Solok, Rakyat Sumbar – Di balik peluang panen buah naga yang dapat berlangsung sepanjang tahun, terdapat pemanfaatan energi listrik yang menjadi penggerak inovasi di sektor pertanian. Menjawab kebutuhan tersebut, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Barat menghadirkan pasokan listrik andal melalui program _Electrifying Agriculture_ dengan melakukan penyalaan pelanggan sektor pertanian berdaya B1/33 kVA milik Nofriadi, pemilik kebun buah naga di wilayah kerja PLN UP3 Solok, ULP Singkarak, pada Selasa (30/6). Kehadiran listrik ini menjadi langkah nyata PLN dalam mendukung modernisasi pertanian sekaligus meningkatkan produktivitas dan nilai tambah hasil pertanian di Sumatera Barat.
Penyalaan listrik tersebut menjadi bagian dari komitmen PLN dalam menyediakan energi yang andal bagi sektor produktif agar pelaku usaha pertanian dapat memanfaatkan teknologi berbasis kelistrikan untuk meningkatkan efisiensi operasional, produktivitas, serta kualitas hasil panen. Kegiatan penyalaan dihadiri oleh Manager ULP Singkarak Robby Prakoso bersama pemilik kebun buah naga, Nofriadi.
Pada kebun buah naga milik Nofriadi, listrik PLN dimanfaatkan sebagai sumber energi utama untuk sistem pencahayaan buatan yang berfungsi mengatur fase pembungaan tanaman. Teknologi ini memungkinkan tanaman buah naga menghasilkan buah di luar musim sehingga frekuensi panen dapat meningkat, produktivitas lebih optimal, dan pasokan hasil panen menjadi lebih berkelanjutan.
Pemilik kebun buah naga, Nofriadi, menyampaikan apresiasinya atas dukungan PLN yang telah menghadirkan layanan kelistrikan sesuai kebutuhan usahanya.
General Manager PT PLN (Persero) UID Sumatera Barat, Ajrun Karim, mengatakan bahwa program _Electrifying Agriculture_ merupakan bagian dari transformasi layanan PLN untuk menghadirkan solusi energi yang mampu mendorong pertumbuhan sektor pertanian modern sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“PLN berkomitmen menghadirkan listrik yang andal untuk mendukung sektor-sektor produktif, termasuk pertanian. Melalui program _Electrifying Agriculture_ , kami ingin mendorong pemanfaatan energi listrik sebagai penggerak inovasi sehingga petani dapat meningkatkan produktivitas, efisiensi operasional, dan daya saing usahanya. Kehadiran listrik tidak hanya memberikan kemudahan dalam proses produksi, tetapi juga membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat ketahanan pangan di daerah,” ujar Ajrun.
Ajrun menambahkan, Sumatera Barat memiliki potensi sektor pertanian yang besar untuk terus dikembangkan melalui pemanfaatan teknologi berbasis listrik. PLN akan terus memperluas implementasi program _Electrifying Agriculture_ dengan menghadirkan layanan kelistrikan yang andal, responsif, dan sesuai dengan kebutuhan pelanggan di berbagai sektor produktif.
Keberhasilan pemanfaatan listrik pada kebun buah naga di Singkarak diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pelaku usaha pertanian lainnya untuk mengadopsi teknologi berbasis listrik dalam meningkatkan produktivitas usaha. Sejalan dengan komitmen menghadirkan listrik yang andal dan berkelanjutan, PLN UID Sumatera Barat akan terus mendukung tumbuhnya sektor-sektor produktif, memperkuat ketahanan pangan, mendorong terciptanya nilai tambah ekonomi, serta menghadirkan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat dan kemajuan daerah.(*)





