Padangapriaman, rakyatsumbar.id–Bagi masyarakat yang pernah melewati atau transit di Terminal Pasar Sicincin, Padangpariaman, khususnya pada era 90-an, mungkin banyak memiliki memori tersendiri.
Banyaknya pedagang asongan yang terdiri dari kalangan ibu-ibu berjualan aneka makanan, seperti telur asin, sala layak hingga buah manggis menjadi pemandangan sekaligus data tarik tersendiri bagi setiap pengendara atau penumpang yang tengah melintas atau pun berhenti di kawasan itu.

Seperti diketahui, terminal Sicincin memang pernah berjaya pada masanya. Khususnya hingga era tahun 90-an. Hanya, kini keberadaan terminal itu tak lagi berfungsi seperti masa lalu, yang terlihat hamparan atau sisa-sisa bangunan fisiknya saja.
Begitulah setidaknya hasil pantauan koran ini, Terminal Sicincin yang dulunya cukup ramai dimasuki kendaraan AKAP dan sejenisnya, kini terlihat hanya ada satu atau dua kendaraan yang sedang ngetem maupun mencari penumpang.
Kini, seiring perjalanan waktu masyarakat di daerah ini kembali memancang asa berharap terminal Sicincin bisa diramaikan kembali. Namun, apakah hal itu bisa terwujud seperti diharapkan, tentunya hanya waktu yang akan bisa menjawabnya.
Seperti diakui Camat 2×11 Enam Lingkung, Ardinal, masyarakat tentunya sangat berharap agar terminal itu bisa diramaikan kembali.
“Memang cukup disayangkan jika kita melihat kondisinya saat ini yang tidak lagi berfungsi sebagaimana harusnya,” terang Ardinal.
Menurutnya, untuk bisa meramaikan kembali terminal Sicincin, bukan berarti memfungsikannya kembali sebagai terminal sebagaimana fungsi seharusnya. Namun, bisa saja dalam opsi lain, misalnya dengan memfungsikannya atau mengembangkannya sebagai kawasan sentra kuliner daerah.
“Sebagaimana diketahui, lokasi terminal Sicincin yang ada saat ini itukan sangat strategis sekali. Selain berada di kawasan Simpang Tiga menuju Kota Pariaman, Kota Bukittinggi dan Kota Padang, juga letaknya berdampingan dengan pusat keramaian Pasar Sicincin,” terang Ardinal berargumen.
Disamping itu kawasan terminal Sicincin juga persis berada di pinggir jalan lintas provinsi atau jalan lintas Sumatera.
“Untuk itu ke depannya di kawasan itu bisa dibuat bangunan bertingkat, dimana bagian bawahnya bisa difungsikan sebagai lokasi parkir, dan bagian atasnya sebagai lokasi pedagang berjualan aneka panganan kuliner khas daerah dari berbagai daerah yang ada di Kabupaten Padangpariaman,” imbuhnya.
Pihaknya mengaku optimis jika hal itu bisa terwujud, tentunya akan ikut berdampak terhadap keramaian di sekitar kawasan pasar Sicincin yang ada saat ini.
Apa yang disebutkan oleh Camat 2X11 Sicincin itu agaknya cukup beralasan, sebab, dengan mengembangkan kawasan terminal Sicincin sebagai kawasan Pusat Sentra Kuliner Daerah, ke depannya kawasan itu bisa saja berfungsi sebagai kawasan transit pavorit bagi pengendara yang setiap harinya selalu ramai berlalu lalang.
Begitu pula dengan rampungnya pembangunan toll Padang-Pekanbaru tentunya nantinya, kawasan ini juga bisa saja berkembang menjadi salah satu tujuan destinasi wisata kuliner alternatif bagi para pengunjung, khususnya pengunjung yang berasal dari berbagai daerah di Provinsi Riau dan daerah lainnya.
Saat ini pemandangan terbaru di sekitar kawasan terminal Sicincin, dimana puluhan pekerja terlihat sedang berjibaku mengkebut pengerjaan drainase jalan atau tali bandar yang selama ini kerap memicu terjadinya genangan banjir di kawasan itu.
Seperti harapan Bupati Padangpariaman, John Kenedy Azis saat menjawab pertanyaan wartawan koran ini beberapa lalu, dengan adanya perbaikan drainase di sekitar Simpang Tiga pasar Sicincin, maka kawasan di sekitarnya akan bisa terbebas dari ancaman banjir, termasuk kawasan terminal Sicincin.
Namun adakah asa menjadikan kawasan terminal Sicincin sebagai sentra swalayannya kuliner daerah Padangpariaman ini bisa terwujud seperti diharapkan, tentunya hanya mesin waktu yang bakal bisa menjawabnya. (Yurisman)





