, bersama sejumlah anggota komisi dan jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) teknis terkait itu menyasar beberapa lokasi, di antaranya Pasar Raya, kawasan Kota Tua, serta Jalan Dua Jalur di depan Plaza Andalas Padang dan sejumlah titik lainnya.

Ketua Komisi III DPRD Kota Padang, Helmi Moesim, mengatakan pengawasan tersebut dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program strategis pemerintah kota tetap berjalan sesuai perencanaan. Apalagi, waktu pelaksanaan anggaran semakin terbatas sehingga setiap deviasi pekerjaan perlu diketahui dan ditangani sejak dini.

“Kita lakukan karena sudah mulai penghujung tahun. Kita ingin melihat sejauh mana progresnya, dan tidak jauh deviasinya,” ujar Helmi Moesim melalui sambungan telepon seluler, Selasa (13/10/2026).

Politisi Golkar yang akrab disapa Bang Ay itu menegaskan, evaluasi lapangan bukan sekadar memantau persentase penyelesaian pekerjaan. Komisi III juga ingin memastikan berbagai kendala teknis maupun nonteknis dapat segera diatasi melalui koordinasi antara legislatif, pemerintah kota, dan OPD terkait.

Menurutnya, apabila ditemukan persoalan yang berpotensi menghambat pelaksanaan proyek, pihaknya akan mendorong pembahasan bersama untuk mencari jalan keluar.

Dengan demikian, hambatan di lapangan tidak berlarut-larut hingga mengganggu target penyelesaian pekerjaan.

“Kita ingin kalau ada kendala di lapangan, baik teknis maupun nonteknis, bisa segera dibicarakan bersama. Kita duduk bersama untuk mencari solusi agar pekerjaan bisa berjalan sesuai target,” katanya.

Dari hasil evaluasi sementara, Helmi menyebut progres pekerjaan sektor basement menunjukkan perkembangan positif. Capaian pengerjaannya telah mencapai sekitar 97 persen, sehingga mendekati tahap penyelesaian akhir.

Meski demikian, sisa pekerjaan tetap perlu dikawal agar seluruh tahapan dapat dituntaskan sesuai ketentuan.

Sementara itu, proyek air mancur masih menjadi salah satu perhatian Komisi III. Berdasarkan evaluasi yang disampaikan Helmi, deviasi pekerjaan tercatat kurang dari dua persen.

Kendala yang ditemukan berkaitan dengan pemasangan instalasi kelistrikan, khususnya KWH meter, yang perlu segera diselesaikan agar sistem dapat beroperasi secara optimal.

Helmi berharap persoalan kelistrikan tersebut dapat segera dituntaskan bersama penyelesaian detail pekerjaan lainnya. Ketelitian dalam tahap akhir, menurutnya, penting agar proyek tidak hanya selesai secara fisik, tetapi juga dapat berfungsi sebagaimana mestinya.

Komisi III DPRD Kota Padang menegaskan akan terus memantau perkembangan pekerjaan hingga akhir tahun anggaran. Pengawasan ini diharapkan memastikan penggunaan anggaran berjalan efektif, pelaksanaan proyek sesuai perencanaan, serta hasil pembangunan dapat dimanfaatkan masyarakat.

Bagi DPRD, keberhasilan proyek tidak cukup diukur dari tingginya persentase progres. Penyelesaian tepat waktu, kualitas pekerjaan, dan keberfungsian hasil pembangunan juga menjadi hal penting yang harus dipastikan sebelum program dinyatakan tuntas. (edg)